Cermat Pilih dan Kelola Pakan, Kunci Keberhasilan Budidaya

Manajemen pakan merupakan salah satu factor dominan dari kunci keberhasilan budidaya. Dalam budidaya udang, pakan merupakan komponen tertinggi dalam biaya produksi. Untuk itu, pemilihan pakan butuh kecermatan dan perhitungan yang matang.

Dalam budidaya udang, pakan merupakan komponen tertinggi dalam biaya produksi. Sudiarnoto, Kepala Divisi Aquaculture, PT Golden Westindo Artajaya, menyarankan, pemilihan pakan udang haruslah cermat. “Pilihan pakan bukan hanya soal harga tetapi bagaimana performance pakan dapat menghasilkan TDN (total digistible nutrient) yang tinggi bagi udang sehingga dapat menurunkan FCR,” ungkapnya.

Kualitas pakan seperti ini mampu menekan buangan Limbah berupa sisa pakan dan feces dari udang, dampaknya lingkungan budidaya lebih baik, udang lebih sehat, panen melimpah sesuai harapan. Menurutnya, kunci sukses budidaya secara garis besar terdiri dari empat aspek, yaitu  pemilihan bibit (benur) yang berkualitas, feeding protocol (manajemen pemberian pakan serta kontrol) yang efektif dan efisien, manajemen budidaya (menjaga keseimbangan lingkungan kolam budidaya, termasuk sumberdaya manusia).

Di lain pihak, Rudy Kusharyanto, Ketua Harian Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Lampung, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pakan merupakan salah satu unsur terpenting dalam budidaya, karena pakan menyumbang hampir 65% dari biaya produksi selama budidaya. Oleh karena itu, perlu diterapkan feeding management agar biaya produksi bisa lebih ditekan namun hasil panen optimal.

“Salah satu strateginya adalah ke pemilihan pakan yang tepat, feeding management yang baik, serta pemilihan teknologi dalam pemberian pakan (auto feeder atau manual) disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan sumberdaya manusia”, tambah Rudy.

Pertimbangan dalam memilih pakan

Faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih pakan menurut Achmad Jerry, Pendiri Venambak, adalah kadar protein dan nutrisi lainnya yang terkandung dalam pakan. Termasuk nutrisi tambahan antara lain vitamin, mineral dan lainnya. Berikutnya, adalah faktor harga pakan dan ketersediaan keberlanjutan distribusi di lokasi tambak.

Selanjutnya adalah mengamati pertumbuhan rerata harian atau ADG (average daily growth) pada udang ketika budidaya. Tingkat protein diamati lewat bau pakan yang khas/ tajam. Akan tetapi, lanjut Achmad, faktor yang di pertimbangkan pertama kali adalah harga, kemudian melihat tingkat kandungan proteinnya (nutrisi).

Terkait faktor yang menjadi pertimbangan pembudidaya dalam pemilihan pakan, Ondang, Penasihat Teknis CV Riz Samudera, mengungkapkan tujuh faktor utama. Faktor tersebut yaitu kandungan nutrisi pakan, atraktan, stabilitas dalam air, harga, ketersediaan, keberadaan technical service, dan layanan purna-jual.

Kandungan nutrisi pakannya  (protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, asam amino dll). Pakan dengan kandungan nutrisi setimbang tentunya akan memicu pertumbuhan udang dengan pesat. Berikutnya, pakan memiliki atraktan mampu menggugah nafsu makan udang. Faktor water stability menentukan pakan tidak akan mudah hancur setelah masuk air kolam. Dengan demikian, tiap butir pakan masih memiliki nutrisi yang utuh ketika dimakan udang.

Harga sudah tentu merupakan salah satu pertimbangan untuk menunjang profit usaha tambak ini. Kemudahan mendapatkan pakan juga berperan penting dalam pertimbangan memilih pakan. Selanjutnya, adalah keberadaan technical service dari pihak pabrik pakan menjadi faktor penting. Faktor terakhir adalah layanan purna-jual, dengannya petambak mempunyai wadah memberikan saran-saran atau keluhan jika ada hal yang berkaitan dengan kualitas pakan.

Kestabilan pakan di air jadi pertimbangan

Menambahkan narasumber sebelumnya, Sugeng Rahardjo, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, yang menjadi dasar pertimbangan pemilihan jenis pakan yang digunakan dan mensiasati kualitas yang kadang turun naik ada beberapa faktor yaitu: kandungan nutrisi pakan, kestabilan pakan, nilai kecernaan pakan, atraktan/aroma pakan yang disukai udang/ikan, pengaruh terhadap lingkungan pemeliharaan.

Kandungan nutrisi pakan secara lengkap, tidak hanya satu unsur saja misal protein, lemak, tetapi unsur lain juga harus diperhatikan karena semua unsur yang diformulasikan meliputi nutrisi dan kimiawi yang dibutuhkan ikan atau udang. “Intinya produsen pakan harus menginfokan secara lengkap hasil uji coba disertai data yang lengkap,” ungkapnya.

Selain itu, pertimbangan lainnya terkait kestabilan pakan di air. Aspek ini dibutuhkan untuk mengetahui pakan tidak mudah hancur sehingga termanfaatkan dengan baik dan tidak mudah menurunkan kualitas lingkungan peliharaan. Nilai kecernaan ini juga penting agar pakan bisa dicerna dengan baik sehingga mempercepat pertumbuhan dan kesehatan.

Pastikan kualitas pakan

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, petambak perlu memilih pakan yang berkualitas. Ikhsan Kamil, Kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, menyarankan, salah satu cara mengamati kualitas pakan yaitu dengan melakukan evaluasi kinerja pakan tersebut pada siklus sebelumnya dan pengelolaan penyimpanan yang baik (gudang, FIFO atau first in first out dll).

“Terkait dengan standar kualitas,” lanjutnya, “biasanya pakan pabrikan skala industri sudah dapat dipastikan mempunyai kualitas yang baik, karena industri tersebut sudah punya standar kualitas produksi.”

Di lain pihak, Romi Novriadi, Peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, mengingat segi kualitas pakan di pasaran sama, maka pertimbangan utama dalam pemilihan jenis pakan lebih ke faktor harga, kemudahan akses, pelayanan konsumen, antara lain pendampingan teknis, akses informasi dan pasar hasil budidaya), skema pembayaran dan insentif lainnya yang diberikan oleh pabrik pakan.

Strategi pengelolaan pakan

Strategi /pengelolaan pakan dalam budidaya udang harus efektif dan efisien. Umumnya pelaku budidaya memonitor dengan cek anco (pesentase, jumlah pakan, jam cek anco, dan sampling berat udang secara berkala). Hal ini diungkapkan oleh Paian Tampubolon, TS Manager Central & West Java, PT Grobest Indomakmur. Ia melanjutkan, kekeliruan dalam pemberian pakan akan berimplikasi berubahnya parameter air tambak dan penumpukan bahan organik yang menyebabkan udang stress dan mudah terserang penyakit.

Untuk mempertahankan kualitas nutrisi/kandungan pada pakan, masih menurut Paian, perlu diperhatikan beberapa hal di antaranya pakan disimpan dalam ruangan yang terlindung dari sinar matahari. Pasalnya, suhu mempengaruhi kandungan nutrisi pakan. Berikutnya, adalah menyimpan dengan alas pallet yang memberikan ruangan antara lantai dan dudukan pakan sekitar 5 cm. Hal ini bertujuan agar tumpukan dasar pakan tidak lembab yang menyebabkan pakan rusak/berjamur.  (noerhidajat/adit/resti).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.