KKP Tunda Kenaikan Harga Pakan

KKP Tunda Kenaikan Harga Pakan
Panen udang vaname

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah menggenjot pakan ikan melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). kini KKP minta Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk menunda kenaikan harga pakan ikan dan udang, agar kegiatan perikanan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan ditengah adanya wabah Covid-19.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. Kegiatan budidaya ikan dan udang
mengalami pelemahan. Permintaan ikan dan
udang hasil budidaya hampir di semua wilayah menurun dan berakibat terhadap
harga ikan dan udang juga menurun.

“Akhir-akhir ini terjadi kenaikan kurs dollar Amerika dibandingkan rupiah, namun
ekspor ikan dan udang budidaya cenderung turun karena beberapa Negara daya beli
terhadap ikan dan udang juga menurun, di sisi lain bahwa tenaga kerja yang melakukan pemrosesan di sektor hilir juga terbatas,” ungkap Slamet.

Slamet menegaskan pemerintah telah memberikan kebijakan bebas pajak (free tax), atas pakan ikan dan/ bahan baku pakan ikan impor yang berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2015 tentang Impor dan/ atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 142/PMK.010/2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 tentang Kriteria dan/ atau Rincian Ternak, Bahan Pakan untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan yang atas Impor dan/ atau Penyerahannya Dibebaskan dan Pengenaan Pakan Pertambahan Nilai.

Sementara itu, Ketua GPMT, Deny Mulyono mengatakan, berharap semua pihak prihatin karena ada dalam posisi yang sama, adalah terdampak kondisi COVID19 ini. Imbasnya kurs dollar yang bersifat global, tentunya menjadi salah satu faktor yang akan menambah biaya bahan pakan. Dengan tidak diharapkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD, yang pasti berdampak kepada dunia usaha yang dalam usahanya terdapat kegiatan impor atau ekspor, termasuk dalam hal ini pakan.

“Industri pakan adalah industri yang sangat kompetitif, pemainnya juga banyak, baik lokal maupun asing, sehingga diantara anggota akan berkompetisi termasuk dalam hal ini harga,” tambah Deny.

Lanjut Deny, nilai tukar rupiah dapat bangkit kembali, serta tentunya dalam hal ini untuk kita masyarakat budidaya; dari pengusaha benih/benur, pakan, pembudidaya sampai ke penjualan ikannya, mereka, tetap gigih dalam menghadapi situasi yang tidak nyaman bagi kita semua dan dapat pulih seperti sediakala.

“Kebijakan free tax juga akan dinikmati oleh pembudidaya ikan dan udang. Kami semua turut berdoa semoga pandemi Covid 19 segera berakhir, dan perekonomian Indonesia maupun global segera pulih kembali,” ungkap Deny.

“Pandemic Covid-19 bersifat sementara, mudah-mudahan akan segera berakhir dan
kondisi perekonomian Indonesia akan segera pulih kembali,” pungkas Slamet . (Resti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.