Protease Tingkatkan Kecernaan Protein pada Udang

Protease dalam formulasi pakan, dongkrak keuntungan dan lebih ramah lingkungan

Dalam budidaya akuakultur, termasuk budidaya udang, pakan memegang peranan yang sangat penting. Pasalnya, pakan memegang porsi lebih dari 50% dari total biaya produksi budidaya. Tidak hanya dari aspek biaya, pakan juga berperan dalam keberhasilan budidaya.

Saat ini, kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih pasca-pandemi Covid-19 yang masih membekas. Semua segmen bisnis, tak terkecuali bisnis akuakultur, dalam hal ini udang, juga masih dalam bayang-bayang proses pemulihan pandemi. Mengingat kondisi akibat pandemi belum sepenuhnya pulih, hal ini berdampak pada sektor budidaya udang, termasuk pada aspek ketersediaan pakan udang yang terjangkau.

Dibandingkan dengan industri lainnya, akuakultur terbilang industri yang masih seumur jagung. Sehingga diperlukan berbagai peningkatan dan perbaikan di berbagai aspek. Dalam dua puluh tahun terakhir, pelaku bisnis bisa mendapatkan keuntungan dengan mengelola bisnis secara sederhana jika dibanding dengan budidaya hewan darat. Akan tetapi, kondisi sekarang berbeda jauh. Pelaku bisnis akuakultur dan udang harus memutar otak lebih keras untuk menjaga roda bisnisnya tetap memberikan keuntungan. Ada beberapa strategi yang dapat ditempuh, di antaranya adalah domestikasi spesies baru untuk diversifikasi produk baru. kedua, yaitu dengan melakukan diversifikasi pasar untuk meningkatkan harga jual yang bagus. Yang terakhir adalah dengan melakukan efisiensi biaya dalam budidaya,  dalam hal ini adalah ongkos untuk energi dan biaya pakan.

Kondisi perekonomian yang belum pulih ini membuat pelaku bisnis akuakultur melakukan berbagai upaya efisiensi dan pengurangan biaya produksi, di antaranya biaya pakan. Salah satu alternative yang menjadi pilihan adalah penggunaan protease dalam pakan udang. Alternative ini menjadi salah satu pilihan rasional untuk meningkatkan profitabilitas dan produksi. Pasalnya, dengan protease, biaya pakan dapat ditekan tanpa mengorbankan tingkat pertumbuhan udang.

Protein, nutrisi pakan yang paling mahal

Protein memegang peranan sangat penting dalam pakan udang karena menyangkut tingkat pertumbuhan udang budidaya. Di samping itu, protein juga dapat menjadi sumber energi bagi udang. Rumus yang berlaku umum yaitu, tingkat protein tinggi, tingkat pertumbuhan udang tinggi. Dengan jargon ini, tidak heran, banyak petambak udang berlomba-lomba untuk menggunakan pakan berprotein tinggi.

Dalam beberapa kasus, asumsi ini terbukti, dengan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dari strain genetik terpilih yang dibudidayakan. Namun, penting diingat, semakin tinggi kandungan protein dalam pakan, semakin mahal harga pakan tersebut. Pasalnya, protein dalam komposisi pakan memakan porsi 42 hingga 45% dari biaya formulasi.

Protein tersusun dari rantai 22 asam amino yang terhubung oleh ikatan peptida. Pada umumnya, hanya asam amino bebas dan sebagian kecil peptida yang dapat diserap oleh mukosa usus. Sementara itu, peptide yang berukuran besar diekskresikan dari tubuh dan bagian dari protein yang tidak tercerna. Secara umum, protein hewani terdiri dari rantai protein lebih pendek dibandingkan dengan protein nabati. Sehingga, protein hewani lebih mudah dicerna oleh tubuh udang.

Kandungan asam amino pakan

Para ahli gizi kerapkali melihat kandungan protein saat mengevaluasi pakan, baik dari segi kualitas maupun harga. Akan tetapi, kandungan protein kasar bukan aspek yang terpenting. Sebenarnya, faktor yang lebih penting dari kandungan protein kasar adalah komposisi asam amino dalam protein yang dapat dicerna.

Pasalnya, tidak semua protein mudah dicerna di dalam tubuh udang. Protein jenis ini hanya ‘numpang lewat’ tanpa memberikan asupan gizi. Sehingga, keberadaannya malah menimbulkan masalah lingkungan karena tingginya kandungan nitrogen dalam air limbah budidaya.

Asam amino dalam protein dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi di dalam tubuh hewan. Sehingga, asupan asam amino jenis ini sangat penting agar pertumbuhan udang tidak terganggu. Berbeda dengan asam amino jenis ini, asam amino non-esensial dapat disintesis di dalam tubuh.

Mengenal protease lebih dekat

Herve Lucien Brun, yang menjabat sebagai Jefo Aquaculture Specialist, Jefo Nutrition mengungkapkan, protease adalah sejenis enzim spesifik yang dapat mengurai atau memecah molekul protein menjadi beberapa senyawa asam amino atau peptida kecil sehingga dapat langsung diserap di dalam pencernaan udang. Dengan kata lain, enzim ini membantu tingkat kecernaan protein di dalam sistem pencernaan udang.

Dalam kondisi normal, setiap protease bersifat khusus untuk setiap jenis asam amino. Akan tetapi, AG175 bukan merupakan satu jenis enzim, akan tetapi tiga kelompok aktivitas enzim, sehingga efisiensinya lebih tinggi. Dengan demikian, semakin banyak jenis protein yang terserap, artinya, semakin baik tingkat pertumbuhan udang.

