Potensi Lele Bioflok Tetap Menjanjikan

Potensi Lele Bioflok Tetap Menjanjikan
Saat panen ikan lele bioflok (Dok. Humas DJPB)

Anggota komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pengembangan budidaya lele bioflok. Hal ini disampaikan saat dirinya melakukan panen parsial lele bioflok di Ponpes Al-Huda Kebumen. Jum’at (10/1).

Turut hadir dalan kesempatan tersebut, Direktur Produksi dan Usaha Budidaya, Arik Hari Wibowo, Ketua DPRD Kebumen dan sejumlah  jajaran Pemda.

Darori dalam keterangannya menyampaikan, bahwa usaha lele bioflok dinilai mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya sangat potensial untuk mendorong ekonomi keumatan di pondok pesantren/yayasan, disamping dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dikalangan santri dan memicu wirausahawan baru.

“Saya rasa dengan menstimulan pondok pesantren melalui pemberian alternatif usaha budidaya lele bioflok ini, diharapkan ke depan ponpes/yayasan dapat mengembangkan ekonomi dan penyediaan pangan secara mandiri. Oleh karenanya, saya minta KKP terus mendorong program ini. Komisi IV akan senantiasa dukung kalau terkait program yang langsung dirasakan masyarakat,” jelas Darori.

Kolam terpal bundar budidaya ikan lele bioflok (Dok. Humas DJPB)

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidyaa, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta mengatakan bahwa pengembangan budidaya bioflok merupakan program prioritas yang akan terus didorong. Slamet menjelaskan bahwa, KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya sangat memahami tantangan global kedepan, khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan, keterbatasan lahan dan sumber daya air.

Oleh karenanya, KKP terus mengembangkan teknologi budidaya yang adaptif, efisien. Tujuan salah satunya yakni memitigasi pengaruh perubahan lingkungan dan iklim seperti keterbatasan air dan lahan.

“Jadi budidaya lele bioflok ini merupakan inovasi yang dirancang sebagai solusi dalam penyediaan pangan berkelanjutan. Keunggulannya produktivitas tinggi dibanding teknologi konvensional, dan lebih efisien dari sisi penggunaan lahan dan air. Ini solusi jangka panjang”, ungkap Slamet.

Pimpinan Ponpes Al-Huda, Muhammad Muhtasimudin dalam kesempatan yang sama menuturkan bahwa dukungan usaha budidaya lele bioflok ini telah berpengaruh positif, utamanya bagi tambahan pendapatan, suplai sumber gizi para santri dan sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha.

“Ini sangat membantu sekali. Produksi yang bisa dihasilkan rata rata per unit kolam sebanyak 200-250 kg per siklus. Nanti hasilnya bisa kami gulirkan untuk pengembangan dan harapannya kedepan kami bisa kembangkan usaha ini secara mandiri,” kata Muhtasimudin.

Sebelumnya tahun 2019 KKP telah mengalokasikan dukungan budidaya lele bioflok melalui BLUPB Karawang untuk dua Ponpes, masing-masing Ponpes Al Huda sebanyak 1 paket dan Ponpes Al Huda 2 sebanyak 1 paket. (Adit/Humas DJPB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.