Agar Semua Sejahtera

Agar Semua Sejahtera

Perkembangan perikanan budidaya di Indonesia cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya konsumsi ikan akibat pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi diduga sebagai pemicunya. Tak hanya itu, perkembangan teknologi yang semakin maju dan beragam juga mendorong naiknya kemampuan produksi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam negeri maupun pasar ekspor.

Agar Semua Sejahtera

Salah satu aspek penting dalam budidaya udang adalah bahan tambahan pakan (feed additive). Tak hanya berperan dalam memacu pertumbuhan, penggunaan bahan tambahan pakan cukup bervariasi mengikuti tujuan yang diinginkan, termasuk bahan tambahan pakan untuk tujuan pengobatan (medical feed).

Tidak selalu terpenuhinya kebutuhan imbuhan pakan yang sangat penting dalam formulasi pakan oleh produsen dalam negeri mendorong masuknya produk imbuhan pakan impor. Semakin berkembangnya pemakaian feed additive dalam pakan ikan dan udang disebabkan pertimbangan kebutuhan nutrisi dan kesehatan komoditas budidaya. Bahkan, penggunaan imbuhan pakan ini tidak hanya digunakan oleh pabrik pakan ternak dan ikan saja, tetapi sudah banyak diplikasikan langsung oleh para pembudidaya. Para pembudidaya mencampurkannya langsung dengan pakan sebelum diberi pada ikan atau udang, sesuai dengan target kebutuhan yang ingin dicapai.

Penggunaan bahan imbuhan pakan bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan bahan baku utama penyusun ransum pakan biasanya tidak menyediakan semua unsur, baik nutrisi, vitamin, atau pun mineral yang diharapkan. Jika tidak di-support imbuhan pakan, hasil panen bisa mengalami kegagalan akibat pertumbuhan udang tidak sesuai dengan tenggat waktu yang diharapkan. Selain itu, kesehatan udang bisa terganggu dan mengakibatkan kematian yang jelas akan menurunkan produktivitas.

Kebutuhan imbuhan pakan pun harus diformulasi sesuai kebutuhan yang diinginkan seperti mendukung kesehatan akibat perubahan cuaca yang kurang baik atau pertumbuhan sesuai kebutuhan spesies ikan atau udang pada fase starter, grower, dan finisher. Bahkan, kebutuhan imbuhan pakan bisa berbeda sesuai spesies yang dipelihara. Sudah pasti, penelitian terhadap kebutuhan ikan dan udang harus terus dilakukan dan hasilnya diaplikasikan sesuai kebutuhan pasar pembudidaya.

Salah satu penelitian dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara menunjukkan bahwa penambahan katalisator enzimatik pada pakan ikan bandeng mampu memberikan pertumbuhan lebih cepat. Jika diberikan katalisator tersebut, pertumbuhan ikan bandeng tidak membutuhkan pakan protein tinggi. Pakan formulasi dengan kandungan protein 14—16% ditambah katalisator enzimatik yang sesuai  sudah cukup untuk menumbuhkan ikan bandeng secara efisien.

Berkaca dari fakta bahwa ukuran usus bandeng sangat panjang, diketahui bahwa enzim pencernaan ikan bandeng didominasi oleh karbohidrase. Semakin mendekati anus, jumlah enzim yang dihasilkan semakin sedikit. Ketidakcukupan enzim akan mengakibatkan pakan buatan tidak dapat dicerna. Penggunaan pakan dengan kandungan protein tinggi membuat pencernaan ikan tidak mampu merubahnya menjadi energi sehingga akan menghasilkan sampah yang banyak.

Mengingat produksi enzim dalam pencernakan ikan akan maksimum pada saat ikan dalam kondisi lapar puncak, penambahan ezim katalisator melalui pakan merupakan cara untuk menambah kekurangan produksi enzim internal pencernaan. Saat masuk ke lambung, pakan akan hancur melalui proses fisika dan kimia asam lambung dan menjadi bentuk penyusun semula (powder). Selanjutnya, proses pemecahan mulai terjadi melalui proses enzimatik hingga terbentuk produk molekuler yang siap menembus dinding usus ikan melalui peristiwa osmosis. Akhirnya, produk molekuler didistibusikan ke seluruh organ target untuk memenuhi kebutuhan sel sehingga pertumbuhan ikan akan terbentuk secara cepat dan meninggalkan sedikit feses Itu baru salah satu contoh. Dengan memperhatikan karakteristik fisik dan tingkah laku ikan atau udang, kita bisa mengetahui kebutuhannya untuk tumbuh dengan efektif dan efisien. Dengan terpenuhinya kebutuhan ikan dan udang untuk tumbuh dengan sehat, produktivitas yang diperoleh para pembudidaya pun menjadi ikut tumbuh. Penghasilan meningkat, untung pun berlipat. Dengan kata lain, jika pembudidaya ingin hidup sejahtera, sejahterakan pula hidup ikan atau udang yang dipelihara. Sebuah keputusan win-win solution yang bijak, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.