Karena Setiap Usaha Tak Akan Mengkhianati Hasil

Untuk anda pelaku usaha yang bergerak di sektor perikanan budidaya, mendengar nama CV Pradipta Paramita pasti yang terbersit di pikiran adalah sosok wanita tangguh di belakangnya, yaitu Dra. Agnes Heratri, MP.

Agnes Heratri

Wanita yang menjabat Direktur ini, dikenal pebisnis sejati. Naik dan turun, mengecap asam garam sudah dirasakan, Sosok yang akrab disapa Ratri ini, mengawali karirnya saat masih berkuliah di Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai asisten laboratorium di beberapa laboratorium.

Ratri dikenal sosok pemikir dan menyukai bidang science, dirinya memang sangat menyukai pekerjaan di laboratorium. Begitu lulus kuliah dari Universitas Gadjah Mada (UGM), ketika ada kesempatan lowongan kerja di laboratorium dengan kriteria pengalaman 1 tahun, lantas Ratri tidak berpikir panjang untuk mencobanya.

Hasilnya, dengan berbekal surat keterangan asisten praktikum di beberapa laboratorium, dirinya bisa diterima kerja dan dipercaya untuk membuat laboratorium microbiology serta membawahi laboratorium procces control, sampai 20  tahun lebih.

Karirnya terus berlanjut, lepas dari bekerja secara formal, Ratri memutuskan resign dari tempat Ia bekerja sebelumnya. Kemudian, dengan menekuni usaha pembasmi lalat dan probiotik, yang sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya dan diawasi oleh sang suami Ir. Agustinus Yani Rustana, kini bisnis tersebut sampai merambah dunia akuakultur.

 

Naluri pebisnis juga Ratri tularkan kepada anaknya. Ia menuturkan, “anak saya yang kecil sejak semester empat sudah saya minta untuk mengurus cafe di Jogja, sambil kuliah, jadi asisten di labaratorium, dan kegiatan lain. Semuanya harus beres, jadi semua urusan baik belanja maupun urus pegawai sudah sudah diserahkan dan dipercayakan kepada anak bontotnya,” jelas Ratri.

CV Pradipta Paramita adalah bukti ketekunan Ratri dan suami, bagaimana berbisnis dari nol menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan dunia peternakan dan akuakultur Indonesia, kini dia dan suaminya bersama seluruh staf karyawannya tinggal meneruskan dan merasakan hasil manis dari sebuah ketekunan.

Cinlok

Tidak habis kata menceritakan kisah karir dari jebolan UGM ini. Dalam hal asmara, ada kisah unik yakni cinlok atau cinta lokasi. Memang benar adanya jodoh merupakan rahasia Tuhan, namun kampusnya menimba ilmu menjadi saksi pertemuan dirinya dengan suaminya, yang sekaligus menjadi tempat menuntut ilmu kedua putrinya saat ini.

Saat bersama keluarga tercinta

“Suami saya adalah teman satu organisasi, waktu kuliah hanya berbeda fakultas, suami saya dari Fakultas Peternakan UGM. Awalnya saya sama sekali tidak menyangka kalau akan jadi isteri dari suami saya saat ini,” tutur Ratri sambil tersipu malu.

Disela-sela waktu luang, dirinya suka pergi ke Jogja atau sekedar menghabiskan waktu bersama cucu dan melakukan hobinya bercocok tanam, “Saat ini saya sedang asik dengan menanam hidroponik sayuran dan lain-lain di lantai dua rumahnya,” ucap Ratri.

Untuk bercocok tanam, kata Ratri, selain menyalurkan hobi ada kepuasaan saat panennya berhasil, namun tidak jarang juga tanamannya mengalami kegagalan, “Mengurusi tanaman hidroponik, bisa membuat saya betah berlama-lama dan senang melihat hasil yang ada. Jika gagal jadi lebih semangat dan semakin penasaran mencari cara agar bisa berhasil panen,” pungkasnya.

Didikan orangtua

Bila kini dirinya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bisa jadi itu juga merupakan salah satu bentuk didikan orangtuanya dalam membentuk karakternya.

“Besar sekali peran orangtua saya, khususnya dalam pendidikan karakter dan kepribadian, Bapak saya sangat mengajarkan artinya kejujuran, dan itu hal yang sangat bisa digunakan untuk bekal hidup,” kata Ratri.

Lebih jauh, Ratri juga mengatakan bagaimana menghadapi hidup dengan harus selalu berusaha, jangan meyerah pada keadaan. “Bapak saya mengajarkan jika bekerja jadi pegawai harus bisa menambah gaji dengan berbisnis, karena makin tinggi jabatan, tuntutan standard hidup juga makin tinggi, jadi biaya hidup akan lebih tinggi dan kesempatan menabung makin kecil. Kalau punya usaha tidak usah terlalu terburu-buru untuk menikmati usaha sebelum merasa aman dalam usaha,” ungkapnya.

Berfoto bersama dengan seluruh Staf Karyawan CV Pradipta Paramita

Sementara sang Ibu mendidiknya dengan cukup keras sedari kecil, anak-anak dilatih agar tidak mudah ‘cengeng’ dan menyerah, dengan tujuan kelak di kehidupan mendatang dirinya harus mampu bertahan dalam setiap keadaan. Meski begitu, Ratri menuturkan, bahwa di balik sikap yang disiplin yang diajarkan, Ibunya ternyata adalah sosok pekerja keras yang juga humoris.

Dalam mendidik anak, sedkit banyak Ratri menjadikan Ibunya sebagai role model. Diakuinya, ketika anak-anak masih kecil dirinya juga menerapkan kedisiplinan terhadap mereka.

“Ketika anak-anak saya masih kecil, saya cenderung tegas, untuk dapat menekankan disiplin dan membuat anak bisa mandiri, tidak manja. Setelah anak-anak dewasa saya menekankan demokrasi, jadi jika ingin mengambil suatu keputusan akan dibicarakan bersama-sama,” ujar ibu dari dua orang putri ini.

Sebab, kedisiplinan akan melahirkan kesuksesan. Menurut Ratri, yang ia kenang dari almarhum ayahnya adalah, orang sukses itu harus bahagia baik lahir dan bathin, tidak harus menunggu materi berlimpah, dan mengaplikasikan rasa syukur dalam setiap keadaan adalah adalah bentuk kesuksesan yang sebenarnya. (Vira/Adit)

Biodata

Nama Lengkap                        : Dra.Agnes Heratri,MP

Jabatan dan Instansi                : Direktur CV Pradipta Paramita

Pendidikan;

Sekolah Dasar (SD) PIUS Sidareja Cilacap

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen, Sidareja Ciacap

Sekolah Mengah Atas (SMA) Bruderan Purwokerto

S1 Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada (UGM)

S2. Fakultas Agronomi UNS ( S2)

 

Probiotik Herbal untuk Sukses Budidaya Udang

Mendengar kata herbal, yang ada dibayangan kita adalah bahan alami. CV Pradipta Paramita ciptakan produk-produk probiotik herbal untuk budidaya udang yang baik untuk udang dan aman untuk lingkingan tambak.

Pada pameran perikanan budidaya AQUATICA ASIA & INDOAQUA beberapa waktu lalu, CV Pradipta yang juga produsen obat ikan dan udang menarik perhatian pengunjung dengan produk-produk probiotik dan mineral untuk budidaya perikanan.

Pameran yang digelar 28-30 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta ini menjadi tempat yang tepat untuk sharing informasi bagi para pelaku usaha budidaya perikanan di Indonesia. Khususnya, bagi para pengunjung yang mencari obat ikan, probiotik, atau  mineral untuk menunjang suksesnya budidaya udang.

Agnes Herarti

General Manager CV Pradipta Paramita Agnes Herarti, mengatakan, pada pameran kali ini CV Pradipta Paramita memperkenalkan produk-produk probiotik dengan bahan herbal. Lanjutnya, selain probiotik, juga punya produk mineral untuk nutrisi dan menanggulangi kesehatan tambak udang.

Agnes mengatakan, CV Pradipta Paramita ingin menyajikan produk probiotik yang terbaik untuk customer di Indonesia. Lanjutnya, probiotik yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan dari luar negeri, sehingga harga jualnya otomatis tinggi berbeda dengan produk dari Indonesia yang lebih murah dengan kualitas yang sudah teruji.

Menurut Agnes, produk dari luar negeri belum tentu cocok untuk tambak di Indonesia karena pelru beradaptasi, berbeda jika produk dari dalam negeri seperti yang dibuat CV Pradipta Paramita yang sudah teradaptaasi untuk tambak udang di Indonesia.

Diantara produk-produk probiotik herbal untuk udang dari CV Pradipta Paramita, Agnes memaparkan, ada Aquxit Bacilus, Minaraya Udang, dan Zipro Ikan. Ketiga produk tersebut merupakan probiotik premium yang dibuat dengan bahan herbal dan uji laboratorium ketat yang baik untuk menunjang sukses budidaya udang.

