Penambahan Mineral Berimbang untuk Mengurangi Stres dan Meningkatkan Produktivitas Panen Udang Litopenaeus vannamei

Agus Suryadi

Kemin Aquascience™ Indonesia Technical Support

[email protected]

Pendahuluan

Produksi udang vannamei (Litopenaeus vannamei) yang ditargetkan KKP Tahun 2024 sebesar 2 juta Ton cukup menantang untuk dijalani namun tentu saja tidak lepas dari beberapa kendala yang harus dihadapi dalam membudidayakannya. Kegagalan panen akibat serangan penyakit atau mortalitas akibat stress masih menjadi isu utama dalam mencapainya. Dimana kondisi udang stres merupakan triger bagi masuknya penyakit infektif selanjutnya. Salah satu penyebab stress pada udang adalah akibat adanya ketidakseimbangan mineral dalam air.

Mineral merupakan unsur penting dari struktur kerangka dan jaringan lunak terutama saat pembentukan kitin pasca molting. Mineral memainkan peranan penting dalam pemeliharaan tekanan osmotic, dan dengan cara ini mengatur pertukaran air dan larutan dalam tubuh hewan. Mineral juga berperan penting dalam keseimbangan asam-basa tubuh, serta juga mengelola pH hemolim.

Kelenjar Antenna Sebagai Portal Masuk WSSV Akibat Mineral Tidak Seimbang

Perubahan salinitas yang mendadak karena curah hujan yang tinggi berakibat terjadinya perubahan komposisi mineral di air kolam. Maka dalam kondisi ini kerja osmoregulasi menjadi meningkat melalui lalu lintas ionik dari dan kedalam tubuh udang. Seiring dengan musim hujan ini penyakit yang sering muncul adalah WSSV. Diketahui bahwa kelenjar antena merupakan tempat masuknya WSSV ke dalam udang yang menyebabkan infeksi. Studi ini mengkonfirmasi rute infeksi baru WSSV akibat stres salinitas atau perubahan keseimbangan mineral di air. Data ini akan memberikan informasi yang berguna untuk pengembangan strategi pencegahan dan pengendalian WSSV (Liu et al.  2021) yaitu dengan membuat kondisi mineral di air agar tetap seimbang.

Kondisi mineral yang seimbang diperlukan didalam air untuk mendapatkan produksi udang yang baik. Keseimbangan mineral yang optimal adalah sama dengan rasio mineral yang ditemukan di laut.

Dwiono et al (2018) melaporkan bahwa ketidakseimbangan ratio Na/K=45,2 dalam air, mengakibatkan udangnya  memiliki konsentrasi glukosa hemolim lebih tinggi yang mengindikasikan bahwa udang kolam tersebut terpapar stress dan hepatopankreasnya mengalami beberapa kelainan berupa atrofi tubulus, sloughing cell, dan penurunan jumlah sel sekretori.

Mineral Yang Baik Untuk Plankton Yang Baik

Dalam budidaya udang konvensional, Diatom berperan sebagai fitoplankton yang bermanfaat. Namun, diatom membutuhkan mineral yang lebih kompleks daripada jenis fitoplankton lainnya. Karena strukturnya yang kompleks dan pigmennya berbeda. Selain Silika (Si) yang merupakan mineral inti dalam struktur diatom, terdapat 2 trace mineral utama yang berperan sebagai faktor pembatas dalam diatom, yaitu Besi (Fe) dan Mangan (Mn).

Glukosa Hemolim Sebagai Parameter Stres Udang

Salah satu indikator stress pada udang dapat dilihat pada kandungan Glukosa Hemolim (Pratiwi et al, 2016). Kondisi ini mempengaruhi proses fisiologi dan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Kondisi tersebut terjadi ketika udang berada pada kondisi lingkungan yang mengalami perubahan di luar batas kemampuan toleransi fisik, disaat itu ada pemanfaatan energi dari proses glikolisis yang diatur oleh Crustacean Hyperglycemic Hormone (CHH) yang berfungsi meningkatkan kadar glukosa hemolim yang berperan sebagai umpan balik negatif untuk mempertahankan homeostasis di dalam tubuh (Fendjalang et al. 2016) dimana dilaporkan juga bahwa glukosa hemolim udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan padat tebar lebih rendah memiliki nilai yang lebih rendah juga yang berarti dalam tingkat stres yang lebih rendah maka glukosa hemolim akan rendah juga.

Produk Mineral Berimbang

Dengan mengggabungkan beberapa potensi manfaat unsur makro dan mikro mineral, Kemin Aquascience mengembangkan suatu produk Mastermin yang terdiri dari mineral yang berimbang dari masing-masing peran unsurnya. Kombinasi eksklusif dari kedua mineral makro (Ca, Mg, P, K dan Na) dan mikro (Zn, Cu, Mn, Co, Fe dan Si) Hasil uji coba produk di tambak Probolinggo Tahun 2021 menunjukkan bahwa dengan aplikasi mineral yang tepat dapat menekan tingkat stress udang dengan indikasi nilai glukosa hemolim yang lebih rendah dibanding control, dan menghasilkan performa panen yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *