Pelajaran Hidup 9+9 dari Jack Ma

Seorang pebisnis ternama asal negeri Cina, Ia bernama  Jack Ma. Dia adalah pemilik perusahaan e-commerce top dunia, AliBaba. Selain sebagai seorang pengusaha, Jack Ma juga dikenal sebagai salah satu motivator ulung kelas dunia. Setiap orang yang pernah bertemu dan mendengar pembicaaannya selalu merasa seperti terlahir kembali dengan pola pikir baru.

Meski bisnisnya terbilang lancar, bukan berarti Alibaba tidak memiliki tantangan dalam prosesnya. Awalnya, Ma sering mendapat penolakan dari perusahaan ketika memperkenalkan Alibaba. “Aku ingat di 2001, kami berusaha mendapatkan modal 5 juta US dollar dari pemodal di Amerika Serikat dan ditolak,” ujar Ma.


Fakta menarik terungkap dari pengakuan Porter Erisman yang merupakan mantan Vice President Alibaba. Porter menceritakan pengalamannya ketika pertama bergabung dengan perusahaan tersebut. Kata dia, menjual bisnis internet di China ketika itu seperti memasarkan kacang ajaib pada seseorang.


“Dia (Ma) datang dari pintu ke pintu mencoba membujuk orang membayar untuk memasukkan perusahaannya ke internet. Pembawaan Ma yang lucu dan visinya yang hebat membuat orang mulai yakin, bahkan investor kelas kakap pun berdatangan, termasuk dari pemilik Softbank,” jelas Porter seperti dilansir detikINET.


Dalam salah satu sesi bicaranya, Jack Ma pernah menuliskan ini di papan tulis:

2+2= 44+4= 88+8= 169+9= 19

Penjumlahan tersebut adalah sebuah hitungan matematika yang terbilang mudah, namun seluruh peserta merasa aneh dan sempat mengira bahwa Jack Ma salah menulis jawaban pada penjumlahan terakhir.

Masa iya 9+9=19?

Saat itu semua peserta dengan serentak menyorakinya dan berkata bahwa penjumlahan terakhir salah. Jack Ma tersenyum dan dengan tenang mengakuinya. Bahwa jawaban soal terakhir memang salah.

Jack Ma kemudian berkata, “tapi 3 jawaban saya sebelumnya benar, kenapa kalian tidak memuji saya, dan hanya fokus melihat kesalahan saya di satu soal?” Perkataan Jack Ma ini seketika membungkam seluruh peserta. 

Demikianlah hakikat kebanyakan manusia, mudah bereaksi keras ketika melihat kesalahan orang lain, membesar-besarkannya dan meniadakan seluruh kebaikan lain yang pernah diperbuat orang tersebut. Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelangga.

Berdasarkan hal tersebut, Jack Ma berpesan kepada para pendengaranya, mengingat tabiat manusia yang demikian, maka seyogyanya ketika kita berbuat salah, janganlah terlalu sedih dan berlarut-larut di dalam penyesalan diri. Sebaliknya bangkitlah dan memperbaiki diri. Karena kesuksesan sering kali diawali kesalahan demi kesalahan yang dijadikan pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.