Performa Induk Udang Vaname Tahan Penyakit

Oleh:
Ari Setiardhi
General Manager Kona Bay Indonesia

Performa induk unggul udang vaname tidak hanya diukur dari kecepatan pertumbuhan (fast growth) saja, juga dibarengi dengan bebas dan tahan penyakit (disease tolerance)

Sebagian besar budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di seluruh dunia sekarang bergantung pada galur domestikasi yang memberikan banyak keuntungan produksi.

Untuk program pemuliaan dan pembenihan udang, parameter penting yang menentukan kualitas reproduksi individu betina meliputi, jumlah telur per pemijahan (NE: Number of Egg), jumlah nauplii per pemijahan (NN: Number of Nauplii), tingkat penetasan telur (HR: Hatching Rate), proporsi betina dalam populasi induk yang bertelur per malam (ini juga sama dengan frekuensi pemijahan betina (Mating Rate), (SF : Spawn Female) dan jumlah nauplii total yang dihasilkan.

Performa reproduksi udang betina dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk komposisi genetik aditif, status fisik individu, status nutrisi dan faktor lingkungan budidaya. Sebagai contoh, sistem tangki resirkulasi (RT: recirculated tank) yang dikelola dengan baik menyediakan lingkungan air berkualitas tinggi yang stabil dengan kondisi biosecure yang akan menghasilkan angka kematian yang lebih rendah dan polusi air yang minimal.

Sebagai sistem pemeliharaan yang ideal untuk menutup siklus hidup udang vaname dalam program perbaikan genetik, dan juga untuk menghasilkan induk yang matang, bebas patogen spesifik (SPF) untuk industri.

Induk yang dipelihara di tangki, bagaimanapun, sering tidak menunjukkan kinerja reproduksi yang sama atau serupa dibandingkan dengan induk yang bersumber dari populasi liar atau bahkan stok budidaya yang dipelihara di kolam tanah (EP: Earthen Pond). Hal ini perlu diteliti lebih lanjut untuk membantu memenuhi permintaan dari sektor produksi benih.

Program seleksi, untuk meningkatkan produktivitas benih yang sudah ada dan atau baru dikembangkan. Peningkatan dapat dilakukan melalui peningkatan laju pertumbuhan dan
kelangsungan hidup udang.

Secara mendasar seleksi dapat dibedakan menjadi seleksi individu/massa dan famili. Pada
seleksi famili, hubungan famili merupakan faktor yang penting dan performance rata-rata famili dibandingkan untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Sedangkan seleksi individu adalah memilih secara individu dari satu populasi yang besar, sehingga diharapkan dapat diperoleh individu-individu yang unggul.

Pemuliaan ini dilakukan agar nilai pengembangbiakan (breeding value) dari suatu populasi dapat meningkat melalui seleksi, serta menghasilkan udang yang lebih baik (udang yang tumbuh lebih besar/cepat, lebih berat, lebih tahan penyakit, dan sebagainya).

Harapannya adalah agar induk udang yang terpilih dapat menurunkan sifat keunggulannya pada turunannya. Produksi induk udang vaname sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pembenihan udang vaname baik skala rumah tangga (backyard hatchery) ataupun skala industri yang berkelanjutan.

Benih yang tahan terhadap penyakit yang sering menyerang udang vaname seperti IMNV, TSV, WSSV, EHP. Benih yang sehat diproduksi dari induk-induk yang sehat. Oleh sebab itu disamping pertumbuhan udang yang menjadi target produksi, juga dibarengi dengan bebas dan tahan penyakit. (Ed: Resti/Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.