Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri

Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya pergantian air, risiko masuknya patogen ke dalam tambak yang terbawa bersama air masuk pun ikut berkurang.

Pendekatan sistem nurseri ini difokuskan pada manajemen resiko dan hasil yang konsisten. Konsistensi dan prediktabilitas hasil, bersamaan dengan pengurangan resiko kegagalan akan menjadi lebih besar lagi apabila dilakukan dengan protokol baku dan perbaikan sepanjang waktu.

Secara umum, pemasangan penutup/peneduh di atas kolam tambak dan pengurangan pergantian air menhasilkan penurunan resiko kontaminasi secara drastis. Hal ini sangat meningkatkan prediktabilitas keberhasilan berkat naiknya konsistensi dalam proses budidaya. Secara sederhana kita bisa meringkas hal ini sebagai: Biosekuriti + Konsistensi = budidaya berkesinambungan.

Penerapan sistem nurseri di lokasi tambak akan menurunkan investasi yang dibutuhkan untuk membuat penutup tambak. Hal ini juga bisa menjadi proses pembelajaran bagi petambak untuk mengelola budidaya mereka dalam kondisi pergantian air yang minimal.

Pada saat yang sama, dengan pergantian air yang minimal selama proses nurseri berdampak pada berkurangnya biaya produksi secara umum bila dibandingkan dengan budidaya dengan tingkat pergantian air yang tinggi. Biaya yang lebih rendah dalam konsumsi daya listrik dan pemeliharaan alat, dapat menciptakan alokasi anggaran lain untuk memperoleh pakan kualitas super dan probiotik yang lebih berkualitas.

Rentang waktu budidaya pada percobaan sistem nurseri adalah 30 hari. Durasi tahap nurseri pada percobaan ini ditentukan berdasarkan pada jumlah padat tebar. Metode ini mempertimbangkan dua kriteria penting, yaitu biomasa/bobot udang dan jumlah pemberian pakan.

Secara garis besar, menurut Manuel Poulain, Project Manager (Shrimp Grow-out) INVE Aquaculture Thailand, protokol sisem nurseri diringkas menjadi 10 poin tindakan untuk mendapatkan pengendalian maksimal terhadap bahaya biosekuriti.

  1. Padat Tebar Benur

Pada percobaan ini, protokol mempertimbangkan penggunaan 1 juta benur (ukuran PL10), dengan padat tebar 2 PL/liter dengan mempertimbangkan mortalitas awal sebesar 5% akibat stres karena pengiriman dan saat stock. Angka ini adalah jumlah sebenarnya benur yang ditebar, termasuk setelah ditambah dengan “bonus” benur yang biasanya diberikan oleh hatchery.

Target kelangsungan hidup nurseri secara keseluruhan yang ditetapkan adalah 80% dengan tingkat mortalitas kronis selama molting akibat kanibalisme. Kenyataannya, berdasarkan pengamatan, tingkat kelangsungan hidup ternyata lebih tinggi, yaitu 90%. Untuk menghindari pemberian pakan berlebih (overfeeding), sebaiknya dilakukan pemberian pakan dengan acuan kelangsungan hidup sedikit di bawah standar. Total jumlah udang yang ditebar pada percobaan ini sudah diperhitungkan masih dalam tahap aman sampai masa akhir tahap nurseri, yaitu maksimum pada angka biomasa udang sebesar 2 kg/m3 dan total maksimum pemberian pakan 100 gr/m3.

Artikel Populer:  Pembenihan dan Pembesaran Patin di Pekarangan

Patokannya, perbandingan maksimum antara total biomassa udang dan total pakan yang diberikan adalah 3 kg berbanding 150 gram untuk setiap m3 air tambak per hari. Menurut Manuel Polain, angka tersebut menjadi batas maksimum untuk mempertahankan tingkat resiko kegagalan yang masih dapat diterima. Sebaliknya, bila total biomas udang lebih dari 3 kg untuk setiap m3 air, dan pemberian pakan udang perhari lebih dari 150 gr per m3 air kolam, risiko akan menjadi lebih tinggi karena keterbatasan oksigen terlarut dalam air, ungkap Manuel Polain.

  • Bobot Biomassa Udang

Pertumbuhan udang, terutama tergantung pada kualitas benurnya, genetis dan efisiensi pakan.  Target pertumbuhan harus disesuaikan dengan kondisi benur dan efisiensi pakan yang digunakan. Selama percobaan, pengambilan sampel udang dilakukan setiap 3 hari, minimal 100 udang ditimbang secara massal untuk menentukan berat rata-ratanya.