Mekanismenya, ketika protease akan bekerja ketika kontak dengan substrat yang akan dihidrolisis, baik di dalam atau pun di luar pencernaan udang. Akan tetapi, kondisi di dalam pencernaan selalu lebih optimal bagi protease untuk bekerja lebih baik karena adanya suhu, pH, dan kondisi lainnya yang mendukung.

AG 175 sebagai sumber protease, merupakan jenis kompleks enzim tahan terhadap suhu yang unik dalam sektor akuakultur. Karena stabilitas terhadap suhunya, kompleks enzim ini dapat dicampur dengan vitamin, mineral, dan premiks dan bahan baku sebelum proses pencetakan pellet.

Dengan keunikan ini, AG175 sangat tepat untuk dicampurkan dengan pakan, dan tingkat kehilangannya hampir dapat diabaikan. Sejumlah penelitian membuktikan, termasuk data yang diperoleh dari penelitian di Indonesia, penggunaan kompleks enzim ini dapat meningkatkan pertumbuhan udang dan keuntungan bagi pembudidaya.

Protease, enzim penting pemecah protein

Protease bersifat spesifik dan istimewa membelah rantai peptida pada posisi yang tepat antara asam amino tertentu. Dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak berlaku, atau bahkan bisa lebih spesifik. Dengan demikian, alaminya, setiap spesies mempunyai kumpulan protease spesifik yang tersedia sesuai dengan makanan alaminya.

Akan tetapi, akibat makanan yang mengandung protein berkualitas semakin berkurang, semakin mahal, dan desakan untuk menurunkan biaya produksi, para ahli gizi pakan terpaksa menggunakan bahan protein alternative. Kerapkali, sumber protein yang lebih murah diperoleh dari sumber nabati. Dengan biaya yang murah, penggunaan protein nabati semakin umum di bisnis akuakultur.

Di sisi lain, sumber protein nabati juga mengandung faktor anti-gizi tertentu. Sehingga, hal ini membuat tingkat kecernaannya lebih rendah. Di samping itu, secara alami, organisme laut, payau, seperti udang tidak mempunyai jenis protease yang diperlukan untuk mencerna protein tumbuhan terestrial. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan protease eksogen dalam formulasi pakan dapat berkontribusi secara efektif dengan meningkatnya kecernaan protein ini.

Protease dongkrak keuntungan finansial

Sejumlah penelitian membuktikan, penggunaan protease dalam udang dapat mengurangi kebutuhan kandungan protein kasar tanpa berdampak buruk pada tingkat pertumbuhan. Hal ini berbanding lurus dengan pengurangan biaya produksi, sehingga meningkatkan margin keuntungan pembudidaya. Beberapa studi di antaranya dilakukan di Ekuador pada udang vaname. Hasilnya, penggunaan protease ini dapat meningkatkan margin pada petambak secara signifikan.

Percobaan kedua, masih dilakukan di Ekuador, dilakukan di tambak seluas 4,2 ha selama 140 hari. Udang di dua tambak diberi pakan komersial dengan 35% kandungan protein kasar. Sementara itu, udang di kolam lainnya diberi pakan komersial dengan kadar protein kasar 28%, kemudian dicampurkan dengan 175ppm protease Jefo Pro Solution. Kedua jenis pakan tersebut sama-sama diproduksi pabrik pakan Ekuador.

Berdasarkan hasil studi ini, udang pada kedua kolam tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Bahkan, udang di kolam kedua yang diberi pakan dengan kandungan protein kasar 28% dan protease Jefo ProSolusi, memberikan margin lebih tinggi. Persentasenya hampir 62% dibandingkan dengan udang yang diberi pakan dengan kandungan protein lebih tinggi (35%). Hal ini bisa dilihat di dalam gambar 1 di bawah ini.

Protease tingkatkan kecernaan protein pada udang

Beberapa penelitian membuktikan, penggunaan protease pada pakan udang dapat meningkatkan tingkat kecernaan protein. Sehingga, hal ini dapat memperbaiki tingkat pertumbuhan udang. Ini juga menjadi kabar gembira bagi pembudidaya.

Pasalnya, penggunaan protease menawarkan penurunan biaya pakan lebih murah karena penggunaan protein berbasis nabati. Seperti diketahui, harga protein nabati dalam bahan baku pakan jauh lebih murah dibanding protein hewani. Yang penting, peracik pakan harus memastikan, asam amino esensial ada di dalam sumber bahan baku pakan yang diberikan untuk udang.

Penggunaan protease ramah lingkungan

Saat ini, isu lingkungan menjadi perhatian banyak kalangan, termasuk konsumen dan pembudidaya. Dalam budidaya, petambak tidak hanya dituntut untuk menimbang untung rugi secara finansial, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan dalam budidaya. Kabar baiknya, penggunaan protease tidak hanya berdampak positif terhadap penurunan biaya produksi dari pakan, tetapi juga dapat menjadikan budidaya lebih ramah lingkungan.

Pasalnya, dengan penggunaan protease dalam formulasi pakan, efisiensi penggunaan nitrogen dalam protein akan meningkat karena meningkatnya angka kecernaan protein. Dengan demikian, nitrogen yang tersisa atau terbuang ke lingkungan perairan akan lebih rendah sehingga dapat menjaga kualitas air lebih baik lagi. (Noerhidajat/Adit/Resti)

banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.