Workshop Synbiotics Sukses Digelar

Kurangi cost produksi budidaya udang vaname dengan sistem  Synbiotics

Shrimp Club Indonesia (SCI) Lombok & Sumbawa menggelar acara bertajuk Workshop Synbiotics di Hotel Golden Palace Mataram. Acara yang diselenggarakan dua hari, dari 13-14 Juni 2019 ini, bertujuan untuk memperkenalkan para petambak pada sistem Synbiotics.

Sistem Synbiotics menitikberatkan budidaya dengan menggunakan dedak yang difermentasi (FRB: Fermented Rice Bran). Director Vanname 101, Dr David Kawahigashi mengajarkan bahwa dengan menggunakan FRB, air akan menjadi lebih stabil dan mudah dikontrol.

Beberapa trial Synbiotics yang dilakukan Dr David di beberapa negara juga menunjukan peningkatan produksi di dalam tambak-tambak yang mempraktekan Synbiotics. Hal tersebut juga diiyakan oleh Technical Support Manager, Global Feed – De Heus Teguh yang telah mempraktekan Synbiotics di banyak tambak di Indonesia.

“Bahwa tambak-tambak yang didampingi beliau dengan sistem Synbiotics ini menunjukan produksi yang meningkat dan lebih stabil,” ungkap Teguh.

Artikel Populer:  Ikut Berperan dalam Memajukan Perikanan

Sistem Synbiotics dinilai sangat simple dan relatif mudah untuk dipelajari, ujar Ketua SCI Sumbawa Rizky Darmawan. Lanjutnya, Sistem ini hanya memerlukan alat dan media untuk melakukan fermentasi. Dengan menggunakan sistem ini, petambak dapat mengurangi banyak pengeluaran budidaya, khususnya dalam penggunaan probiotik.

“Bahwa ada berbagai cara dalam berbudidaya udang vaname dan ini salah satunya. Sistem ini sangat menjanjikan karena disamping mudah dipelajari, efek positifnya pun banyak, khususnya dalam mengurangi cost budidaya. Di samping itu, Synbiotics diyakini bisa menekan berbagai penyakit seperti WFD dan AHPND,” papar Rizky.

Pada acara tersebut lebih dari 60 orang hadir dari berbagai kalangan seperti owner tambak, teknisi, maupun representasi dari perusahaan saprotam tambak serta tidak lupa sponsorship dari perusahan de Heus, CP Prima, PT Gold Coin, PT Suri Tani Pemuka (Japfa), PT Cheil Jedang dan masih banyak lagi. Bahkan ada beberapa peserta dari Jepang juga hadir, mereka sangat antusias ingin belajar tentang budidaya dan berharap bisa membuka tambak mereka sendiri di negara asal.

Artikel Populer:  Memperhatikan Kesehatan Udang dan Lingkungan

Rizky mengatakan, beberapa peserta yang hadir menyampaikan rasa senang dan puas atas terselenggaranya Workshop Synbiotics, para peserta juga dengan mudah berinteraksi dengan pembicara dan bertanya.

“Di dalam ruangan, kita bisa melihat langsung bagaimana interaksi antara peserta dan pembicara yang luwes dan hidup. Pada saat selesai, saya sempat bertanya kepada beberapa peserta tentang materi yang disampaikan, kebanyakan peserta mengatakan bahwa materi yang disampaikan bagus dan sangat berguna bagi budidaya,” tutur Rizky.

Dari acara ini, Rizky berharap, dapat membantu para petambak dalam melakukan budidaya, khususnya dalam menghadapi situasi harga udang sekarang ini. Para pembudidaya harus berusaha menekan cost produksi agar masih bisa mendapatkan profit yang maksimal. (Adit/Resti)

Similar Posts:

    None Found
Artikel Populer:  Keamanan dalam Budidaya Perikanan
Artikel Sedang Trending
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menghadiri pembukaan Aquatica Asia dan Indoaqua 2019
Di sela-sela rapat yang digelar selama dua hari, 27-28 Maret 2019 di Hotel Santika BSD
Para pembicara dan moderator, dari kiri ke kanan: Andi Eka Satya, Yusuf S. Djajadihardja, Albertus
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Rapat Koordinasi perkembangan Regulasi Pakan dan Obat Ikan pada
  Penandatanganan MoU Majalah Info Akuakultur dan Himpunan Perekayasa Indonesia Diawali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.