Peran Probiotik Sukseskan Budidaya Vaname

Fabiola Yana Pradipta, S.TP
CV Pradipta Paramita – Biotehnology Industry

Tak dapat dipungkiri, kondisi air yang baik sangat mutlak dan penting dalam budidaya udang vaname. Hal ini disebabkan air menjadi media atau tempat bagi udang serta biota air lainnya hidup dan berkembang. Tak heran, banyak usaha dilakukan para pembudidaya untuk menjaga kualitas air dan keseimbangan lingkungan air.

Penerapan biosekuriti yang baik dapat mempertahankan kualitas air. Dengan menjaga keseimbangan pH, kecerahan air, dan parameter kualitas air lainnya, keberadaan penyakit dan virus bisa ditekan.

Salah satu poin yang dilakukan dalam biosekuriti di antaranya penggunaan probiotik, yaitu komponen dari feed suplement yang perannya saat ini tidak bisa diabaikan. Meskipun begitu, penggunaan probiotik juga harus tepat sasaran karena tidak semua probiotik memiliki fungsi yang sama.

Probiotik sebagai pengurai pakan

Probiotik bekerja dengan mengurai komponen pakan—baik dalam bentuk karbohidrat, lemak, atau protein—menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti gula, asam lemak, dan asam amino.

Penambahan probiotik menyebabkan pakan menjadi lebih mudah dicerna oleh udang atau ikan. Dengan begitu, sisa pakan yang tidak tercerna menjadi semakin sedikit, penambahan bobot semakin tinggi, dan cemaran kolam semakin sedikit. Berkurangnya cemaran amoniak dan nitrit membuat kolam pun semakin sehat.

Enzim yang dihasilkan probiotik akan menguraikan bahan pakan yang ada. Disebabkan kandungan pakan beragam—seperti karbohidrat, protein, lemak dan mineral serta vitamin, probiotik yang berisi  mix-bacteria akan lebih efesien dalam mengurai pakan.

Keberadaan enzim pengurai yang dihasilkan probiotik membuat karbohidrat dengan gugusan komplek dan susah dicerna—baik selulosa, hemiselulosa lignin, dan pektin—lebih mudah terurai menjadi gula yang lebih sederhana. Dengan begitu, gula menjadi mudah diserap tubuh udang. Sementara enzim protease dan lipase yang dihasilkan probiotik membuat protein dan lemak lebih mudah terurai.

Probiotik yang berfungsi meningkatkan pencernaan antara lain Bacillus sp., Bacillus subtilis, Lactobacillus spp., dan beberapa jenis lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Lactobacillus spp. pada udang selama 100 hari berturut-turut meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh terhadap serangan Vibrio harveyi secara signifikan(1). Dalam Journal of Applied Microbiology ISSN 1364-5072 juga dikatakan bahwa udang yang diberi Bacillus subtilis E20 dalam pakan mengalami pertumbuhan sangat baik karena aktifitas enzim protease dalam pencernaannya meningkat.

Probiotik sebagai penjaga daya tahan tubuh

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam tambak dapat mengakibatkan rentetan masalah lain, mulai dari gagal tumbuh hingga kematian masal. Vibrio spp. merupakan salah satu bakteri patogen dalam tambak udang yang dapat menyebabkan kematian masal.

Meskipun penggunaan antibiotik dan obat kimia dapat mengatasi masalah akibat keberadaan bakteri ini, tetapi penggunaannya dapat menyebabkan drug resistance bagi konsumen udang. Penggunaan probiotik menjadi jawaban atas masalah tersebut, salah satunya dengan menggunakan Lactobacillus acidophilus.

Udang yang telah melalui treatment dengan L. acidophilus lebih tahan terhadap V. alginolyticus dalam tambak udang. (3) Sementara benur yang telah diberikan bakteri asam laktat sebanyak 5×106 CFU/g selama 4 minggu berturut-turut memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik (SR 56-72%) ketika diserang V. Alginolyticus—lewat injeksi 0,1 ml yang mengandung 3×109 CFU/ml. (4)

Probiotik sebagai penjaga kualitas air

Dalam industri akuakultur, pengolahan tambak dan kolam biasa diikuti dengan adanya sisa pakan yang busuk, endapan kotoran, serta residu organik. Semakin lama, kualitas air semakin menurun, amoniak dan nitrit semakin menumpuk, dan potensi bahaya bagi ikan dan udang pun semakin besar.

Penggantian air secara berkala bsa menjadi solusi. Namun, selain mahal dan merepotkan, penggantian air bisa mengakibatkan polusi pada laut, sungai, dan lingkungan. Untuk mengatasinya, probiotik yang dapat digunakan sebagai solusi penjaga kualitas air di antaranya Bacillus amyloliquefaciens, yang mampu mengurangi nitrit. (2)

Masalah kualitas air tambak dan kolam lainnya adalah kehadiran BGA (blue green algae) atau cyanobacteria. Dalam tambak atau kolam, BGA menjadi momok bagi pembudidaya karena dapat menghambat pertumbuhan ikan dan udang.

Blooming BGA menyebabkan deoxygenation serta pelepasan racun yang menyerang saraf dan menyebabkan kematian, baik  pada ikan maupun udang. Kolam yang mengandung BGA mengeluarkan bau tidak sedap, yang disebabkan oleh metabolit sampingan dari BGA (geosmin dan 2-methylisoborneol). Penanggulangan cyanobacteria dapat diatasi dengan probiotik Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan lisis atau hancurnya sel cyanobacteria.

Beberapa tambak di Indonesia telah menggunakan sistem bioflok atau semiflok, yang menggunakan keseimbangan plankton sebagai salah satu tolak ukur kesehatan tambak. Dalam Latin American Journal of Aquatic Research juga ditunjukkan bahwa probiotik dapat mempengaruhi jumlah bakteri heterotropis dalam endapan, nilai persentasi dari konsentrasi pyrrophyta, serta meningkatkan kualitas endapan dalam sistem tambak.

Manfaat penggunaan probiotik yang beragam tersebut dapat diambil sesuai kebutuhan dan kondisi yang sedang dihadapi pembudidaya. Perhatikan kesesuaian jenis probiotik dengan kondisi kolam dan dosis yang harus diaplikasikan.

Cermati pula industri penyedia probiotiknya. Pastikan perusahaan produsen probiotik tersebut sudah tersertifikasi dan memiliki Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB). (Ed: Rochim Armando)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.