Carlos Lisbon Sirait, yang kini menjabat sebagai Kepala Balai BPBAT Tatelu di Manado, justru memulai karir dengan bekerja serabutan, bahkan pernah juga bekerja di kantoran perusahaan periklanan/percetakan, serta di bagian marketing. “Sedangkan karir saya di bidang perikanan dimulai pada tahun 1995-1997, menjadi tenaga honorer pada managemen unit kerjasama sarana operasional (KSO) antara Direktorat Jenderal Perikanan Departemen Pertanian dengan PT Mandiri Wira Utama, yang bergerak di bidang pembenihan udang windu sampai dengan tahun 2000,” ungkap Carlos.
Meski Covid-19 telah berubah statusnya menjadi endemi, tidak bisa dipungkiri selama kurun waktu 2-3 tahun belakangan ini, banyak kegiatan sektor usaha yang mengalami keterpurukan dan kebangkrutan. Namun, untuk kegiatan usaha perikanan budidaya selama pandemi, demikian juga pasca pandemi masih tetap eksis, bahkan mengalami peningkatan pelaku usaha di bidang perikanan budidaya.

Menurut pengamatan Carlos, sektor usaha perikanan khususnya budidaya sangat menjanjikan, karena menyangkut masalah pangan dan juga sektor ini mempunyai segmen pasar yang cukup beragam dan luas. “Mulai dari penjualan telur, larva, benih dengan beragam ukuran, sampai dengan pembesaran, bahkan pasca panennya pun memberikan variasi usaha kuliner yang menjanjikan,” tuturnya.
Carlos juga sangat optimis, dengan adanya terobosan pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor dan pengembangan kampung budidaya, akan memengaruhi kegiatan usaha udang dan ikan ini semakin menggeliat di masyarakat, begitu juga dengan permintaan pasar yang cukup stabil dan cenderung meningkat. Meski begitu Carlos pun tetap mengikuti permintaan pasar di Sulawesi Utara dan beberapa provinsi lain di Indonesia Timur, untuk ikan air tawar yaitu Nila dan Mas.
Meski demikian, pelaku usaha yang bergerak dalam bidang budidaya ini juga terus waspada terhadap ancaman penyakit. “Ada pepetah mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Oleh sebab itu, saya menyarankan dan mendorong para pembudidaya selalu menjaga kebersihan lingkungan kegiatan usahanya, selalu menggunakan benih dan induk ikan yang unggul, pakan yang bermutu dan penggunaan obat-obatan ikan yang aman (teregistrasi),” Ujar Carlos.
Tips Solid Dengan Tim
Tentu ada kiat-kiat khusus untuk menjaga hubungan baik sesama tim agar tetap kompak, “sederhana saja dengan selalu membaur, sama-sama bekerja, dan saling menghargai,” ujar Carlos.
Anak Rantau
“Saya dari usia tiga bulan, sudah tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan Terminal Cililitan Jakarta Timur, yang terkenal ramai dan keras,” ungkap Carlos.
Semasa kecil, karena kehidupannya di kawasan terminal, bisa dibayangkan, Carlos sudah terbiasa dengan pergaulan antar suku dan etnis, perkelahian antar geng, itu semua membentuknya menjadi pribadi yang kuat dan berani.
Di rumah pun Carlos juga dididik dengan keras dan juga disipilin oleh sang Ayah.“kalau mendapat laporan dari sekolah tentang perkelahian atau kenakalan, saya tidak segan-segan akan dipukul pakai rotan.”
Namun yang membuatnya sangat bersyukur bahwa orang tuanya sangat suportif dan mendukung dalam pendidikan, bahkan setiap hari selesai magrib, Ayah dan Ibunya bergantian membantu mengerjakan PR sekolah dan mengajari pelajaran sekolah.

Carlos sangat mengidolakan nabi Yusuf AS. Tidak lain karena perjalanan hidup dan karirnya, hampir mirip dengan hidup dan karir beliau. “Dan saya terus belajar agar bisa mengikuti jejak Nabi Yusuf menjadi orang yang berguna bagi banyak orang,” katanya bersungguh-sungguh.
Kini setelah dirinya menjadi orang tua, management waktu adalah salah satu kunci utama agar bisa selalu fokus dengan apa yang sedang dikerjakan. “Kalau di kantor atau pada saat kerja, saya fokus ke pekerjaan. Tetapi kalau di rumah saya fokus dengan urusan keluarga (istri, anak dan keluarga besar). Dan saya hampir tidak pernah atau jarang sekali menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah.”
Carlos juga berharap, kelak ketika masa pensiunnya tiba, dirinya ingin bisa selalu berkumpul dengan istri dan anak-anak dan memiliki usaha di bidang perikanan. (Vira/Resti)

Nama Lengkap dan Gelar : Carlos Lisbon Sirait, S.Pi., M.M.
Jabatan dan Instansi : Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu
Alamat kantor : Jl. Pinilih, Jaga VI, Desa Tatelu, Kec. Dimembe, Kab. Minahasa Utara, Prov. Sulawesi Utara. (Kantor BPBAT Tatelu)
Karir
SD : SD Negeri 02 Jakarta
SMP : SMP Negeri 210 Jakarta
SMA : SMA Negeri 58 Jakarta
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Riau (S1) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ipwija Jakarta (S2)