Aquxit Bacilus

Aquxit Bacilus merupakan probiotik premium untuk udang yang di formulasikan dengan teknologi menghasilkan kombinasi sempurna dari probiotik konsentrasi tinggi dan nutrisi extra yang dibutuhkan untuk kekebalan dan pertumbuhan udang sejak benih hingga dewasa.

Penggunaan Aquxit Bacilus sendiri secara rutin dapat meningkatkan kualitas air, menghindarkan

penyakit, menghasilkan bakteri aktif yang menjaga ekosistem tambak dengan mengurangi sulfur/Hidorgen Sulfida (H3S), Amonia (NH3), Nitrat (NO2) sehingga efektif mengurangi Total Amonia Nitrogen (TAN), serta dan menciptakan tambak udang yang lebih menguntungkan.

Selain itu, CV Pradipta Paramita punya Minaraya Udang yang merupakan larutan yang diformulasikan secara berimbang antara probiotik pilihan dan herbal yang diproses secara higenis dalam pengawasan uji laboraturium yang mampu meningkatkan nafsu makan udang.

Nafsu makan udang dapat menurun, khususnya apabila sedang terjangkit penyakit atau pasca terjangkit penyakit. Misalnya, udang sedang terserang bakteri vibrio yang menyebabkan WFD maka nafsu makan akan menurun dan pertumbuhan udang akan terganggu/lambat.

Minaraya Udang

Herbal yang digunakan untuk menaikkan nafsu makan udang antara lain, Zingiber officinale, Curcuma domestica, Kaempferia galanga, Curcuma xanthorrizha, Curcuma aeruginosa yang mana herbal ini cukup berpengaruh dan memberikan efek positif pada nafsu makan udang.

Segudang manfaat dari Minaraya Udang diantaranya: Mengembalikan nafsu makan yang turun akibat terserang penyakit udang, meningkatkan pertumbuhan plankton sehingga menambah nafsu makan alami dan mengurangi pakan tambuhan, meningkatkan daya cerna (TDN) dan menurunkan FCR sehingga secara real dapat meningkatkan SR pada udang, meningkatkan Dissolved Oxygen (DO) dalam ekosistem kolam sehingga kolam makin bersih dan tidak terinfeksi penyakit dan meningkatkan pertumbuhan udang dan meningkatkan produksi.

Kemudian, yang jadi produk unggulan yakni Zipro Ikan. Ini merupakan perpaduan antara rempah-rempah (Zingiber officinale, curcuma xanthorrhiza, curcuma domestica, dll) yang diolah bersama Propolis menjadi antibiotik alami yang sangat cocok untuk meningkatkan kekebalan ikan dan mengikis kontaminan yang disebabkan oleh bakteri, jamur bahkan beberapa virus.

Zipro Ikan

Produk ini sangat aman sangat aman, dan bila digunakan dalam dosisi berlebihpun tidak menyebabkan residu antibiotik dalam tubuh ikan, sehingga ikan menjadi tetap aman. Manfaat yang sudah terbukti dari Zipro Ikan adalah dapat mengendalikan penyakit bercak merah pada ikan yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophia & Pseudomonas hydrophyila.

Selain itu, dapat membantu meningkatkan stamina terhadap serangan Saprolegniasis sp. karena jamur, Saprolegnia, Achiya sp, Branchiomyses sp., membantu mencegah serangan penyakit Tuberculosis yang disebabkan oleh Mycobacterium fortoitum, mengendalikan serangan bintik putih karena infeksi jamur, SaprolegniaAchiya sp, Branchiomyces sp., mencegah serangan virus penyebab bintik putih pada ikan mas & ikan nila dari infeksi Epithelorra paputasam sp. dan mengendalikan serangan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, jamur atau virus (CCVD, SVC, IPN, LD, IHN, dll). (ADV)

DICARI AGEN PENJUALAN:
CV PRADIPTA PARAMITA
HUBUNGI 085725515154

Mengenal Obat Ikan (Drh. Abadi Soetisna MSi)

udang-vannameiDalam beberapa tahun terakhir ini perikanan budidaya di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Ini disebabkan karena konsumsi ikan makin meningkat akibat pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu aspek penting dalam budidaya ikan adalah obat-obatan ikan yang juga mengalami banyak perkembangan dari berbagai aspek. Obat ikan kini bukan lagi hanya berperan dalam mengobati penyakit ikan, melainkan juga untuk mencegah penyakit, meningkatkan pertumbuhan dan berbagai fungsi lainnya.

Jenis obat hewan

Pada umumnya pemahaman masyarakat menganai fungsi obat adalah untuk menyembuhkan penyakit, padahal fungsi obat sekarang ini sudah semakin luas. Setidaknya ada 6 fungsi obat ikan , yaitu:

  1. Untuk pengobatan/penyembuhan penyakit, misalnya antibiotik
  2. Untuk pencegahan penyakit , misalnya vaksin
  3. Untuk peningkatan produksi/reproduksi , misalnya Growth Promotor
  4. Untuk alat diagnostik, misalnya antigen
  5. Untuk mengurangi rasa sakit/stress dalam perlakuan ikan/transportasi
  6. Untuk kosmetik , misalnya agar warnanya lebih cerah

Sementara itu dari jenis sediaannya, obat ikan, dapat dikasifikasikan menjadi tiga kategori utama yaitu Farmasetika ( antara lain jenis antibiotika ), Biologik (antara lain vaksin, serum, antiserum) dan premiks.

Pengertian premiks dalam perundang-undangan, terdiri dari feed additive (imbuhan pakan) dan feed suplement (pelengkap pakan). Banyak orang mencampuradukkan pengertian feed additive dan feed suplement. Bahkan di kalangan industri, semua yang dicampur di pakan disebut sebagai feed additive. Untuk memudahkan pengertian, penjelasannya begini. Feed additive atau imbuhan pakan, adalah zat yang dicampurkan di pakan yang merupakan zat yang baru sama sekali. Misalkan pakan ditambah dengan antibiotika yang bisa mempercepat pertumbuhan. Kalau sekarang kita banyak mendengar pembahasan tentang antibiotic growth promoter (AGP), itu adalah antibiotika yang dicampur dalam pakan. Karena di dalam pakan, aslinya tidak ada AGP, maka AGP termasuk kategori feed additive.

Namun jika kita menambahkan zat yang sudah ada di pakan, maka zat itu termasuk feed suppplement (pelengkap pakan). Vitamin sering disebut sebagai Feed Additive, padahal yang tepat adalah feed supplement.

Nah, selain farmasetik, biologik dan premik, ada kategori baru yaitu obat alami dan obat herbal. Obat alami adalah obat-obatan yang dibuat dari bahan alami, baik dari hewan, tanaman maupun dari tanah. Sedangkan obat herbal adalah obat-obatan yang berasal dari zat aktif tanaman.

Kapan Obat Ikan Diberikan?

Bagi dokter hewan, pemberian obat untuk ikan harus melalui tahapan yang benar, yaitu sebagai berikut:

  1. Tegakkan diagnose. Dokter hewan harus dapat menegakkan diagnose, mencari penyebab penyakitnya
  1. Setelah diagnose, langkah selanjutnya adalah menjawab pertanyaan : betulkah diperlukan pemberian obat ?
  2. Jika jawabannya perlu, segera dipilih obatnya , bagaimana memberikannya, berapa lama, serta berapa dosisnya
  3. Perlu dikaji juga bagaimana efek terhadap pemberian obat tersebut.
  4. Tidak kalah pentingnya adalah soal nilai ekonomis, alias berapa harga obatnya. Inilah bedanya pemberian obat untuk manusia dengan obat untuk hewan dan ikan.     Misalnya : ikan sakit karena infeksi kuman maka obat tertentu. Jika harga obatnya lebih mahal dari harga ikan, maka pemberian itu tidak akan dilakukan, perlu dicari alternative solusinya.

Cara Pemberian Obat

Ada beberapa cara pemberian obat ikan yang perlu kita ketahui, yaitu:

  1. Pemberian secara oral (melalui mulut). Dalam hal ini pemberian bisa langsung dicekok, bisa juga dicampur ke dalam pakan
  2. Parenteral (melalui suntikan). Ada beberapa cara pemberian melalui suntikan, yaitu suntikan intra muscular, intra vena serta intra peritoneal
  3. Dipping dan flushing. Pemberian obat ikan juga bisa dilakukan dengan cara dipping (direndam di air) dan Flushing (dicelupkan).

Perlu diperhatikan bahwa meskipun sama-sama diperlakukan pemberian obat dengan cara direndam, tapi gurame dengan ikan mas bida memberikan response yang berbeda. Hal ini kaitannya dengan perbedaan struktur sisik ikan.

Demikian sekilas informasi mengenai obat ikan. Semoga bermanfaat. ***

Drh. Abadi Soetisna, MSi. Pakar Farmakologi Veteriner, IPB, Dewan Pakar Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI)