Nama Andari dan Mustahillah membahana di lini media sosial minggu ini. Penyebabnya sederhana saja, ada seorang karyawan KRL yang memberikan bantuan kepada seorang ibu yang sedang sakit. Bisa tiduran di kursi prioritas. Inisiatif ini hal yang luar biasa ditengah banyak orang yang nir-empati terhadap kesulitan orang lain. Komitmen memberikan layanan terbaik bagi pelanggan adalah sensasional. Mengapa? Karena kebanyakan kita menganggap pelayanan tambahan perlu biaya. Seyogyanya, pelayanan adalah bagian dari produk yang dijual. Begitupun pelayanan transportasi seperti kereta api.
Saya mulai tinggal di perumahan yang baru dibuka pada tahun 1998. Penghuninya masih sedikit. Di setiap RT ada petugas keamanan. Ada belasan petugas keamanan yang bekerja di komplek kami. Banyak kejadian telah dilakukan seperti oleh Mustahillah di atas. Juga sangat fenomenal.

Banyak di antara kami penghuni komplek yang bekerja menglajo setiap hari ke Jakarta. Setiap awal bulan banyak yang meminta bantuan kepada petugas keamanan komplek, untuk membayarkan iuran pdam dan listrik. Saat itu, belum ada fasilitas pembayaran digital seperti saat ini.
“Ini bukti bayarnya, dan ini uang kembaliannya pak” katanya malam itu saat saya menitip pembayaran.
“Ambil saja kembaliannya untuk bapak” timpal saya.
“Tidak perlu pak. Terima kasih. Saya senang bisa bantu warga disini, dan itu tanggung jawab saya” imbuhnya.
Wow. Saya memandang wajahnya dengan perasaan takjub. Di tengah kawan-kawannya yang sering justru tidak membayarkan titipan dan selalu mengharapkan upah kerja. Dia menolak pemberian dengan alasan tanggung jawab. Komintmen luar biasa kepada profesiya. Juga, tanda luar biasa untuk membangun integritasnya. Beberapa tahun kemudian, yang bersangkutan mengundurkan diri dan bekerja di instansi kesehatan.
Pagi ini saya sedang berada di antrian untuk berobat. Seseorang tersenyum. Saya ingat, dia dulu petugas keamanan yang menolak menerima pemberian saya uang kembalian sebagai upah tambahan membayar iuran listrik. Tak ada yang berbeda dengan senyumnya. Hanya baju seragamnya yang berbeda. Menggunakan kemeja lengan panjang. Berdasi! Hasil pengembangan diri yang luar biasa. Sebagian besar kawan-kawannyanya masih menjaga pos jaga di depan komplek.
Dalam kamus, Commitment di definisikan sebagai the state or quality of being dedicated to a couse, activity, etc. Komitmen sebagai suatu dedikasi pada tanggung jawab pekerjaan kita.
Seorang berprofesi guru tanggung jawabnya adalah mendidik muridnya agar terdidik. Seorang salesman taggung jawabnya adalah menjual. Melakukan transaksi penjualan dan menyelesaikan pembayaran. Sementara itu, tanggung jawab utama seorang pemimpin adalah menumbuhkan organisasi dan timnya. Menumbuhkan organisasi, berarti pemimpin harus produktif dan menghasilkan. Tidak bisa hanya sekedar bersikap baik terhadap bawahan tetapi kurang menghasilkan. Kurang berguna untuk organisasi.

Sangat bagus menumbuhkan perusahaan tetapi tidak membangun timnya juga tidak akan mampu menduplikasi kemampuannya. Pada akhirnya tidak memberikan efek multiplikasi pada pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Komitmen adalah keharusan. Komitmen adalah bagian dari usaha untuk menjaga integritas pribadi agar tanggung jawab utama profesi kita dapat dicapai. Arahnya menjadi lebih jelas dan tentu memberikan tambahan cukup tenaga untuk mewujudkannya. Baik mewujudkan tujuan pribadi maupun organisasi.
Yang paling penting mengenai komitmen adalah menerima konsekuensi. Apapun jenis konsekuensinya. Jika anda komitmen untuk tidak mengambil hak orang lain dan atau hak perusahaan, maka konsekuensinya mungkin anda tidak menjadi kaya di masa depan.
Komitmen adalah tindakan bukan kata kata, kata Jean Paul Sartre. Sekali anda memiliki komitmen, anda perlu disiplin dan kerja keras untuk mencapainya, kata Haite Gebreselassie. Sedangkan Vince Lombardi, tegas mengatakan bahwa komitmen individu pada usaha kelompok, itu adalah hal yang membuat kerjsasama tim terjadi, perusahaan berjalan, masyarakat berjalan, dan peradaban berjalan. Apakah komitmen anda saat ini?


