Transformasi Bisnis Akuakultur

Spread the love

 

Caption: Slamet Soebjakto saat mengunjungi booth pameran Indoaqua 2018

Perhelatan Tahunan perikanan budidaya yang bertajuk AQUATICA ASIA & INDOAQUA digelar tiga hari 28-30 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri para stakeholder di bidang perikanan budidaya. Ivent tahunan yang digelar tersebut merupakan rangkaian agenda Kementerian Kekuatan dan Perikanan (KKP).

Hadir Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. Dalam sambutannya, Ia mengatakan komitmennya untuk membangun perikanan berkelanjutan.

Ia berharap pelaku usaha skala besar melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha kecil. Misalnya, dalam bentuk bantuan pemberian benih bandeng ke usaha sekitar.

“Saya melihat beberapa pelaku usaha besar sudah melakukan langkah tersebut,” ujarnya.

Peserta booth yang ikut beragam, mulai dari perusahaan obat ikan, pakan, sampai peralatan sarana dan prasarana perikanan budidaya. Tidak ketinggalan juga, booth diramaikan dari dinas-dinas perikanan setiap daerah.

Slamet mengingatkan, bahwa saat ini kita memasuki industri 4.0. Pihaknya melihat bidang kelautan dan perikanan sudah memulainya dengan beberapa start up dengan berbagai inflasinya.

Menurut dia, penerapan akuakultur atau praktik perikanan budidaya yang berkelanjutan menjadi bagian dari transformasi industri 4.0.

Selain udang, komoditas ekspor perikanan budidaya lainnya seperti kakap putih, kerapu dan rumput laut juga menjadi komoditas perikanan yang paling siap bertransformasi menuju industri 4.0.

Slamet mengatakan, transformasi bisnis akuakultur ke dalam bagian industri 4.0 diharapkan memberi solusi terbaik, khususnya dalam membangun sebuah sistem produksi yang lebih efisien dan terukur mulai dari aspek teknis, manajemen dan penguatan SDM hingga manajemen bisnisnya.

Setidaknya, kata Slamet, ada empat langkah untuk memperkuat daya saing sektor akuakultur dalam era industri 4.0.

Yakni, penciptaan efesiensi dan nilai tambah melalui pembangunan mata rantai sistem produksi akuakultur berbasis teknologi informasi guna menjamin interkoneksi mata rantai bisnis dari hulu hingga hilir secara efisien. Terciptanya sistem logistik yang efisien, efesiensi proses produksi akuakultur, dan perbaikan sistem database bidang akuakultur. (Adit/Resti)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *