Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi

Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia setelah panen kerapu di Pangandaran yang diprakarsai oleh Aquatec dan UNPAD.

Rektor Universitas Padjadjaran (UNPAD) Prof. Tri Hanggono Achmad bersama pimpinan dan Dekan melakukan panen ikan kerapu di keramba jaring apung (KJA) sekaligus peresmian pilot project di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Senin (15/10) lalu.

Dalam sambutanya, Rektor UNPAD mengapresiasi capaian program ini. Tri berharap, agar kerjasama ini terus ada dan semakin meluas dengan keikutsertaan dari berbagai pihak. “UNPAD dan Aquatec harus saling bersinergi, kehadiran UNPAD sebagai perguruan tinggi terbaik di Jawa Barat, harus menjadi solusi bagi permasalahan dunia perikanan,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNPAD Dr. Yudi Nurul Ihsan, mengatakan, sebanyak 5 kuintal ikan kerapu dipanen dalam acara tersebut. Panen ini dihasilkan dari sekira 1.500 bibit ikan yang disebar di KJA lima bulan lalu. Sebanyak 900 ekor ikan berhasil bertahan dalam masa pertumbuhan.

“Saat dipanen, setiap ekor ikan memiliki bobot rata-rata di 600 gram per ekor. Ini dihasilkan dari riset yang dilakukan oleh sejumlah dosen di FPIK UNPAD. Salah satu riset yang dikembangkan adalah penggunaan enzim pepaya untuk mempercepat pertumbuhannya, hasilnya hari ini kita buktikan dan hasilnya bagus,” ungkap Yudi.

Selain menjadi proyek awal, budidaya ikan kerapu ini juga merupakan salah satu implementasi dari pengembangan budidaya ikan kerapu di kawasan Pantai Selatan Jawa Barat. Saat ini, budidaya ikan kerapu menjadi tren baru di kalangan nelayan Pantai Selatan Jabar.

Awal tahun 2018, harga per kilo ikan kerapu di pasaran mencapai Rp 100 ribu. Ikan dapat dipanen setelah 5 – 6 bulan masa budidaya. Sifatnya yang praktis dibiakkan menjadikan budidaya ikan kerapu menjadi salah satu harapan baru para nelayan di Indonesia.

Menuju aquatec.co.id, Dalam acara panen tersebut juga hadir General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal/Aquatec Andi J. Sunadim, dan perwakilan Masyarakat Akuakultur Indonesia wilayah Jawa Barat Mohammad Husen.

Latar belakang kerjasama

Yudi mengatakan, FPIK UNPAD dengan Aquatec memiliki visi dan tujuan yang sama, yaitu ingin agar potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesai dapat dimanfaatkan se-optimal mungkin oleh bangsa sendiri

UNPAD telah membangun fasilitas berupa gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) di Pangandaran yang dekat dengan laut dengan tujuan untuk memperbesar kapasitas jumlah mahasiswa FPIK serta mempermudah praktek lapangan dalam penelitian-penelitian yang berhubungan dengan kelautan dan perikanan budidaya.

UNPAD juga telah bekerjasama dengan Bupati dan pemerintahan setempat untuk memberikan beasiswa kuliah gratis bagi para mahasiswa di Pangandaran yang ingin belajar mengenai perikanan dan ilmu kelautan, khususnya perikanan budidaya.

Untuk mendukung tujuan ini, UNPAD membutuhkan KJA untuk penelitian di Pantai Timur Pangandaran. Menurut Yudi, KJA Aquatec menjadi pilihan karena diyakini tidak kalah bagusnya dengan KJA lain bahkan buatan luar negeri.

Bahkan, papar Yudi, FPIK UNPAD sendiri ikut melakukan riset untuk menguji kualitas KJA Aquatec. “Sehingga kami yakin bahwa dengan menggunakan KJA buatan anak bangsa sendiri akan lebih baik daripada menggunakan KJA buatan luar negeri,” pungkas Yudi.

Mendengar nama Aquatec, lantas mengarahkan pikiran kepada perusahaan sarana kelautan dan perikanan dalam negeri yang telah berpengalaman memasang KJA HDPE di berbagai kondisi laut Indonesia dan Asia Tenggara.

Produk Aquatec mencakup KJA segi empat, KJA offshore bundar berdiameter 10 m – 60 m (KJA offshore bundar berdiameter 20 m dan 50 m telah terpasang di Gondol, Bali), KJA offshore submersible (KJA yang dapat ditenggelamkan ke dalam laut dan diapungkan kembali untuk menghindari badai Taifun, telah terpasang di Hainan, China), dermaga apung, rumah apung, jukung anti tenggelam, dan lain-lain.

Oleh karena seperti yang kita ketahui, ganasnya ombak diperairan Pangandaran dan pengalaman Aquatec di bidang kelautan khususnya KJA, sehingga Aquatec dipilih oleh UNPAD untuk membantu membuatkan KJA segi empat yang mampu bertahan di ombak laut lepas Pangandaran.

Pada tahun 2016, ditandatanganilah MoU kerjasama penelitian bersama antara UNPAD dan Aquatec, dan Aquatec menghibahkan kepada UNPAD 20 petak KJA segi empat 3m x 3m yang didesain khusus untuk menghadapi ombak laut lepas Pangandaran, dilengkapi dengan jukung anti tenggelam sebanyak 1 unit.

KJA yang digunakan

General Managaer PT Gani Arta Dwitunggal Andi J. Sunadim memberikan keterangan terkait KJA yang digunakan. Andi menjelaskan, KJA yang dipakai adalah KJA segi empat tipe Flexi yang telah terpasang sebanyak lebih dari 15.750 unit di Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan telah diekspor ke Singapura, Malaysia, Filipina, China, Taiwan, Maldives, dan Afrika.

Bahan, kata Andi, yang digunakan untuk membuat KJA tersebut adalah HDPE baru yang belum pernah didaur ulang (virgin HDPE) klasifikasi PE100 yang diberi tambahan Anti-UV. HDPE merupakan bahan plastik yang ramah lingkungan, lentur, tahan korosi, dan memiliki tensile strength tinggi sehingga cocok untuk digunakan di laut.

KJA memiliki alat apung berdiameter 355 mm tebal 11mm diperkuat dengan rangka luar alat apung berdiameter 355 mm tebal 21 mm untuk menghadapi ombak laut lepas. “Desain ini merupakan desain bersama UNPAD dan Aquatec berdasarkan masukan mengenai kondisi ombak dari peneliti-peneliti lapangan UNPAD di Pangandaran,” jelas Andi. (Adit/Resti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *