Serangan wabah Covid-19 yang tengah dirasakan oleh Indonesia saat ini, dikhawatirkan bisa menghancurkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada usaha kelautan dan perikanan, terutama pada subsektor perikanan budidaya nasional.
Perikanan budidaya menjadi andalan untuk lima tahun ke depan, setelah Pemerintah Pusat menetapkan sebagai sektor andalan roda ekonomi baru yang dikembangkan melalui inovasi riset agar terbangunnya kampung kampung teknologi . Untuk bisa melindungi rencana tersebut, produksi dari hulu hingga hilir harus bisa tetap terjaga di tengah pandemi global akibat Covid-19.

Upaya untuk menjaga keberlangsungan UMKM perikanan budidaya itu, adalah dengan mendorong para pembudidaya skala kecil untuk menggunaan pakan ikan hasil produksi pakan mandiri yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
APMN (Asosiasi Pakan Mandiri Nasional) hadir sebagai salah satu wadah bagi para pelaku usaha pakan mandiri yang bertujuan untuk membangun perikanan budidaya berbasis pakan mandiri yang berkualitas dengan harga terjangkau.
APMN yang telah memiliki anggota 40 pelaku usaha pakan mandiri koordinator wilayah propinsi di Indonesia. Asosiasi ini adalah mitra kerja strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pengembangan pakan mandiri di Indonesia.
“Adapun bahan baku alternatif yang bisa dijadikan pakan ikan mandiri, diusahakan yang harganya murah dan mudah didapat pada lingkungan sekitar. Contohnya, adalah bungkil sawit yang biasa dipergunakan hingga 20 persen dalam formula pakan ikan, indigovera, biji karet sebagai subsitusi pengganti bungkil kedelai yang selama ini impor dan masih banyak bahan baku lokal ditemukan dengan mudah di Indonesia. Program 2021 ini kami sedang fokus melaksanakan sertifikasi cara pembuatan pakan ikan yang baik .,” tutur Ketua umum Asosiasi Pakan Mandiri Nasional, Syafruddin Darmawan.
Ditengah wabah covid -19 ini pakan mandiri pun menjadi solusi untuk tempat para pelajar dan mahasiswa untuk melaksaknan praktek kerja lapangan,” Tambahnya.
Stimulus untuk pakan melalui penggunaan pakan ikan mandiri, dapat mendorong para pembudidaya ikan skala kecil bisa terus melaksanakan usahanya. Jika itu bisa terjadi, maka kebutuhan stok pangan juga akan terus terjamin dan dampak dari wabah Covid-19 akan bisa dikendalikan, dan tentu siklus produksi di hulu tidak terganggu asalkan di kelola dengan benar.
Pengembangan PKM untuk bahan baku pakan ikan mandiri sudah dilakukan sejak 2019 dengan melibatkan Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Selama proses tersebut, dilakukan uji coba melalui pembandingan efektivitas dan efisiensi dari formula pakan yang direkomendasikan FAO dengan pakan yang biasa digunakan oleh para pembudi daya ikan patin.

