Kampung Teknologi Perikanan di Lampung Selatan

Kampung Teknologi Perikanan di Lampung Selatan
Penandatanganan MoU eFishery dan iGrow disaksikan oleh Kadis KP Provinsi Lampung dan Kadis KP Kab Lampung Selatan

eFishery merupakan startup yang bergerak di bidang pengembangan pemanfaatan teknologi untuk sektor perikanan, meresmikan Kampung Teknologi Perikanan di Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Sejak didirikan pada tahun 2013, eFishery fokus mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT) yang bertujuan membantu para petani ikan dan udang dalam proses pemberian pakan secara cerdas dan otomatis (smart autofeeder).

Pada perjalanannya, eFishery berkembang tidak hanya dalam kegiatan bisnis berupa pengembangan dan penjualan smart autofeeder, namun berupaya menyediakan ekosistem terpadu dimana segala kebutuhan mitra petani ikan dan udang dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan tepat guna.

Setelah peresmian Kampung Perikanan Digital di Desa Losarang (Indramayu) pada penghujung tahun 2018 silam, kini memasuki bulan Ramadhan tahun 2019, eFishery mengadakan Kampung Teknologi Perikanan di Desa Rejomulyo (Lampung Selatan) yang berfokus tidak hanya pada pemanfaatan autofeeder eFishery namun juga termasuk penyediaan akses permodalan.

Menggandeng rekan peer-to-peer (P2P) lending, iGrow, para petani pembudidaya ikan air tawar di Kecamatan Palas mendapat kesempatan untuk menerima pendanaan, dimana dalam skema ini eFishery bertindak sebagai partner operasional di lapangan selama pelaksanaan kerjasama berlangsung.

Launching Kampung Teknologi Perikanan

Tidak hanya metode pendanaan yang ramah bagi kemampuan para mitra petani, eFishery juga berkomitmen untuk menyediakan akses perbantuan teknis setiap saat mitra petani membutuhkan bantuan terkait penggunaan teknologi smart autofeeder di area budidaya masing-masing.

Jumlah mitra petani yang turut ambil bagian dalam skema kerjasama dengan iGrow ini ditargetkan berjumlah 100 petani, dengan total produksi tahunan mencapai 400.000 kg. Adapun komitmen penyediaan modal kerja dari iGrow dan eFishery dalam skema pendanaan mitra petani Kampung Teknologi Perikanan Lampung Selatan ini diharapkan bisa mencapai Rp 2,5 miliar yang akan dibagi ke dalam beberapa tahapan.

“Sejak akhir tahun 2018 kemarin, kami memang memberi porsi fokus yang sangat besar terhadap peluncuran, pelaksanaan, dan efektifitas dari inisiatif ini. Dimulai dari Desa Losarang di Indramayu, menjelang bulan Ramadhan tahun 2019 kami memasuki area Lampung Selatan dimana di tahap pertama 50 mitra budidaya ikan patin akan menerima bantuan pelaksanaan bisnis berupa akses permodalan senilai Rp 1,25 miliar dan pemanfaatan smart autofeeder kami yang mampu meningkatkan efektifitas pemberian pakan dan percepatan pertumbuhan hingga 25%.” Ujar Co-founder dan CEO eFishery, Gibran Huzaifah.

iGrow, sebagai perusahaan P2P lending yang berfokus pada penyediaan dana gotong-royong (berasal dari masyarakat) untuk kebutuhan sektor agrikultur di Indonesia, menyambut baik kerjasama dengan eFishery pada Kampung Teknologi Perikanan di Lampung kali ini.

“Kerjasama ini kami harapkan hanya awalan saja dari rangkaian inisiatif lain untuk pemberdayaan masyarakat ke depan. Ini merupakan fondasi untuk membangun sinergi yang lebih luas lagi antara pemain di dunia agriculture tech startup Indonesia. Komitmen kami dengan eFishery semoga dapat berbuah lebih banyak lagi kerjasama sejenis untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tutur Andreas Sanjaya selaku CEO iGrow.

Upaya membuka lebih banyak lagi akses teknologi bagi petani pembudidaya ikan dan udang di Indonesia, akan terus dilakukan oleh eFishery bersama dengan mitra lainnya dari berbagai sektor, sebagaimana yang disampaikan oleh Gibran.

“Di tahun 2019 ini kami menargetkan total 9 desa di berbagai area dan komoditas yang akan menerima beragam fasilitas yang tujuan utamanya memberi kemudahan bagi mitra petani pembudidaya. Kami berharap dapat memainkan peran yang signifikan dan konkret pada peningkatan kapasitas mitra petani kami di seluruh Indonesia. Kami juga mengharapkan program kampung teknologi yang kami inisiasi bisa menjadi platform untuk layanan lainnya bisa masuk serta melipatgandakan nilai tambah bagi pembudidaya; mulai dari produk finansial, akses pasar, teknologi, dan program pemberdayaan. Kami selalu membuka ruang kolaborasi untuk mewujudkan hal ini,” tuturnya. (tim eFishery)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *