IPAL Digarap, Tambak Udang Lestari

IPAL Digarap, Tambak Udang Lestari

Setiap kegiatan bisnis yang menghasilkan bahan cemaran terhadap lingkungan perlu membangun fasilitas IPAL. Demikian halnya dengan tambak udang. Tentu saja, IPAL tambak udang berbeda dengan IPAL untuk industri yang berbeda.

IPAL harus dibangun sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Menurut Ahmad Arief, CEO PT Juara Biolife Solution, IPAL sebaiknya tidak jauh dari lokasi pemeliharaan dan tidak jauh dari saluran pembuangan lingkungan. Selain itu, lokasi IPAL harus bebas kontaminasi/tidak tercemar. Berikutnya, adalah ketersediaan lahan.

Ahmad, menambahkan fasilitas untuk pembuatan IPAL tentunya lahan untuk pembuatan IPAL itu sendiri, yang terdiri dari kolam pengendapan, kolam aerasi, kolam ekualisasi, wadah penampung lumpur serta peralatan mekanik dan elektrik yang mendukung proses pengolahan.

Selanjutnya, Rizki Fajar Kurniawan, Technical Support Jateng Jabar Selatan dan Banten, De Heus Indonesia, mengungkapkan hal serupa, IPAL budidaya udang berdasarkan KKP memiliki syarat-syarat diantaranya tidak jauh dari kolam produksi, tidak jauh dari saluran pembuangan dan lokasi yang tidak tercemar.

SNI mengenai IPAL
Setiap industri memiliki syarat IPAL yang berbeda, tergantung pada cemaran yang dihasilkan dalam aktivitas produksi barang/jasa. Terkait IPAL untuk tambak udang, Bagyo Ari Yantono, Technical Suport PT NewHope AquaFeed Indonesia, mengungkapkan, teknis dan rancangan IPAL yang layak yaitu seluas 5 – 7% dari kolam budidaya.

IPAL tersebut terdiri dari kolam sedimentasi, kolam perawatan, dan adanya petak pengeluaran. Ia melanjutkan, Peraturan pemerintah yang mengatur mengenai standar IPAL tercantum di dalam SNI 8680:2018. Standar ini mencakup pengelohan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Prinsip kerja IPAL
Pada prinsipnya, IPAL tambak budidaya/pembesaran udang, menurut Rizki, berfungsi untuk mengurangi sedimen/partikel tersuspensi sebanyak 40 – 60% di kolam sedimentasi. Selanjutnya, air mengalir ke kolam aerasi. Di kolam tersebut, padatan tersuspensi sudah banyak berkurang.

Kolam ini berfungsi untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut untuk membantu bakteri aerob merombak kandungan bahan organik, sehingga mengurangi BOD, menaikkan pH. Berikutnya, kolam ekualisasi, berfungsi untuk penampungan air limbah sebelum dikeluarkan ke laut serta mengoptimalkan proses perombakan anerob oleh bakteri.

Area pengeringan pada IPAL
Di petak sedimentasi, Rizki menguraikan, limbah dari kolam budidaya kotoran dan sisa pakan diendapkan. Agar proses pengendapan berjalan efektif, arus air diperlambat dan diberikan screen untuk menyaring padatan. Pada kolam ini, sebelahnya diberikan area pengeringan, yang berfungsi untuk mengambil padatan yang terperangkap dan mengendap di bak sedimentasi untuk proses pengeringan.

Setelah melewati kolam pengendapan, selanjutnya air limbah mengalir ke area aerasi. Di sini, terdapat kincir atau blower yang digunakan untuk membantu difusi oksigen, dan terdapat media berbentuk seperti sarang tawon sebagai tempat melekat koloni bakteri untuk membantu mengurai nitrogen dan fosfor menggunakan bakteri aerob.

Terakhir, kolam ekualisasi yaitu kolam penampungan yang berfungsi untuk menampung sementara pada saat yang sama membuat kondisi anaerob untuk bakteri anerob mengurai limbah yang tidak dapat diurai secara aerob, dan kemudian limbah akan dikeluarkan ke perairan bebas.

Prinsip empat petak
Secara umum, IPAL tambak budidaya udang, menurut Teguh Setyono Farm Manager PT Dua Putra Perkasa, pada prinsipnya terdiri dari empat kolam, yaitu sedimentasi, aerasi, dekonversi dan bioassay yang luasanya (10 sd 15%) luasan budidaya. Kolam sedimentasi bisa dibantu aplikasi pengapuran yang konstruksisnya bisa mengendapkan lumpur kemudian bisa dibuang dan di jemur. Kolam aerasi bisa ditambahkan pompa dan kincir. Terakhir, di kolam bioassay, dapat dipelihara ikan nila atau bandeng.

 

Sependapat dengan Teguh, Catur Supriyantoro, Teknisi PT Dua Putra Perkasa (DPP), berpendapat, IPAL idealnya dirancang terdiri dari empat bagian. Bagian pertama adalah petak pengendapan limbah padat. Selanjutnya, di petak kedua dan ketiga, adalah kolam aerasi untuk menetralkan parameter air limbah. Terakhir, di bagian ke-4, terdapat kolam biolfilter yang berisi ikan maupun tanaman mangrove sebagai indikator air buangan limbah layak untuk masuk ke saluran sungai/laut.

Standar baku mutu limbah
Air limbah dari saluran pengeluaran IPAL harus memenuhi baku mutu sebelum dapat dialirkan ke perairan bebas. Haryoso, Head of Aquahero, PT Delos Teknologi Maritim Jaya, menerangkan, IPAL tambak udang bertujuan memperbaiki kualitas air buangan tambak agar dapat memenuhi baku mutu efluen tambak. Adapun baku mutu efluen tambak udang tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.28/MEN/2004 tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak. Adapun baku mutu tersebut dijelaskan di tabel berikut ini. (Noerhidajat/Adit/Resti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.