Mulai Konsumsi Ikan Untuk Tingkatkan SDM

Ilustrasi: (Sumber Istimewa)

Ainezzahira, S.T.P

Negara Indonesia amerupakan negara maritim yang memiliki kawasan teritorial laut yang luas, tidak heran mengapa Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014, terus mengkampanyekan agar masyarakat Indonesia memilih untuk makan ikan untuk konsumsi sehari-hari.

Indonesia telah menjadi produsen ikan terbesar di Asia tenggara dengan jumlah produksi yang terus meningkat sejak 2010 dengan jumlah sebesar 148,1 juta ton pada tahun 2010 meningkat sebesar 21 persen sebesar 178,8 juta ton (Warta Ekonomi, 2019), meskipun demikian, konsumsi ikan di Indonesia masih tergolong rendah dengan jumlah konsumsi sebesar 32,23 kilogram per kapita per tahun, masih jauh tertinggal dengan konsumsi Malaysia sebesar 58,1 kilogram per kapita per tahun.

Dengan mengkonsumsi ikan kita ikut berkontribusi untuk menyejahterakan nelayan, dan berkontribusi untuk kesehatan dan kesejahteraan kita bersama karena kandungan zat gizi ikan yang sangat baik untuk tubuh.

Ikan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari kacang-kacangan, berbeda dengan protein dari kacang-kacangan, protein ikan memiliki sifat lebih mudah dicerna sehingga sangat baik untuk konsumsi balita yang sistem pencernaannya belum sekuat orang dewasa. Tingginya protein pada ikan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya adalah mengatasi stunting.

Stunting adalah suatu kondisi dimana anak memiliki gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dibanding anak-anak seusianya. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang masih awam dan tidak tahu bahwa bila anak pendek dan pertumbuhannya terlihat terhambat, hal ini disebabkan karena masalah gizi kronis, dimana kurangnya asupan gizi dalam tubuh yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.

Hal ini sangat disayangkan sekali ketika kita memiliki sumber gizi yang melimpah dari ikan, namun masih banyak kasus – kasus kurang gizi ataupun gizi buruk yang menimpa warga kita sendiri, khususnya anak-anak.

Tidak hanya protein, ikan juga mengandung banyak zat gizi lainnya, yang sangat berkontribusi untuk kesehatan tubuh, diantaranya yaitu lemak, lemak pada ikan bersifat tidak jenuh yang dapat sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan kadar kolesterol dalam tubuh.

Beberapa jenis vitamin yang terkandung dalam ikan yaitu: vitamin A pada ikan terletak pada hati ikan yang mampu mencegah kebutaan pada anak, vitamin D terletak pada daging ikan yang memiliki manfaat untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang, Vitamin B6 pada ikan dapat mencegah anemia dan kerusakan syaraf dan vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah.

Selain vitamin, ikan juga kaya akan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan daya tahan tubuh (sistem imun), beberapa mineral yang dapat ditemukan dalam ikan adalah zat besi, yodium, selenium, seng dan flour.

Himbauan untuk mengkonsumsi ikan telah digaungkan secara massal dan menjadi viral ketika Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014 menyampaikan kampanyenya “Siapa yang nggak makan ikan, saya tenggelamkan”, viralnya kampanye yang dilakukan telah membuka mata sebagian dari kita untuk mulai menyadari pentingnya memilih ikan untuk konsumsi kita sehari-hari, tentu dengan kita mulai banyak mengkonsumsi ikan dan mengajak lingkungan di sekitar kita untuk mulai lebih menyadari pentingnya mengkonsumsi ikan, hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan dan kesejahteraan kita di masa depan.

Peningkatan konsumsi ikan dan kampanye untuk mulai memilih ikan untuk dimakan diharapkan dapat terus meningkat dan menjadikan mengkonsumsi ikan menjadi budaya sehingga semua masyarakat bisa memilih ikan sebagai menu makanan sehari-hari.

Melaui konsumsi ikan, diharapkan asupan gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik sehingga masyarakat kita bisa menjadi sumber daya manusia unggulan yang dapat tumbuh sehat serta dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

*Penulis adalah mahasiswa lulusan Teknologi Pangan dan Nutrisi di Universitas Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.