Panen dan Menjaga Kualitas Udang

Oleh:
Bakti Prasetijana
Owner MSO

Panen udang adalah langkah terakhir dari siklus produksi yang panjang (beberapa bulan), dan merupakan salah satu yang paling penting meskipun durasinya singkat beberapa jam. Seluruh tim panen harus tampil maksimal untuk hasil terbaik dari segi hasil udang dan kualitas produk.

Baik petambak udang maupun pabrik pengepakan telah melakukan investasi yang signifikan untuk memanen produk dengan kualitas terbaik, tetapi seringkali penerapan perencanaan atau praktik yang tidak memadai dapat meniadakan upaya kerja keras selama beberapa bulan dan sumber daya yang signifikan diinvestasikan hanya dalam beberapa menit.

Faktor yang paling penting untuk dipertimbangkan selama panen adalah waktu dan suhu, tetapi kebersihan juga memiliki peran yang sangat penting tidak hanya untuk alasan keamanan pangan tetapi juga untuk kualitas produk itu sendiri.

Kualitas produk dapat diinterpretasikan dalam berbagai cara tergantung pada pasar dan konsumen serta budaya yang berbeda. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat daftar dan mendefinisikan dengan pelanggan berbagai parameter kualitas dengan cara yang paling objektif dan selengkap mungkin.

Bahkan di negara-negara di mana pasar lokal tampaknya tidak terlalu peduli saat ini dengan kualitas produk, ketahuilah bahwa persyaratan konsumen dalam hal kualitas meningkat pesat seiring dengan peningkatan standar hidup mereka.

Setelah diputuskan untuk memanen udang, ketinggian air di tambak harus diturunkan cukup untuk memungkinkan panen yang cepat dan lengkap. Tidak ada aturan yang menentukan berapa kedalaman kolom air terbaik untuk memulai panen, karena dapat bergantung pada banyak parameter termasuk perkiraan biomassa udang di tambak, luas tambak, kecepatan drainase air, kemiringan dasar tambak dan lain-lain.

Personil yang bertanggung jawab harus memiliki pengetahuan yang baik tentang semua kolam untuk menentukan ketinggian air yang optimal untuk memulai panen. Karena banyak kolam dalam sebuah tambak budidaya bisa berbeda, tidak ada pengganti untuk pengalaman.

Idealnya, panen di tambak harus selesai dalam beberapa jam (4 hingga 8, tergantung pada area tambak) untuk menjaga udang dalam kondisi baik. Saat menurunkan ketinggian air, ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak membuat udang stres, yang umumnya menyebabkan molting besar-besaran.

Memulai panen dengan kadar air yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, karena waktu panen bisa terlalu lama dan juga menyebabkan stres. Semua kegiatan pasca panen harus diatur dengan sangat baik untuk menghindari keterlambatan dan backlog (yang dapat mempengaruhi kualitas produk) udang yang dipanen selama proses.

Tambak udang biasanya dipanen pada malam hari, karena suhu biasanya lebih sejuk dan lebih cocok. Namun, panen malam hari memiliki kelemahan resiko banyak yang tertinggal akibat dari kontrol yang kurang dibandingkan dengan panen pagi hari.

Transportasi/armada yang dipakai untuk mengangkat udang dari kolam ke tempat panen harus cukup, agar lancar sehingga tidak terjadi keterlambatan ke tempat sortir panen.

Udang yang baru sampai ke tempat sortir agar segera dimasukan ke dalam air es agar udang cepat mati untuk menghambat proses pembusukan sel. Sehingga kualitas udang terjaga dengan baik.

Yang paling penting adalah menaungi area pasca panen dengan memasang tenda pelindung atau penutup untuk melindungi udang dan pekerja yang dipanen dari pengaruh langsung sinar matahari.

Pertimbangan lain yang sangat penting adalah untuk menghindari penundaan yang dapat dicegah untuk memindahkan produk antara lokasi panen ke tempat kendaraan pengangkut yang didinginkan berada. Keuntungan utama dari pemanenan pagi hari adalah memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap proses dan kualitas udang.

Aspek kunci lain untuk panen efisien yang menjaga kualitas produk adalah memastikan semua personil yang terlibat memahami seluruh prosedur, dan peran serta posisi spesifik mereka.

Sebagai informasi, proses budidaya udang yang telah dikembangkan system budidaya MSO mencakup 4 komponen dasar, diantaranya:
Komponen 1. Sebagai Alkali, buffer.

Komponen 2. Kesehatan dan pertumbuhan serta pencegahan penyakit. Keseimbangan nutrisi untuk hepato (sapujagat) dan parameter kualitas air (yin yang)

Komponen 3. Untuk meremov racun terlarut dan racun BGA, amoniak, H2S, dan lain-lain. Polutan yang melayang di kolom air dan mengendap.

Komponen 4. Pengobatan masih terus dalam pengembangan upgrade (yin yang)

Dalam aplikasi mencakup 4 komponen tersebut akan lebih baik. sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Air adalah media yang unik dan terintegrasi satu sama lain, saling terkonek maka aplikasinya pun harus kombinasi ke 4 komponen tersebut. Kurang bagus bila aplikasi sepengal sepengal, harus secara keseluruhan, sehingga air lebih stabil parameter airnya dan udang lebih sehat (Ed: Resti/Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.