Tips Meningkatkan Hasil Panen Udang Vaname

Oleh:

Bakti Prasetijana

Owner MSO

Usaha budidaya udang kian digemari oleh banyak orang. Alasan utamanya adalah keuntungan yang didapat dari budidaya udang sangatlah besar. Namun, untuk memulai budidaya udang juga memerlukan modal yang juga cukup besar.

Tingginya biaya produksi membuat pembudidaya harus pintar-pintar dalam mengatur strategi agar keuntungan yang didapatkan lebih besar dari modal yang dikeluarkan. Salah satu hal yang harus dilakukan pembudidaya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar ialah dengan meningkatkan hasil panen. Pada tulisan kali ini kami ulaskan mengenai beberapa tips untuk meningkatkan hasil panen udang.

Menerapkan sistem budidaya udang vaname yang berbasis pada ketercukupan nutrisi untuk ke 3 komponen di kolam budidaya, yaitu : udang, bakteri dan phytoplankton. Maka semuanya akan hidup secara sehat dan seimbang sehingga akan tercipta ekosistem kolam budidaya yang bersih, sehat dan stabil (fisikawi; kimiawi dan biologi).

Dengan Sistem MSO, In syaa Alloh akan menaikkan tingkat keberhasilan budidaya yang lebih baik, sampai pada usia 120 hari dengan tanpa kendala berarti. Dikarenakan sistem ini berusaha untuk menciptakan, “Ekosistem air kolam di tambak stabil karena adanya kesetimbangan Bakteri dan Phytoplankton sehingga pH air bisa terjaga antara selama budidaya berlangsung serta dapat mencegah stress pada udang”.

Ada 5 langkah utama untuk meningkatkan kelancaran dan sustainable budidaya udang vaname

  1. Proses Budidaya yang tanpa menggunakan disinfektan (kaporit/tcca/peroksida) dan bahan-bahan kimiawi Iainnya.

Menghasilkan healthy shrimp, mencegah munculnya bakteri (buruk) atau virus yang bermutasi sehingga menjadi lebih kebal terhadap disinfektan kimiawi.

Ramah lingkungan sehingga menjamin keberlangsungan budidaya vaname sepanjang masa.

Karena hasil limbah budidaya yang lebih “blue green” ekologi pada lingkungan pantai di sekitar tambak.

  1. Teknologi yang mudah aplikasinya dan efektif bekerjanya.

Mudah aplikasinya karena semua bahan-bahan aplikasi sudah siap saji tanpa perlakuan yang rumit. High Density Aquaculture and Low Risk, karena semuanya menggunakan sistem pencegahan masalah (preventif) dari pada pengobatan (curatif).

Low Cost dan High Profit, karena dapat menjaga air kolam tetap stabil (nyaman untuk hidup

udang), sehingga menghasilkan survival rate yang tinggi dan pertumbuhan udang akan lebih

maksimal.

  1. Advanced Growth Formula

Sistem Fermentasi Bakteri Bacillus sp dkk; yang dapat menekan tumbuhnya Bakteri Vibrio (kurang dari 10%) dan mampu menguraikan (decomposer) lumpur yang ada di air kolam budidaya.

Maka akan dihasilkan ekosistem yang sehat dan stabil secara fisikawi; kimiawi dan biologi. Sehingga akan menciptakan ekosistem yang nyaman untuk hidup udang.

Aplikasi mineral yang siap pakai dengan dosis dan waktu aplikasi yang tepat guna dan tepat waktu makan akan menjadikan proses moulting udang (ganti kulit) dan pertumbuhan ototnya akan lebih sempurna sehingga udang akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat.

Pemakaian Multivitamin + Amino Acid + Enzyme yang siap pakai untuk meningkatkan stamina dan metabolisme pencernaan udang. Maka nutrisi yang diberikan kepada udang akan dapat terserap denggan sempurna.

Aplikasi Appetite Stimulant (atraktan) pada pakan udang sehingga akan menaikkan nafsu makan udang

Aplikasi Autofeeder dalam memberikan pakan akan lebih efektif dan efisien karena pakan akan ditebar sedikit-sedikit sehingga semua butir-butir pelet akan langsung termakan oleh udang tanpa harus terendam lebih lama di dasar kolam (yang dapat menaikkan nitrogen load, penyebab ekosistem menjadi tidak stabil, akibatnya udang akan stress). Hasilnya pakan udang masih fresh (kadar protein masih tinggi) ketika dikonsumsi oleh udang (growth booster)

Hasilnya pertumbuhan udang vaname akan menjadi lebih maksimal (Faster Growth) karena adanya ekosistem yang sehat dan stabil maka semua nutrisi yang diberikan kepada udang akan terserap lebih sempurna dan akan digunakan sepenuhnya untuk pertumbuhan , bukan digunakan untuk beradaptasi dengan ekosistem yang buruk (sakit)

  1. Integrated Advanced Water Treatment Technology

Menggunakan sistem 3 tahap :

Kolam ke-l : Sistem pengendapan lumpur air limbah (cara fisikawi)

Kolam ke-2 dan ke—3 : Sistem bakteri decomposer + aerasi yang menguraikan limbah secara

biologi

Kolam ke-4 : Sistem kontrol limbah dengan membudayakan ikan sebagai pertanda air sudah

memenuhi standard blue green ekologi. Air limbah tambak sudah siap dialirkan ke lautan

Iepas.

  1. Technical Support

Control System, Sistem kontrol Fisikawi dengan mengecek rutin kadar TOM terIarut (TotaI Organic Matter); warna air dan suspensi air. Dengan secara rutin (2–5 hari sekali) membuang lumpur kolam melalui central drain (melakukan sipon) Sistem kontrol Kimiawi. (Ed: Resti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.