Pengamatan visual didasarkan pada warna, kekerasan cangkang, tingkat kepenuhan saluran pencernaan (oleh pakan) dan variasi ukuran tubuh udang secara keseluruhan. Aspek yang terakhir sangat penting untuk menentukan apakah udang mendapat pakan dengan benar. Berat udang yang diamati akan dibandingkan dengan asumsi pertumbuhan baku yang ada dalam protokol, dan pemberikan pakan disesuaikan dengan menggunakan baku pertumbuhan tersebut.

  • Standar Pemberian Pakan

Total pemberian pakan perhari dihitung sesuai dengan laju pemberian pakan yang diasumsikan, bersamaan dengan kenaikan baku pemberian pakan selama masa budidaya. Beban pakan yang ditambahkan dalam kolam tetap menjadi faktor utama untuk mengendalikan kondisi lingkungan budidaya.

Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar pakan akan masuk ke dalam air tambak karena larut terbuang di air atau tidak dikonsumsi. Secara tidak langsungnya, hal tersebut karena pencernaan udang yang buruk. Kondisi demikian menyebabkan ekologi air tambak tidak mampu mengatasinya.

Sebaliknya, jika pemberian pakan dikurangi secara drastis, hal ini akan mengakibatkan berkurangnya nutrisi bagi perkembangan organisme yang berperan dalam pengendalian kualitas air. Sehingga, faktor baku peningkatan pakan perhari merupakan kunci untuk menyeimbangkan lingkungan tambak, dimana nitrifikasi multitrofik dan konsentrasi bakteri berhubungan langsung dengan tingkat pemberian pakan.

  • Pemberian Molase

Pada percobaan ini menggunakan 30 liter molase yang ditambahkan dalam tiga tahap. Molase ditambahkan setelah penambahan air untuk menunjang perkembangan bakteri heterotrofik (probiotik) yang bermanfaat. Hal ini sangat penting untuk membentuk “air coklat” (bacterial base) daripada air hijau (fitoplankton base).

  • Diet Pakan yang Diperkaya
Artikel Populer:  Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang

Pakan diperkaya dengan produk INVE: Sanor S-PAK, suplemen yang seimbang, digunakan untuk meningkatkan kesehatan udang. SanorS-PAK diberikan sebanyak 15% dari total pemberian pakan harian. S-PAK diberikan pada dua minggu pertama budidaya yang diberikan pada setiap pemberian pakan pertama di pagi hari.

Aplikasi pemberian diet kualitas sangat tinggi ini akan meningkatkan system kekebalan tubuh dan kekuatan udang secara keseluruhan. Untuk alasan tersebut, S-PAK perlu juga diberikan pada 4 hari terakhir perioda nursery untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh udang dan mempersiapkan udang saat menghadapi stress lingkungan pada saat proses transfer dari kolam nurseri ke kolam pembesaran.

  • Penggunaan Pakan dengan Campuran Probiotik

Penggunaan probiotik merupakan inti dari manajemen mikroba. Dasarnya, strategi kompetisi untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dengan adanya bakteri menguntungkan yang berkompetisi dengan menguasai ruang dan pakan. Dengan demikian, ruang dan pakan menjadi terbatas untuk pertumbuhan bakteri oportunistik dan bakteri patogen.

Prinsipnya, strategi ini bukan untuk menekan Vibrio sp. 100%, akan tetapi untuk menyeimbangkan konsentrasi bakteri tersebut dengan probiotik. Strategi ini bisa mengurangi risiko terjangkitnya wabah penyakit akibat kehadiran bakteri patogen tersebut. Pemberian pakan yang dicampur probiotik dilakukan berdasarkan pada perhitungan 200 cfu/gr pakan. Dosis penggunaan probiotik campur tangan dengan produk SanoliferPRO-2 dengan konsentrasi produk 20 milyar CFU/gr bakteri hidup adalah 10 gram PRO-2 dalam 1 kg pakan udang.

  • Penggunaan Imunostimulan dalam Budidaya

Populasi udang yang tinggi dalam sistem nurseri dapat menyebabkan stress pada udang. Pada kondisi demikian, sangat penting untuk memberikan zat peningkat kekebalan tubuh seperti vitamin C, E, B, mineral dan karotenoid untuk udang. Hal ini bisa dilakukan dengan aplikasi SanoRTOP-S pada pakan udang sebelum diumpankan dengan dosis 10 g/kg pakan. Pemberian imunistimulan ini dapat dilakukan bersamaan dengan pencampuran probiotik pada pakan.

  • Aplikasi Disinfektan dalam Sistem Nurseri

Sebelum tebar benur, sangat penting untuk membersihkan, mengeringkan dan desinfeksi seluruh permukaan kolam dan peralatan tambak. Untuk menjamin pembersihan seluruh biofilm dan spora bakteria, digunakan 1% larutan SanocareRPUR disemprotkan ke semua permukaan kolam dan peralatan kolam. Desinfektan juga digunakan untuk perlakuan awal air dalam kolam. Setelah kolam diisi dengan air, ditambahkan PUR ke dalam kolam sehingga konsentrasi PUR dalam kolam sebanyak 1 mg/mL (1 ppm).

