Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada 2016
melakukan Ekspedisi Oseanografi Indonesia Bagian Timur dengan
menerjunkan lebih dari 25 peneliti di bidang oseanografi. Jalur
ekspedisi meliputi Laut Banda, Laut Maluku, Selat Makasar dan Selat
Lombok yang merupakan salah satu basin (lembah) laut dalam di perairan
Indonesia bagian Timur. Dimana basin tersebut memiliki peranan penting
dalam pertukaran massa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.
Ekspedisi ini merupakan langkah penting untuk menghadapi fenomena
perubahan iklim secara ekstrim (monsun) di tenggara yang terjadi pada
Juli hingga September. Pada periode itu, angin permukaan di Laut Banda,
Laut Maluku, Selat Makassar dan Selat Lombok berhembus ke arah barat
laut yang menyebabkan suhu permukaan air laut lebih dingin dan
terjadinya upwelling. Sebaliknya, pada saat monsun barat (November –
Maret) angin permukaan berhembus ke tenggara, suhu permukaan air laut
lebih hangat dan mengurangi transpot arus lintas Indonesia (Arlindo).
Terjadinya perubahan iklim dan dampaknya terhadap budidaya udang
di Indonesia perlu diketahui oleh pembudidaya udang, kalangan industri
pendukung dan semua stakeholder perudangan, termasuk kalangan peneliti/akademisi. Untuk itu Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO) bekerja sama dengan majalah Info Akuakultur akan menyelenggarakan Seminar Nasional “Dampak Perubahan Iklim Terhadap Budidaya Udang di Indonesia” . Acara akan berlangsung pada:
Hari/Tanggal : Selasa, 22 Oktober 2019
Waktu : 08.30 – 13.30 WIB
Tempat : Gedung BPPT Lt. 3
Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat
Seminar rencananya akan dibuka oleh kepala BPPT Bapak Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc dan menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya .
Narasumber:1. Dr. Andi E Sakya, M.Eng (BPPT)
Perekayasa Ahli Utama di Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca
(BB-TMC), merangkap sebagai Tenaga Ahli Kepala BPPT di bidang
Kebencanaan, penasihat Menteri Perhubungan di Bidang Meteorologi
Klimatoligi dan Geofisika serta Sekretaris Dewan Riset Nasional.
2. Dr. Albertus Sulaiman
Bekerja di Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah, BPPT,
Ahli Bidang Analisis Dampak Lingkungan dan Konsultan Kelautan dan
Pesisir.
3. Dr. Fadli Syamsudin. staf profesional untuk Program Oceanography di BPPT.
4. Dr. Yusuf S. Djajadihardja Perekayasa
Ahli Utama sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Infrastruktur
Informasi Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) yang sebelumnya
bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).
5. Sidrotun Naim, Ph.D, M.P.A
Pakar penyakit udang, Direktur Pusat Studi Budidaya Berkelanjutan dan Patologi (AquaPath), penerima penghargaan UNESCO-L’Oréal For Women in Science, Tim Ahli Penyakit Udang KKP, dosen di Surya University.
Moderator: Ir. Maskur MSi
Perekayasa Ahli Utama BBPBAT Sukabumi, Mantan Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan KKP, Ketua Umum Indonesian Network for Fish Health Management (INFHEM)
Materi seminar:
- Climate Change and Ocean Hazards (Dr. Andi E Sakya, M.Eng)
- Mengenal Gelombang Internal dan Dampaknya pada Aquaculture (Dr. Albertus Sulaiman)
- Dampak Perubahan Iklim Regional dan Arus Lintas Indonesia pada Produktivitas Sumberdaya Perikanan di Perairan Selatan Jawa (Dr. Fadli Syamsudin dan Dr. Yusuf S. Djajadihardja)
- Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Penyakit Udang di Indonesia (Sidrotun Naim, P.hD, M.P.A)
Informasi & Pendaftaran :
Rp. 400.000/orang untuk umum
Rp. 350.000/orang (Khusus Anggota HIMPERINDO)
Peserta mendapatkan : snack, lunch dan sertifikat
Hubungi GITA EO HP/WA: Ayunil Dera (0812 1227 2678) atau email ke: marketinggita2018@gmail.com atau reply email ini .
Pembayaran transfer ke rekening a.n PT. Gallus Indonesia Utama
⦁ BCA 733.030.1681 KCP Cilandak KKO 1
⦁ Bank Mandiri 126.000.2074.119 Cab. Jakarta Ragunan
⦁ Bayar di tempat (konfirmasi terlebih dahulu)
DEADLINE konfirmasi 15 Oktober 2019
Demikian undangan ini kami sampaikan. .
Hormat kami,
Majalah Info Akuakultur
Pemimpin Umum
Bambang Suharno
Tembusan Yth.
– Ketua Umum Himperindo , Dr. Ir. I Nyoman Jujur, M.Eng


