Generasi Emas 2045 & Dunia Kelautan Perikanan

Oleh: Angkasa Putra, S.Tr.Pi., IPP., CPGAM
(Pakar Muda Perikanan Budidaya-Maritim Muda Nusantara)

Pada pola pikir visioner, di tahun 2045 mendatang adalah momentum bersejarah bagi Indonesia. Indonesia genap berusia 100 tahun (satu abad). Inilah yang menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045 dengan bonus demografi 70% yang terdiri dari masyarakat usia produktif (15-64 tahun), sedangkan 30% merupakan penduduk pada usia di bawah 14 dan di atas 65 tahun.

Sebagai seorang yang pro pada bidang kelautan dan perikanan dengan pengalaman satu dekade berkecimpung pada bidang tersebut, pembangunan nasional pada sektor ini menjadi gagasan hangat bagi pemuda untuk dikembangkan dan diimplementasikan. Gagasan tersebut sebaiknya dirancang dengan sebaik mungkin melalui panduan yang lebih visioner atau konsep pembangunan dalam perspektif masa depan serta membangun SDM yang handal dalam mengawal dan mengimplementasikan cita-cita yang mulia ini. Di tahun tersebut, kita seakan-akan ditantang oleh dunia, apakah dengan usia seabad Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri?

Persoalan yang seperti ini seharusnya menjadi isu hangat yang terus digaungkan oleh pemuda dengan prinsip penuh untuk peduli dengan bangsa dan negara sendiri, khususnya pada bidang kelautan dan perikanan. Harapan saya dan mungkin harapan kita semua, Indonesia yang kita cintai ini bisa masuk dalam jajaran lima besar negara superpower di dunia dengan pengelolaan sumber daya alam khususnya kelautan-perikanan yang berkelanjutan dan bertanggungjawab serta kesiapan/kematangan SDM yang unggul, cakap, dan tangguh. Oleh sebab itu, pentingnya peta jalan pembangunan yang diharapkan kualitasnya memiliki visi yang jauh ke depan agar dapat menyamai negara-negara lain yang lebih maju.

Peta Jalan Indonesia Emas 2045 Berbasis Ekonomi Biru adalah dokumen yang harus dirancang sebagai rencana yang memuat kebijakan dan tahapan-tahapan strategis dalam pencapaian kualitas pembangunan nasional dan berkelanjutan, di mana hal ini dapat dimulai dari tahun sekarang hingga tahun 2045. Lebih lanjut, mimpi besar mewujudkan negeri ini menjadi Generasi Emas di usia ke-100 tahun menjadi peran besar anak milenial yang hidup di era sekarang. Pemerintah menjadi unsur penting yang mendukung pemuda dalam menyampaikan gagasan dan ide pembangunan tersebut. Anak muda di zaman ini juga harus peka dengan isu-isu kebangsaan dan kenegaraan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana atau secara ekologis berlanjutan dan secara ekonomi menghasilkan manfaat. Oleh karena itu, adanya kesempatan yang diberikan kepada pemuda untuk menyampaikan gagasan kepada negara dan direspon positif oleh negara melalui jalur pendidikan adalah solusi yang baik dengan tujuan mulia kepada bangsa dan negara Indonesia ini.

Referensi:

  1. Kementerian PPN/Bappenas. (2019). Indonesia 2045 Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur. Ringkasan Eksekutif Bappenas. 25 pg.
  2. Putra, A. (2022). Menyongsong 100 Tahun Indonesia Merdeka, Indonesia Perlu Membuat Rencana Strategis-Visioner (RSV) dalam Pembangunan Negara Berbasis Ekonomi Biru (2022-2045). Fajar Pendidikan. Edisi 380/XVI.
  3. Rani, F. & Cahyasari, W. (2015). Motivasi Indonesia dalam Menerapkan Model Kebijakan Blue Economy Masa Pemerintahan Joko Widodo. Jurnal Transnasional, Vol. 7 No. 1: 1914-1928.
  4. Saefuddin, A. (2014). Perguruan Tinggi, Peran Pemerintah dan Pengembangan Blue Economy. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, Vol. 1 No. 3: 135-142.
banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.