Yogyakarta, Indonesia —
Di tengah meningkatnya tekanan penyakit dan fluktuasi kualitas air pada tambak udang intensif, FisTx bersama Unit Kerja Budidaya Air Payau (BAP Samas) melakukan pengujian teknologi Cakra Elektrolisis, sebuah perangkat sterilisasi air berbasis elektrokimia yang dirancang untuk menekan patogen dan meningkatkan stabilitas ekosistem budidaya.
Uji penerapan yang berlangsung selama satu siklus penuh budidaya menunjukkan hasil menjanjikan, terutama terkait pengendalian Vibrio spp., peningkatan ORP, serta perbaikan performa dan efisiensi pakan.
Apa Itu Cakra Elektrolisis? Teknologi Elektrokimia untuk Air Tambak Modern
Cakra Elektrolisis merupakan inovasi pengolahan air yang bekerja dengan memanfaatkan arus listrik untuk memecah ion klorida (Cl⁻) menjadi asam hipoklorit (HOCl) dan oksidan aktif lainnya. HOCl adalah disinfektan alami yang efektif menekan bakteri patogen seperti Vibrio, namun aman bagi udang dan tidak meninggalkan residu berbahaya.
Teknologi ini membantu petambak mengurangi ketergantungan pada bahan kimia seperti kaporit dan klorin, sekaligus meningkatkan stabilitas kualitas air selama masa pemeliharaan.
Sterilisasi Air Tanpa Bahan Kimia: Pembuktian di Lapangan
Cakra Elektrolisis bekerja dengan memanfaatkan arus listrik untuk memecah ion klorida (Cl⁻) menjadi asam hipoklorit (HOCl) dan oksidan alami lainnya. Senyawa aktif ini berperan sebagai desinfektan kuat yang mampu menurunkan bakteri patogen seperti Vibrio spp. tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Uji lapangan selama satu siklus di BAP Samas menunjukkan hasil yang menonjol.
Menurut Arga Kurniawan, S.Pi, Kepala BAP Samas:
“Alat ini mampu menurunkan Vibrio baik di air maupun di hepatopankreas, sehingga meningkatkan survival rate udang hingga lebih dari 95%.”
Selain penurunan patogen, peningkatan kualitas air tampak dari stabilnya ORP, menurunnya amonia, serta respon pertumbuhan udang yang lebih konsisten.
Inovasi Lokal untuk Tantangan Nasional
CEO FisTx, Rico W. Wibisono, menekankan bahwa teknologi ini lahir dari kebutuhan industri terhadap solusi sterilisasi air yang lebih aman, efisien, dan ekonomis:

“Kami ingin memberikan alternatif yang jauh lebih sehat dibanding penggunaan bahan kimia. Air tidak hanya harus bersih, tetapi juga aktif melindungi. Dengan Cakra Elektrolisis, petambak bisa meningkatkan biosekuriti tanpa meninggalkan residu yang merugikan lingkungan.”
Teknologi ini dikembangkan sebagai infrastruktur lokal yang dapat diterapkan di berbagai skala tambak — dari intensif hingga super intensif.
Sejalan dengan Pandangan Ahli Nasional
Dorongan terhadap teknologi air non-kimia juga di gaungkan oleh pakar budidaya udang Indonesia, Dr. Hasanuddin Atjo. Dalam tulisannya mengenai “Pasca-isu radioaktif dan antibiotik, industri udang harus berbenah total”, ia menekankan urgensi modernisasi sistem sterilisasi air:
“Teknologi treatment air baku untuk budidaya harus menjadi perhatian serius. Inovasi untuk menciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah—seperti teknologi UV dan elektrolisis—perlu terus didorong agar industri tidak lagi bergantung pada bahan kimia.”
Insight ini memperkuat arah pengembangan Cakra Elektrolisis sebagai solusi strategis untuk meningkatkan resilience budidaya udang nasional.
Untuk informasi teknis lebih detail, konsultasi kebutuhan tambak, atau permintaan demonstrasi teknologi, pelaku usaha dapat menghubungi tim FisTx melalui kanal resmi atau website FisTx Indonesia.

