Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja

Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga tahun 2016, tercatat oleh FAO bahwa Indonesia telah mampu memproduksi 5 juta ton ikan (tidak termasuk rumput laut) yang mencakup berbagai macam spesies ikan air laut, tawar, maupun payau. Budidaya ikan di dalam keramba jaring apung (KJA) HDPE adalah salah satu cara yang paling konsisten untuk memproduksi ikan dalam jumlah besar. KJA HDPE yang tahan ombak dan ramah lingkungan adalah kunci dari praktek budidaya ikan yang berkelanjutan dan…

Read More

Teknologi “Nano Bubble” dalam Budidaya Perikanan

Tingkatkan pertumbuhan ikan dan udang dengan teknologi nano bubble. Teknologi gelembung halus “nano bubble” diklaim mampu meningkatkan pertumbuhan ikan hingga 40 persen dari bobot biasa. Teknologi Nano Bubble untuk perikanan bisa mempercepat pertumbuhan ikan sampai 40 persen. Menurut pemaparan LIPI, misalnya, diaplikasikan ke ikan sidat, kalau pakai air biasa, pertumbuhan ikan 3 bulan hanya mencapai 1 kg, kalau dengan bubble bisa mencapai 3-4 kg. Teknologi nano bubble dapat diaplikasikan di berbagai sektor, seperti tanaman, perikanan dan peternakan. Hal tersebut bisa terjadi, sebab menurut Johan, Bussiness Development Manager PT Maxima Arta…

Read More

Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi

Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia setelah panen kerapu di Pangandaran yang diprakarsai oleh Aquatec dan UNPAD. Rektor Universitas Padjadjaran (UNPAD) Prof. Tri Hanggono Achmad bersama pimpinan dan Dekan melakukan panen ikan kerapu di keramba jaring apung (KJA) sekaligus peresmian pilot project di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Senin (15/10) lalu. Dalam sambutanya, Rektor UNPAD mengapresiasi capaian program ini. Tri berharap, agar kerjasama ini terus ada dan semakin meluas dengan keikutsertaan dari…

Read More

KJA Buatan Indonesia, Go Internasional!

Ada ada yang lebih bagus dari KJA buatan anak negeri? Yang lebih mahal banyak. Melanjutkan peluncuran produk keramba jaring apung (KJA) offshore di ‘Offshore Mariculture Conference Asia 2018’ di Singapura, kini KJA asli buatan anak negeri meluncurkan produknya di ‘The 5th China International Aquatic Products Expo 2018’ (atau Aquatic Expo) di Zhanjiang pada tanggal 18-20 Juni 2018. Pameran berskala internasional ini diprakarsai oleh kota Zhanjiang serta asosiasi-asosiasi perikanan China maupun Internasional, bertemakan “Better Aquatic Products, Better Life”, dan merupakan pameran perikanan terbesar ke-4 di dunia dan terbesar ke-2 di China.…

Read More

Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas

Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung (KJA) HDPE modern untuk menggarapnya, dan perusahaan dalam negeri sudah mampu memproduksi KJA offshore submersible. Seiring dengan seruan Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan potensi laut Indonesia, potensi budidaya ikan laut baik pesisir maupun laut lepas (offshore) harus digarap. Indonesia memiliki beragam komoditas yang menarik seperti ikan kerapu, kakap putih, bawal bintang, bubara, bandeng, dan bahkan tuna sirip kuning. Untuk menggarapnya dibutuhkan alat yang disebut dengan…

Read More

Peralatan kolam ikan sistem resirkulasi

Kolam ikan sistem resirkulasi atau lebih dikenal resirculation aquaculture system (RAS) tengah naik daun. Pasalnya, kolam sistem ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah faktor lingkungan dapat dikendalikan, kualitas air terjaga, tidak mencemari lingkungan, dapat diintegrasikan dengan usaha lain misalnya hidroponik, menghemat penggunaan air, dan masih banyak lagi. Pada kolam yang menerapkan sistem resirkulasi, air buangan yang berasal dari kolam atau tambak tidak dibuang, akan tetapi dialirkan kembali ke dalam kolam tersebut. Tentu saja, air yang dimasukkan kembali tersebut sudah mengalami beberapa tahap pengolahan. Hal ini untuk mengembalikan dan menjaga…

Read More

Posisi Pas untuk Kincir dan Anco

Sekilas, memilih posisi kincir tambak dan anco tampak mudah dan asal saja. Padahal, posisi ikut menentukan prestasi produksi. Dalam budidaya udang, keberadaan kincir tambak dan anco sudah menjadi kebutuhan. Tingkat penggunaan kedua peralatan tambak ini masih mendominasi, meskipun terdapat jenis peralatan lain yang memiliki fungsi sama. Dalam budidaya intensif, terutama tambak dengan padat tebar udang yang tinggi, keberadaan kincir tambak diperlukan untuk menyuplai dan mendistribusikan oksigen ke seluruh lapisan air. Adapun anco digunakan sebagai wadah untuk pakan udang. Di sinilah udang menghabiskan waktu untuk menikmati makanan yang diberikan oleh petambak.…

Read More

Kincir pada Budidaya Udang

Penggunaan Kincir Paddle Whell dan Kincir berangkai Lpg pada budidaya udang vaname  Budidaya udang merupakan budidaya potensial dalam akuakultur, apalagi jika berhasil memanen udang dalam ukuran besar. Untuk mendapatkan hasil seperti itu perlu mengoptimalkan luas tambak, jumlah tebar, kualitas benur, pemberian pakan, faktor lingkungan dan juga peralatan. Koordinator  Instalasi Tuban, Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Achmad Nur Mei mengungkapkan bahwa dirinya sudah setahun lebih membudidayakan udang vaname menggunakan peralatan kincir paddle whell. Ada 12 kincir untuk luas 2.200 m dan 8 kincir luas 1.400 m, dengan padat tebar…

Read More

Kenali Alat Produksi Fitoplankton

Memberikan pakan berkualitas adalah hal yang wajib diberikan untuk benih ikan maupun benur. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan buatan (pellet) maupun pakan alami seperti fitoplankton dan zooplankton. Perekayasa Madya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Umar Rifa’i mengatakan, pengunaan pakan alami pada unit pembenihan merupakan sumber pakan utama bagi larva-larva ikan laut. “Fitoplankton berfungsi sebagai sumber pakan utama untuk rotifer dan sebagai green water pada bak-bak pemeliharaan larva,” tambahnya. Lanjut Umar, kebutuhan fitoplankon di BPBL Ambon diperuntukkan untuk beberapa jenis benih ikan yang telah berhasil dikembangkan seperti Ikan kerapu…

Read More

Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau

Meskipun survival rate (SR) yang didapatkan masih sangat rendah, BBPBAP Jepara mampu memproduksi benih kepiting bakau (Scylla sp.) sekitar 25.000—30.000 ekor crablet per siklus produksi. Sementara benih rajungan yang dihasilkan 100.00 ekor crablet per siklus. Apa saja sarana yang dibutuhkan? BBPBAP Jepara sudah mengembangkan pembenihan kepiting bakau dari tahun 1994 dan menerima penghargaan dari Presiden Soeharto, presiden RI saat itu. Selanjutnya, pengembangan terus dilakukan hingga tahun 2000 dengan melakukan kerjasama penelitian di bidang pembenihan kepiting bakau bersama Belgia. Sempat dihentikan pada tahun 2009, kegiatan ini diaktifkan kembali pada tahun 2015…

Read More