Jangan Berhenti di Sini, Terus Lanjutkan!

Jangan Berhenti di Sini, Terus Lanjutkan!
Setelah vakum selama dua tahun (2020-2021), penyelenggaraan pameran dan forum Indo Livestock yang juga digelar bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agritech, Indo Vet dan Indo Fisheries 2022 Expo & Forum. 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) selesai terselenggara. Meski masih banyak kekurangan, pameran yang digelar tiga hari 6-8 Juli 2022 ini dinilai sukses.
Namun demikian, suksesnya pameran kali ini harus dilalui dengan proses yang cukup panjang. Perlu adanya perizinan dari Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta serta mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kita patut apresiasi kepada PT Napindo Media Ashatama dan seluruh stakeholder yang terlibat terselenggaranya pameran ini.
Dua tahun waktu yang singkat, tapi juga terasa lama untuk para pelaku usaha, peternakan, pakan, obat, peralatan, hingga budidaya perikanan bertahan dari situasi sulit akibat pandemi Covid-19. Bahkan, industri pameran di Tanah Air mengalami dampak penurunan yang signifikan, Tercatat oleh Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), pada tahun 2021 hanya sebanyak 42 pameran yang terlaksana. Di antaranya 18 pameran terlaksana di wilayah Jabodetabek dan 24 pameran dari luar Jabodetabek.
Dengan digelarnya pameran integrated ini, diharapkan turut menjadi bagian dari kebangkitan industri MICE di Indonesia. Selain itu juga berperan efektif dalam pemulihan ekonomi nasional sekaligus dapat menggairahkan kembali dunia peternakan, pertanian, dan perikanan.
Meski absen selama dua kali penyelenggaraan, penataan pameran, penyelenggaraan seminar, dan juga antusiasme peserta/stakeholder yang terlibat dalam event ini terlihat cukup baik. Kekurangan merupakan kewajaran namun tentunya bisa jadi perbaikan di pameran berikutnya.
Peserta yang hadir tidak hanya dari stakeholder usaha peternakan dalam dan luar negeri saja. Namun banyak juga dari kalangan usaha perikanan, mengingat ada juga event Indo Fisheries di dalamnya. Tercatat lebih dari 20 negara yang hadir untuk berperan serta dalam pameran tiga hari ini.
Di sesi seminar sendiri, peserta sangat cukup antusias. Bahkan panitia sempat membatasi jumlah peserta yang berlebih, mengingat daya tampung ruangan sudah melebihi 200 orang, hal ini juga aturan dari panitia penyelenggara untuk menerapkan protokol covid-19 yang masih berlaku.
Namun demikian, walaupun produk perikanan belum termasuk dalam 9 bahan pangan yang harus dijamin ketersediaannya oleh Badan Pangan Nasional. Terlebih lagi Indonesia masuk dalam lima besar produksi terbesar sektor akuakultur dunia.
Harapan besar kami di sektor akuakultur, khususnya perikanan budidaya segera mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah (secara nasional) karena mengingat potensi produksi dan nilai ekonominya; ini akan menjadi salah satu solusi penyediaan pangan yang sehat untuk masyarakat dan juga sumber devisa negara yang patut diperhitungkan.
Selain itu, pada pameran ini sektor akuakultur harus lebih digaungkan lagi, sebab kita adalah salah satu pemain lima besar dunia produksi terbesar di sektor akuakultur. Kita memang belum lepas dari pandemi covid-19, namun dengan tetap menaati segala peraturan yang sudah ada kita tetap bisa melakukan dan membuat sesuatu untuk kemajuan bersama. Jadi, jangan berhenti di sini, terus lanjutkan! (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.