Perlakuan ini akan menurunkan konsentrasi bakteri patogen dalam kolam. Perlu diketahui bahwa pemberian PUR merupakan langkah disinfektasi terakhir tepat sebelum pemberian  perlakuan probiotik (probiotik untuk air budidaya, molase dan aplikasi pakan pertama)  sehingga dapat menginduksi pembentukan biofilm probiotik seimbang dan bermanfaat bagi lingkungan budidaya.

  • Pengkondisian air tambak
Artikel Populer:  Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih

Tahap pengkondisian/penyiapan air dilakukan dengan pencampuran bakteri menguntungkan (probiotik) dengan air yang dirancang untuk mengkolonisasi permukaan/biofilm tambak dan lingkungan air secara keseluruhan. Hal ini juga juga menunjang degradasi dari limbah organik (cangkang/kulit udang, padatan dan bahan yang lain). Dosis aplikasi untuk pengkondisian air tambak ditetapkan untuk menyeimbangkan ekologi mikroba sehingga konsentrasi vibrio diusahakan tertekan pada level aman yaitu pada 500 CFU/mL.

Perlu diperhatikan juga kemungkinan kondisi terburuk dimana waktu multiplikasi vibrio yang hanya 20 menit dibandingkan dengan probiotik terutama bacillus yang butuh waktu 6 jam untuk multiplikasi. Dengan memperhitungkan semua kondisi diatas, pemberian probiotik untuk air tambak dilakukan agar menghasilkan konsentrasi probiotik sebanyak 10.000 CFU/mL air tambak.

Untuk pengkondisian air ini digunakan campuran probiotik: SanolifeRPRO-W dengan konsentrasi 50 milyar campuran bacillus/gr. Dengan konsentrasi tersebut dosis yang digunakan adalah hanya 0.2 g/m3 air. Aplikasi pemberian probiotik pertama dilakukan 6 jam setelah desinfektasi air tambak dengan dosis 0.4 gr/m3 air tambak (konsentrasi bakteri di air tambak  20.000 CFU/mL). Penambahan PRO-W dilakukan 2 kali setiap pekan. Pemberian probiotik diiringi dengan penambahan molase yang disesuaikan dengan waktu pertukaran air tambak.

  1. Mengurangi Pergantian Air

Protokol pergantian air ini ditujukan sebagai pendekatan holistik terhadap pengendalian nitrogen secara multitropik, yaitu melalui kontrol populasi fitoplankton (dengan menggunakan peneduh); dan juga dibantu oleh peran pencernaan nitrogen dari probiotik (peran bakteri heterotrofik) bersama dengan peningkatan proses nitrifikasi autotrofik yang terjadi secara alami (peran bakteri autotrofik). Pergantian air dilakukan dalam protokol sehubungan dengan akumulasi nitrogen dalam air budidaya.

Protokol memberikan prioritas pada biosekuriti di atas konsentrasi nitrogen dalam air budidaya. Untuk alasan ini, batas konsentrasi maksimal yang bisa diterima untuk NH3-N dan NO2-N ditetapkan maksimal sebesar 5 mgN/L. Pada kondisi normal, telah berulang kali dibuktikan bahwa konsentrasi NH3-N dan NO2-N sebesar 5 mgN/L tidak berdampak negative terhadap kondisi kesehatan udang secara keseluruhan.

Pengelolaan kadar nitrogen yang lebih rendah akan membutuhkan volume pergantian air yang lebih tinggi. Saat ini dalam hal manajemen resiko,  bisa dilihat  bahwa resiko kontaminasi pathogen di tambak, yang disebabkan oleh peningkatan volume pergantian air, menjadi terlalu tinggi bila dibandingkan dengan resiko yang yang ditimbulkan oleh tingkat konsentrasi nitrogen dengan batas maksimal yang ditentukan di atas. (Ed: Noerhidajat)

Similar Posts:

    None Found
Artikel Sedang Trending
Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor
    Kontinuitas penyediaan pakan dan sperma ikan kerapu diperlukan, agar produksi benih meningkat dan
Pemijahan benih nila yang baik merupakan salah satu syarat budidaya yang menguntungkan. Benih yang baik
Dikenal sebagai ikan khas pedalaman Kalimantan dan Sumatra, ikan air tawar yang nikmat disantap setelah
Banyak pihak yang mencari teripang, karena harganya yang menggiurkan di pasar lokal sendiri, harga teripang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.