Joint Project BKIPM dengan Trade Facilitation Office (TFO) Canada di Indonesia

Joint Project Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dengan Trade Facilitation Office (TFO) Canada di Indonesia

Proyek Kerjasama TFO Canada dan BKIPM Dalam Penguatan Manajemen Risiko Sistem Pemeriksaan dan Pengendalian Impor Ikan dan Hasil Perikanan di Indonesia

Kebijakan importasi komoditas perikanan menjadi sangat penting diambil untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan dengan tetap mempertimbangkan perlindungan terhadap pelaku usaha dan industri domestik. Namun, dibalik itu, dari sisi pengendalian penyakit ikan, kebijakan importasi merupakan salah satu pintu masuk dan bermunculannya berbagai penyakit infeksius baru (exotic disease) dan kasus-kasus penyakit ikan lintas batas negara yang dapat menimbulkan kerugian sosial-ekonomi yang tinggi.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Trade Facilitation Office( TFO)  Canada mengadakan kerjasama dan proyek gabungan terkait Enhancing Risk Management of Import Control and Inspection System for Fish and Fishery Products in Indonesia. Kegiatan ini dituangkan dalam bentuk Implementation Agreement (IA) yang ditandatangani oleh Bapak Ir. Hari Maryadi, M.Si (Plt. Kepala BKIPM) sebagai perwakilan dari BKIPM dan Mr. Steven Tipman (TFO Executive Director) sebagai perwakilan dari TFO Canada. Proyek ini rencananya akan berjalan sejak IA ditanda tangani (bulan April 2022 sd September 2023).  TFO Canada akan memberikan bantuan teknis terkait pengembangan system manajemen risiko yang bertujuan meningkatkan pemantauan dan pemeriksaan terkait importasi ikan dan produk perikanan di Indonesia dengan memperhatikan mutu dan keamanan pangan (FSQ- Food Safety and Quality)  dan pengamanan biologi/penyakit ikan (BS/FD- Bio-security/Fish Diseases) yang sesuai.

Tujuan utama joint project adalah meningkatkan penerapan manajemen risiko di Indonesia melalui BKIPM pada pengendalian impor dan sistem inspeksi untuk perikanan dan produk perikanan sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien dan sesuai dengan kaidah Trade Facilitation Agreement (WTO – TFA) yang ditandatangani di Bali, tanggal 7 Desember 2013 yang ratifikasi dengan Undang – Undang No. 17 tentang perjanjian Marrakesh yang ditetapkan oleh WTO. Selain itu mengacu pada Temu Koordinasi Komite Nasional Fasilitasi Perdagangan pada tanggal 23 Maret 2021 yang memiliki focus pada bantuan teknis dari TFO Canada terkait implementasi dari TFA – WTO.

Ruang lingkup proyek yang tercantum dalam Implementing Agreement (IA) yang  merupakan dukungan asistensi TFO Canada kepada BKIPM pada 4 (empat) komponen, yaitu:

  1. Penilaian status terkini dan penerbitan petunjuk teknis yang diperlukan serta standar operasional prosedur (SOP) untuk system manajemen risiko yang lebih meningkat;
  2. Penguatan kapasitas dan kesadaran tentang sistem manajemen risiko yang lebih meningkat;
  3. Validasi sistem pengendalian di negara pengekspor utama
  4. Monitoring, evaluasi dan feedback

Pelaksanaan Workplan (WP) – 1 joint project antara BKIPM dengan Trade Facilitation Office (TFO) Canada berlangsung selama 3 (tiga) minggu mulai dari tanggal 20 Juni hingga 8 Juli 2022.  Pada WP-1 atau proyek pertama ini, target dari tim TFO Canada adalah Penilaian status terkini dan penerbitan petunjuk teknis yang diperlukan serta standar operasional prosedur (SOP) untuk system manajemen risiko yang lebih meningkat.

Tim expert TFO Canada terdiri dari: Expert/Pakar Biosekuriti/Penyakit Ikan, Prof. Iddya Karunasagar (India) dan Dr. Murwantoko (Indonesia), serta Expert/Pakar Mutu dan Keamanan Pangan dan HACCP, Dr. Ahmed Khaja (Canada) dan Ir. Sulle Kadang, MM (Indonesia). Tim expert melakukan  Assessment Mission Dan Gap Analysis On The Implementation Of Risk Management Of Import Control And Inspection System For Fish And Fishery Products In Indonesia dalam rangka penyusunan draft Technical Guidelines/SOP pengendalian impor dan sistem inspeksi di BKIPM. Pelaksanaanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi pada  serta observasi pada lokasi yang telah ditunjuk yaitu: satuan kerja Pusat lingkup BKIPM (Balai Besar KIPM Jakarta I, Balai KIPM Jakarta II, BUSKIPM, Balai KIPM Surabaya I, dan Balai KIPM Surabaya II/ Puspa Agro), Unit Pengolahan Ikan (UPI), Unit Usaha Perikanan, Perusahaan importir, Pasar retail (retail market) dan laboratorium swasta pihak ketiga (PT. Angler BioChem). Selain itu juga dilakukan diskusi dan kunjungan ke instansi yang terkait dengan kegiatan importasi (BPOM dan LNSW).

Beberapa hal dari assessment mission yang dilakukan oleh Tim Expert TFO Canada melalui media diskusi maupun kunjungan selama 3 minggu, antara lain : berupa fakta (fact findings) baik maupun point-point yang perlu ditingkatkan. Hal-hal yang perlu digarisbawahi adalah sebaik apapun regulasi yang ada, memerlukan kesadaran yang cukup tinggi dari masyarakat perikanan pada pelaksanaannya. Diperlukan komitmen dan kesadaran akan pentingnya mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan manajemen risiko terkait importasi komoditas perikanan. Selanjutnya hasil pembahasan menyetujui dilakukannya langkah-langkah perbaikan dan peningkatan sesuai dengan komponen kerjasama yang telah disepakati oleh pihak TFO Canada dan BKIPM.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.