Antimicrobial Peptide (AMP) dan asam laurat mempunyai peran penting dalam membentengi tubuh udang dari serangan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri, virus, dan parasit. Sehingga, kedua bahan ini kerap digunakan dalam formulasi pakan udang.
Saat ini, budidaya udang tidak hanya menawarkan peluang yang menggiurkan sebagai komoditas ekspor. Bahkan, data membuktikan, budidaya udang merupakan salah satu sektor usaha yang dapat bertahan hidup melalui badai pandemic Covid-19 selama beberapa tahun terakhir. Tidaklah mengherankan jika budidaya udang banyak diminati juga oleh kaum muda, di antaranya golongan milenial mengingat prospek usahanya yang cerah.

Meskipun demikian, ada sejumlah tantangan yang masih menjadi sandungan. Salah satunya adalah ancaman penyakit udang yang semakin beragam. Pasalnya, serangan penyakit dapat berakibat pada penurunan produktivitas tambak, yang dapat menggerus keuntungan pembudidaya. Bahkan, tidak sedikit, kasus serangan penyakit mengakibatkan kerugian yang berujung pada kegagalan panen.
Untuk mengatasi masalah serangan penyakit tersebut, ada sejumlah solusi yang dapat ditempuh. Di samping menjaga lingkungan budidaya tetap terkendali, faktor yang tidak kalah penting adalah memastikan asupan pakan agar dapat memberikan nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan udang terhadap serangan mikroorganisme patogen. Pakan yang baik, di antaranya harus dapat menyediakan sumber pembentukan Antimicrobial Peptide (AMP) dan asam laurat. Kedua komponen ini terbukti dapat meningkatkan benteng pertahanan tubuh udang terhadap serangan penyakit akibat mikroorganisme patogen.
Fungsi Antimicrobial Peptide (AMP) bagi udang
Anti microbial peptida atau (AMP) merupakan senyawa peptida rantai pendek dengan bobot molekul yang rendah. AMP mempunyai struktur molekul yang lebih kecil dari protein, terdiri dari 6 – 100 molekul asam amino. Senyawa ini mempunyai sifat ampifatik, dengan kata lain mempunyai sifat hidrofilik (suka dengan air) dan hidrofobik (menolak air).
AMP mempunyai peran dalam sistem pertahanan tubuh pada makhluk hidup golongan prokariot, tumbuhan, hewan, dan juga manusia. Menurut penjelasan Susanto, yang menjabat sebagai National Marketing Manager Aquaculture, PT Bio Cycle Indo, fungsi AMP berperan sebagai antibakteri patogen alami dan sebagai antiparasit dan antivirus serta imunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Demikian juga di dalam tubuh udang, senyawa ini berperan serupa dengan makhluk hidup lainnya. Peptida, gabungan dua atau lebih asam amino akan menempel di membran spesifik sel mikroba patogen tertentu. Setelah integritas membran patogen terganggu, peptida akan masuk ke dalam sel target yang mengakibatkan kegagalan fungsi intraseluler. Kondisi demikian menyebabkan lysis/pecah sel patogen tersebut, sehingga patogen mati dan udang terhindar dari infeksi penyakit.
Perbedaan AMP dan antibiotik
Ditilik dari karakteristiknya, AMP banyak dilirik karena mempunyai peluang untuk menggantikan peran antibiotik konvensional di masa depan. Antibiotik konvensional merupakan senyawa anti mikroba yang disintesis dengan cara isolasi jamur atau bakteri, misalnya penisilin.

Tingginya angka resistensi pathogen terhadap antibiotik konvensional memotivasi peneliti untuk mencari alternative yang lebih aman. Dikarenakan mekanisme AMP yang dapat menarget beberapa fungsi di dalam sel secara bersamaan, potensi resistensi patogen terhadap AMP tergolong rendah.
Dalam budidaya udang, menurut Susanto, jenis serangan bakteri yang dapat dihambat AMP yang utama adalah proteobacteria jenis vibrio patogen.
Sumber AMP untuk udang
Susanto menerangkan, AMP dapat diperoleh dari berbagai sumber pakan protein. Meskipun demikian, ia mengungkapkan, tidak semua protein mengandung AMP yang spesifik bermanfaat untuk udang. Sehingga, hal ini memerlukan seleksi sumber AMP yang tepat untuk organisme udang agar mendapatkan manfaat.
Ia berpendapat, aplikasi bahan dasar AMP dari protein dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan cara pengenceran air dengan jumlah tertentu. Kemudian, cairan tersebut disemprotkan ke pakan maupun dressing diaduk dengan menggunakan mixer seperti penanganan bahan baku pakan pada umumnya.
Lantas, apakah jika penggunaan berlebihan, AMP berakibat buruk dalam budidaya udang? Terkait hal ini, Susanto mengungkapkan, penggunaan AMP dalam dosis yang berlebih justru akan meningkatkan produktivitas panen udang. Sementara itu, dalam penggunaan antibiotik, dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan resistensi/pemakaian dosis bertambah dengan target yang sama. Hal ini justru tidak terjadi ketika rutin menggunakan AMP, yang dapat meningkatkan hasil produksi.
Hindari suhu yang tinggi
Layaknya protein, AMP akan berkurang efektivitasnya jika salah dalam penanganan. Protein akan mengalami denaturasi jika terpapar suhu yang tinggi. Demikian juga halnya dengan AMP. Senyawa ini akan mengalami kerusakan jika dipanaskan. “Contoh jangan dimasak dengan suhu tinggi karena denaturasi kerusakan susunan AMP rentan terjadi,” papar Susanto.
Dengan demikian, ketika aplikasi AMP dengan pakan, diupayakan agar proses pencampuran dengan bahan yang mengandung AMP tidak terkena panas yang dapat merusak kandungannya.
Asam laurat (lauric acid)
Asam laurat berbeda dengan asam lemak yang bersifat tak jenuh. Pasalnya, asam laurat termasuk lemak jenuh rantai panjang. “Bagi udang, asam lemak ini berfungsi banyak di antaranya sebagai antibakteri, antiparasit dan antivirus juga,” papar Susanto. Ia juga menambahkan, selain berfungsi dalam menjaga kesehatan udang, asam laurat juga berfungsi sebagai sumber energi untuk metabolisme tubuh udang sehingga meningkatkan pertumbuhan udang.
Asam laurat menawarkan beberapa keunggulan untuk tubuh udang. Di samping sebagai sumber energi pertumbuhan, asam laurat juga berfungsi sebagai antibakterial, antiparasit serta antivirus patogen. Sejumlah penelitian sudah membuktikan mengenai khasiat asam laurat dan kegunaannya dalam budidaya udang.
Ragam sumber asam laurat
Sebagai nutrisi antibakteri dan antivirus, dan antiprotozoa, asam laurat mempunyai mekanisme kerja masuk ke dalam system pencernaan udang. Selanjutnya, asam lemak ini akan diubah secara enzimatis jadi monolurin. Tahap krusial ini penting untuk fungsinya sebagai antimikroba.
Menurut pengakuan Susanto, asam laurat banyak terdapat dalam sumber pakan dan dapat digunakan untuk menunjang kesehatan dan pertumbuhan udang. Sumber lemak jenuh yang mengandung asam laurat umumnya termasuk ke dalam kategori jenis minyak nabati. Bagi yang akrab dengan VCO (virgin coconut oil) atau minyak kelapa dara, mungkin sudah tidak asing lagi mengenai kandungan asam lauratnya. Pasalnya, kandungan asam laurat minyak ini dominan, sekitar 50%. Manfaatnya bagi manusia pun sudah tidak asing lagi.
Dosis dan pemakaian asam laurat pada dasarnya sama dengan penggunaan lemak/oil pada pakan dengan teknik spraying suhu tertentu untuk hasil lebih maksimal. Misalnya, dosis insect oil dimulai 2 – 7 ml/kg pakan udang (noerhidajat/adit/resti)

