Plastik geomembrane menjadi suatu komponen yang penting dalam dunia pertambakan. Pasalnya, plastik geomembrane sudah sering digunakan oleh para petambak udang maupun ikan sebagai alas tambak.
Geomembrane sendiri merupakan lembaran yang terbuat dari bahan High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE) dengan kepadatan yang tinggi serta memiliki struktur yang fleksibel dan kedap air. Plastik geomemberane dikenal memiliki daya tahan tinggi, sehingga penggunaannya dapat berlangsung cukup lama.

“Manfaat yang diperoleh petambak dengan menggunakan plastik geomembrane yakni efektifitas dan efisiensi,” ujar Anand Yulianto, Marketing Executive PT Hidup Baru Plasindo.

Anand mengatakan, efektifitas penggunaan plastik geomembrane meliputi pengaplikasian dan pemasangan yang mudah pada tambak udang dan menjaga kualitas air, karena geomembrane tidak mengandung bahan yang berbahaya yang dapat mencemari tambak serta mampu menyesuaikan dengan kontur sehingga sangat efektif untuk diaplikasikan di berbagai bentuk kolam.
Kemudidan mengenai efisiensi penggunaan plastik geomembrane, tambah Anand, adalah durabilitas yang tahan lama sehingga sangat efisien dari segi biaya bagi para petambak, perawatan yang mudah sehingga tidak perlu dilakukan pergantian alas tambak setip kali panen.
Plastik geomembrane memiliki sifat yang mampu membantu menahan erosi tanah sehingga menghemat biaya petambak dalam renovasi, mempermudah pada waktu panen karena tidak terdapat kontaminan seperti rumput atau kotoran tanah dan lain sebagainya.
Menurut Anand, penggunaan plastik geomembrane dapat meningkatkan nilai budidaya tambak udang yang bersinergi dengan kenaikan jumlah hasil panen udang. Karena proses perawatan tambak setelah panen relatif lebih mudah dan cepat, sehingga hemat waktu, yang berdampak pada lebih cepat untuk berbudidaya kembali.
Penggunaan plastik geomembran tidak bisa sembarangan, kata Anand, mengenai ketepatan dalam pemilihan jenis geomembrane (LDPE/HDPE dan ketebalan) yang disesuaikan dengan kontur, tekstur dan kondisi lahan.
Plastik geomembrane dipasang atau diaplikasikan oleh teknisi/aplikator yang tepat sehingga dalam proses pemasangannya sesuai dengan standar yang ditetapkan (rata dan minim lipatan).

Anand menjelaskan, perawatan dan pembersihan yang rutin dilakukan setiap kali habis dipanen, dengan cara dibersihkan menggunakan air mengalir dan sikat halus. Kemudian, dilakukan perbaikan atau penambalan apabila terjadi kerusakan yang disebabkan benda tajam, api, ataupun hewan liar.
“Sebagai catatan, jika geomembrannya terbuat dari bahan dasar biji plastik murni akan lebih mempermudah proses perbaikan. Dihindarkan dari kontak dengan benda tajam atau api karena bahan dasar dari geomembrane adalah plastik,” tutur Anand.
Menurut Anand, tidak ada perbedaan berarti dari jenis plastik geomembrane untuk peruntukan ikan atau udang, yang membedakan adalah kebutuhan petambak dari sisi harga, ketebalan (berapa micron) dan jenis/kontur lahan (LDPE/HDPE).
Plastik geomembrane diketahui lebih baik bila dibandingkan dengan terpal maupun plastik-plastik lainnya yang biasa digunakan dalam usaha budi daya perairan. “Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih plastik geomembran yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dalam berbudidaya, yaitu awet, kuat, mudah disambung,” pungkas Anand. (Adit)

