Maggot Sebagai Pakan Alternatif

Maggot

Saat ini Maggot banyak dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang bergizi tinggi dan cukup terjangkau. Maggot sendiri adalah larva berprotein tinggi yang dikembangkan dari serangga black soldier fly (BSF).

Belum lama ini, Rabu, (9/7) lalu, Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) yang merupakan organisasi perhimpunan profesi dan keilmuan para ahli di bidang Nutrisi dan Teknologi Pakan menggelar webinar yang khusus membahas seputar Maggot.

Dalam beberapa bulan terakhir, Maggot mendadak populer di kalangan pembudidaya ikan di Indonesia. Pemerintah Indonesia sejak awal 2020 sudah menyebutkan akan menjadikan larva lalat BSF itu sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan pakan ikan.

Meski sudah ada bahan baku lain yang juga bisa dijadikan bahan baku alternatif, namun Pemerintah terlihat fokus pada Maggot, karena banyak manfaat dan keunggulan yang tidak ada pada bahan baku lain. Keunggulan itu, di antaranya karena Maggot mengandung protein tinggi dan berkualitas yang dibutuhkan oleh ikan, pembuatan yang mudah dilakukan oleh siapa saja dengan biaya produksi yang murah dan terjangkau karena media utamanya adalah sampah organik.

Pemanfaatan Maggot adalah untuk pengolahan sampah organik yang biasanya banyak diproduksi oleh rumah tangga. Dengan diolah menjadi Maggot, sampah akan menghilang dan di saat yang sama akan menjadi makanan untuk ikan.

Munculnya Maggot sebagai kandidat utama bahan baku alternatif untuk pembuatan pakan ikan, karena Maggot memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk pembuatan pakan ikan. Artinya, komponen yang dibutuhkan untuk membuat pakan ikan yang mengandung gizi cukup baik, bisa didapatkan dari Maggot.

Selain itu, Maggot juga dinilai potensial karena mudah didapat, diproses, dan bisa dijangkau oleh masyarakat luas dengan harga yang murah. Adapun, komponen yang dimaksud, adalah protein yang menjadi kebutuhan utama ikan dan bisa didapatkan dari pakan ikan.

Salah satu nutrisi pakan yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ikan adalah protein. Kualitas protein sangat tergantung dari kemudahannya dicerna dan nilai biologis yang ditentukan oleh asam amino yang menyusunnya. Semakin lengkap kandungan asam aminonya maka kualitas protein akan semakin baik.

Sebelum Maggot muncul sebagai kandidat utama, para pembuat pakan ikan harus bekerja keras untuk menghadirkan produk yang baik dan berkualitas dengan kandungan protein yang tinggi. Namun, upaya tersebut berujung pada konsekuensi harga dari produk pakan ikan tersebut menjadi mahal, karena bahan baku dengan protein tinggi harus didatangkan dengan cara impor.

 

 

Alasan Kuat Alternatif Pakan

Persoalan pasokan pakan ikan sejak lama sudah dirasakan oleh para pembudidaya ikan di Indonesia sampai sekarang. Meski pasokan lancar, namun harga pakan ikan di pasaran masih mahal karena bahan baku pembuatan pakan masih impor. Untuk mengatasinya, Pemerintah terus mencari formula agar bisa menghasilkan pakan ikan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Salah satu caranya dengan memanfaatkan bahan baku pakan ikan alternatif yang bisa ditemukan di Indonesia.

Dari semua bahan baku itu, menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB KKP) Slamet Soebjakto, pernah mengatakan, Maggot adalah yang paling potensial dikembangkan sebagai pakan ikan karena mudah ditemukan dan biayanya relatif murah.

Ia menuturkan, Maggot berpeluang cukup besar untuk dijadikan sebagai bahan baku alternatif pakan (ikan) berprotein tinggi bagi pertumbuhan ikan.

Maggot yang merupakan larva lalat BSF memang sangat istimewa dibandingkan bahan baku pakan alternatif lainnya karena mengandung nutrien yang lengkap untuk ikan dan kualitas yang baik. Selain itu, Maggot bisa diproduksi dalam waktu singkat dan berkesinambungan dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan.

Keunggulan lainnya, yaitu masyarakat mudah mengadopsi teknologi produksi Maggot. Kemudian, dalam prosesnya Maggot juga bisa diproduksi menjadi tepung (mag meal), sehingga bisa menekan biaya produksi pakan.

Melihat potensinya itu, KKP berencana membangun tujuh unit model percontohan Maggot skala industri mulai 2020 ini. Ketujuh unit tersebut dibangun di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat, dan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Jambi, BPBAT Mandiangin Kalimantan Selatan, BPBAT Tatelu Sulawesi Utara, Balai Besar Perikanan Budi daya Air Payau (BBPBAP) Jepara Jawa Tengah, dan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Jawa Timur. (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.