Sektor Udang Paling Siap Ditingkatkan

Diantara sekian komoditas perikanan dan kelautan, produksi udang merupakan salah satu sektor yang paling siap ditingkatkan

Menurut Andi Tamsil, Pengurus MAI dan Dosen FPIK UMI Makassar, hal ini karena Indonesia memiliki ketersediaan lahan, teknologi, SDM, kelembagaan (misalnya SCI dan MAI) dll., yang mendukung.“Akan tetapi,”lanjut Andi, “kita juga menghadapi kendala, yaitu perizinan dan kurangnya ketersediaan benih berkualitas, serta masih adanya biaya-biaya yang tidak jelas. Kalau semua ini dapat diatasi, maka saya yakin produksi udang dapat dingkatkan,” papar Andi optimis.

Andi melanjutkan, target Pemerintah untuk meningkatkan produksi 250% di tahun 2024 harus diikuti dengan kebijakan yang tepat, termasuk mempersiapkan kebutuhan sarana dan prasarananya. Penyederhanaan perizinan diharapkan benar-benar terwujud, sehingga pembudidaya bisa fokus pada masalah produksi. “Dalam keadaan normal, biasanya kita sulit bersaing dengan negara lain, termasuk Vietnam dan Thailand, terutama dari segi efisiensi. Sehingga HPP mereka lebih rendah,” tutur Andi. Untuk mencapai peningkatan produksi udang 250 %, maka perlu segera secara konkrit dibuat pemetaan potensi dan masalahnya, dengan mengajak semua pemangku kepentingan, bukan hanya yang ada di KKP, tapi juga di kementerian lain.

Harapan yang sama terkait penyederhanaan perizinan juga diungkapkan oleh Oei Gianto Suparlan, Teknisi Tambak KBS (Karunia Berkat Sejahtera). Menurutnya, pemerintah diharapkan ikut berperan aktif dalam memajukan usaha perudangan dengan memangkas dan mempermudah perizinan yang harus dimiliki oleh para petambak, sehingga petambak tidak direpotkan dengan munculnya perizinan yang sekarang harus dimiliki dalam menjalankan usaha budidaya udang.

 

Metode klaster tumpuan tingkatkan produktivitas

Untuk mencapai target pemerintah yang dipatok 250% pada tahun 2024, lantas, apa strategi yang perlu dilakukan? Terkait hal ini, Desi Amelia sari, Technical support akuakultur, PT Fenanza Putra Perkasa, menyampaikan pendapatanya. Dengan semakin menurunnya daya dukung lingkungan, budidaya udang harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan penggunaan probiotik merupakan hal yang sangat penting.

“Selain itu, penerapan konsep klaster agar dapat terus diupayakan untuk meningkatkan produktivitas yang bisa mencapai 45 ton per Ha,” papar Desi. Teknologi yang diterapkan mengadopsi konsep klaster budidaya udang berkelanjutan, pengelolaannya mengusung konsep budidaya yang ramah lingkungan dengan kendali penuh secara ketat.

“Salah satu SOP yang harus dijalankan adalah pengelolaan kualitas air serta penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik,” lanjut Desi. Ia menambahkan, pembudidaya harus peduli untuk menerapkan pengelolaan air, baik air masuk maupun air keluar, agar usaha budidaya dapat berkelanjutan. Dengan demikian, SOP harus benar-benar dipatuhi. Ini merupakan suatu kunci keberhasilan dalam berbudidaya sehingga produktivitas dapat terus ditingkatkan.

Produksi udang berkelanjutan

Pentingnya budidaya udang secara lestari juga disampaikan oleh Romi Novriadi, Peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia menekankan pentingnya produksi atau budidaya udang berkelanjutan. “Kita mengharapkan produksi udang Indonesia ke depan agar lebih bersifat berkelanjutan baik melalui berkelanjutan di aspek ekonomi, sosial hingga ke sektor lingkungan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia memaparkan, produksi harus diintegrasikan dengan instalasi pengelolaan air limbah yang baik dan tepat, minimalisasi penggunaan tepung ikan dalam pakan, serta tidak merusak lahan bakau untuk sistem produksi yang dilakukan. Ia yakin, dengan aspek-aspek tersebut, udang yang dihasilkan oleh Indonesia nantinya akan dikenal sebagai komoditas udang yang dihasilkan melalui konsep Good Management Practices yang memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan untuk produk udang yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Senada dengan Romi, Teguh Setyono, Farm Manager, PT Dua Putra Perkasa, juga menekankan pentingnya budidaya berkelanjutan. Dengan menerapkan sistem budidaya yang berkelanjutan, produksi udang bisa bertahan dan meningkat.

Di lain pihak, Eli Riswandi, Teknisi PT Central Proteina Prima Produksi menyampaikan pentingnya campur tangan pemerintah dalam penelitian berbagai macam penyakit yang merebak dan bagaimana cara menanggulanginya supaya petambak ini bisa mendapatkan hasil yang di harapkan.

Manajemen nutrisi pakan, kunci tingkatkan produktivitas

Romi mengungkapkan, pakan memakan porsi biaya variable sekitar 60 – 70%, sehingga standar manajemen dan profil nutrisi pakan yang dibutuhkan oleh udang vaname menjadi sangat penting untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi. Penggunaan pakan fungsional sudah saatnya masuk dalam konsep produksi untuk optimalisasi laju pertumbuhan dan status kesehatan udang. Selain pakan, teknologi lain, seperti manajemen kualitas air, kesehatan lingkungan dan udang, pasca panen, supply-chain dan lainnya, juga dapat diterapkan agar sistem produksi menjadi lebih terukur dengan baik. (noerhidajat/resti/adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *