Manfaat Lactobacillus sp Untuk Udang

Minimalisir AHPND, dengan Pemanfaatan bakteri strain Lactobacillus sp dalam

ekosistem budidaya udang yang berkelanjutan (sustainable)

Probiotik (mikroba hidup) dapat digunakan untuk memperbaiki ekosistem tambak sehingga udang lebih nyaman. Mikroba yang biasa dimanfaatkan antara lain Lactobacillus, Bacillus, dan Saccharomyces. Mikroba tersebut diisolasi dari alam dan diperbanyak dengan fermentasi. Probiotik ini menjaga ekosistem agar udang nyaman untuk di bididayakan ditambak.

Menurut Kepala Divisi Iptek Forum Komunikasi Praktisi Aquakultur (FKPA) Lampung,  Rudy Kusharyanto, S.Si., M.Ling, Manfaat penggunaan bakteri Lactobacillus dalam budidaya udang antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama, Meningkatkan sistem imunitas udang

Lactobacillus memiliki kemampuan menempel pada dinding saluran cerna, sehingga bakteri tersebut dapat berkoloni dan melakukan fungsinya yang memiliki manfaat bagi udang. Usus merupakan organ dengan sistem imun terluas di dalam tubuh udang, sel-sel yang menyusun usus dilindungi oleh lapisan pelindung mukus yang secara terus-menerus mengalami proses regenerasi.

Di permukaan mucus ini terjadi proses penyerapan nutrisi dan menjadi media melekatnya probiotik di dinding usus. Melekatnya probiotik pada mukus ini diakibatkan oleh suatu zat protein yang dinamakan MBP/ Mucus Binding Protein (Protein Pengikat Mukus), dengan adanya protein ini maka bakteri probiotik dapat menempel pada mukus saluran cerna dan melakukan perlindungan terhadap udang.

Selain itu Mucus Binding Protein ini juga memicu produksi protein imunoglobulin yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu peranan Mucus Binding Protein ini juga penting dalam meningkatkan sistem daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

Kedua, Mencegah penempelan dan infeksi mikroba pathogen

Lactobacillus akan mengubah karbohidrat menjadi asam laktat, kemudian asam laktat dapat menciptakan suasana pH yang lebih rendah. Dalam keadaan  asam, Lactobacillus memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri pathogen dan bakteri pembusuk.

Ketiga, meningkatkan proses penyerapan nutrisi      

Suasana asam pada usus akan meningkatkan sekresi enzim proteolitik (kecernaan pakan) dalam saluran pencernaan merombak protein menjadi asam amino yang kemudian diserap lebih cepat oleh usus. Adanya keseimbangan antara bakteri saluran pencernaan di udang dapat menyebabkan bakteri probiotik bersifat antagonis terhadap bakteri patogen sehingga saluran pencernaan udang lebih baik dalam mencerna dan menyerap nutrisi pakan.

Lactobacillus telah terbukti sebagai bakteri yang menguntungkan dan dapat hidup berasosiasi sebagai flora normal pada organisme baik di dalam maupun di luar tubuh. Lactobacillus berperan untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan seperti laktase yang memanfaatkan karbohidrat untuk diubah menjadi asam laktat dengan konsentrasi tinggi dan pH rendah hingga mencapai 4,6-5,0.

Penggunaan probiotik, kata Rudy khususnya strain Lactobacillus akan meningkatkan pertumbuhan serta bila di campur di pakan dapat membantu pencernaan usus udang dengan baik, sehingga energi yang diperoleh dari pakan dapat dimanfaatkan secara optimum. Adanya enzim pencernaan dalam tubuh udang dapat meningkatkan daya cerna  terhadap pakan serta dapat memacu pertumbuhan.

Setiap strain bakteri probiotik memiliki spesifikasi dan fungsi masing-masing dalam tubuh udang maupun medianya. Dosis probiotik yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan udang dapat bervariasi tergantung dari jenis strain bakteri probiotik, pakan, kualitas air,  kondisi serta sifat dari udang itu sendiri.

Lanjut Rudy, Pemberian dosis bakteri probiotik yang tidak efektif misalnya terlalu rendah, menyebabkan populasi yang dapat mengoksidasi bahan organik di lingkungan menjadi sedikit, hal ini menyebabkan penumpukan bahan organik pada lingkungan, sehingga dapat menjadi racun yang berdampak pada timbulnya penyakit dan berkurangnya nafsu makan pada udang.

Sebaliknya, jika konsentrasi dosis probiotik terlalu tinggi memungkinkan terjadinya persaingan dalam penggunaan nutrien, yang berakibat menurunnya kinerja dari bakteri probiotik.  Proporsi jumlah koloni bakteri probiotik khususnya Lactobacillus sp dalam pakan menyebabkan aktivitas bakteri probiotik dapat bekerja secara maksimal dalam pencernaan udang, sehingga daya cerna udang menjadi lebih tinggi dalam menyerap sari-sari makanan dan menghasilkan pertumbuhan yang baik.

Lactobacillus yang masuk ke dalam tubuh udang melalui pakan akan menghasilkan enzim laktase yang dapat memanfaatkan karbohidrat (glukosa) untuk diubah menjadi asam laktat. Terbentuknya asam laktat menyebabkan pH pada substrat menjadi rendah hingga mencapai 4,6-5,0.

Kondisi lingkungan yang asam ini akan dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen dan pembusuk dalam sistem pencernaan udang serta sekresi enzim proteolitik akan meningkat.

“Memelihara udang putih membutuhkan suatu pengetahuan yang memadai artinya harus sesuai dengan Standard Operational Prosedure, baik selama persiapan lahan, persiapan air, selama proses budidaya juga selama proses panen, sehingga apa yang di cita-citakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam berbudidaya udang bisa tercapai,” pungkas Rudy. (Resti/Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.