Tetap Membumi, Seperti Ilmu Padi

Tetap Membumi, Seperti Ilmu Padi

Teguh Winarno yang kini menjabat Head Of Shrimp De Heus Indonesia, memulai karirnya sekitar tahun 1995 usai menamatkan pendidikannya dari Program Studi Ilmu & Teknologi Kelautan Undip.

Saat itu ada rekrutmen Perusahaan pertambakan yang baru di buka berlokasi di Lampung kebetulan dilakukan di kampus. Namun sayang sekali waktu itu dirinya ketinggalan informasi dan harus melakukan seleksi di Kantor pusat di Jakarta.

Setelah melalui seleksi dan berbagai tes wawancara maupun tertulis saya dinyatakan lolos dan 1 September 1995 diberangkatkan ke Lampung menuju lokasi pekerjaan. Inilah awal dari pengalaman saya bekerja di tambak udang di luar pulau Jawa sebagai supervisor training.

Setelah 3 bulan masa training, pada awal tahun 1996 dirinya dinyatakan lolos dan diangkat menjadi Karyawan tetap PT. Central Pertiwi Bratasena (selanjutnya di sebut CP Bahari) di divisi Aquaculture. Sebagai karyawan baru tentunya Teguh dituntut untuk banyak belajar dan beradaptasi dengan dunia kerja yang bagi saya ini sangat baru.

“Beruntung, di lokasi kerja yang baru saya dipertemukan dengan orang – orang hebat dan baik. Segala kesulitan dan tantangan yang dihadapi bisa kami lewati. Saya selalu ingat petuah Bapak Saya almarhum, sopo temen bakal tinemu, sopo tekun bakal tekan. Inilah awal karir saya sebagai seorang Aquaculturist,” ungkap Teguh.

Selama kurang lebih 9 tahun dirinya mengabdi di perusahaan yang sama. Semua dilakukannya dengan sungguh – sungguh dan dinikmati semua prosesnya. “Alhamdulillah berkat kebaikan Tuhan YME posisi terakhir saya di CP Bahari sebagai Manager Company Commercial Pond yang bertanggung jawab 309 kolam dan karyawan sekitar 200 anggota terdiri dari Section Head, Supervisor, Caretaker dan Pond Operator. Tentunya banyak kenangan dan cerita selama saya bekerja sama dengan mereka,” tutur Teguh.

Pada tahun 2008, Grup perusahaan dimana dirinya bekerja mengembangkan usahanya dengan mengakuisisi dua pertambakan terbesar dunia yang berlokasi di Lampung dan Sumsel. Karena panggilan tugas, Teguh dimutasi dan di sinilah mulai karirnya sebagai Manager Block 4 yang mengelola sebanyak 2526 kolam dengan sekitar 1200 plasma.

“Pengalaman bekerja di PT WM sungguh sangat berkesan, hubungan kami dengan tim maupun dengan plasma bahkan lebih dari saudara. Tentunya ini akan menjadi bagian sejarah bagi hidup saya. Kurun waktu selama sekitar 13 tahun yang kami alami di lokasi yang terpencil, sungguh tidak terasa lama,” tutur Teguh.

Dari panjangnya pengalaman dengan berbagai kendala budidaya yang sudah Teguh alami, Teguh memiliki pandangan bahwa budidaya udang semakin ke sini bukan semakin mudah. Teknologi budidaya semakin banyak kita gali, akan semakin banyak yang tidak kita ketahui. Maka belajar harus menjadi tradisi. Kemajuan ilmu dan teknologi dalam budidaya udang terbukti mampu membawa kemajuan di dalam meningkatkan produksi, walaupun tantangan yang kita hadapi semakin komplek dan rumit.

Produk Unggulan
Pasar udang dunia sangat dipengaruhi oleh kondisi global, hampir 80% produksi udang Indonesia di ekspor ke US. Jika kondisi negara pengimpor sedang tidak baik-baik saja hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap nilai ekspor kita. Udang sebagai komoditas eksport tentunya terkena imbasnya. Faktor produktivitas dan Efficiency Cost produksi tentunya menjadi PR kita bersama. Untuk memenangkan persaingan global tentunya banyak yang harus dibenahi khususnya pembenahan di Supplay Chain (hulu – hilir udang nasional).

Menjadi salah satu bagian yang merasa bertanggung jawab terhadap kondisi ini, Teguh beserta Tim telah melakukan upaya-upaya yang diharapkan bermanfaat bagi kemajuan dunia perudangan. Setiap kunjungan ke kelompok – kelompok petambak hal yang kami lakukan adalah selalu berbagi informasi, baik itu tentang kondisi umum budidaya, update teknologi, perkembangan penyakit serta penangannya. Forum-forum diskusi juga kami kembangkan baik melalui online Shrimp Webinar maupun seminar yang  kami sebut DHISU (De Heus Inovasi dan Solusi Udang).

Sedikit banyak diharapakan upaya ini bisa membantu kesuksesan petani udang. Tentunya upaya ini harus di dukung oleh sumber daya tim yang solid dan kapabel. Untuk menyiapkan sebuah tim, yang paling utama yang kami lakukan adalah membuat kondisi kerja yang harmonis, bagaimana komunikasi dibangun berdasarkan kekeluargaan, keterbukaan dan saling mendukung. Semua anggota tim harus paham dan sadar akan tanggung jawabnya. Kuncinya adalah Kemampuan dan Kemauan untuk maju bersama.

Sebagai sebuah perusahaan penghasil pakan ternak, De Heus Indonesia mempunyai komitmen dan tanggung jawab professional terhadap keamanan pangan, kelestarian alam serta tanggung jawab sosial yang di tuangkan dalam program RESPONSIBLE FEEDING PROGRAMME yang meliputi :

  • Sustainable Supply Chain
  • Feed for Food
  • Fostering Communities
  • Thriving Employee

Dengan komitmen ini , pakan yang dihasilkan oleh DHI dijamin sudah melalui seleksi bahan baku yang ketat dan aman, proses produksi yang berteknologi tinggi, aman bagi lingkungan dan manusia. Komitmen ini di buktikan dengan telah meraih sertifikat Best Aquaculrure Practices (BAP) dan ISO 22000:2018.

Masa SD – SMA dihabiskan di kota Pati Jawa Tengah, sebuah kota kecil di Pantura yang relatif sepi. “Kami 4 bersaudara dan saya adalah anak terakhir, sebagai anak kampung yang lahir dari keluarga tidak mampu. Ayah saya seorang seniman wayang kulit dan pedagang pakaian yang omsetnya hanya cukup untuk kebutuhan harian, sedang ibu saya seorang ibu rumah tangga yang sangat hebat. Orang tua kami mendidik anak-anaknya dengan cara yang santun, lembut dan persuasive.”

Selalu teringat bagaimana pesan Ayahnya agar selalu menekankan untuk selalu ramah dan hormat kepada siapapun, selalu lembah manah dan andap asor. Warisan yang ditinggalkan beliau adalah ajaran pekerti luhur. Bagaimanapun kondisi ekonomi keluarga, bagi bapak Pendidikan anak anaknya adalah yang utama. Selain disiplin menjalankan ibadah.

Suppport System
Sebagai anak – anak yang hidup di Kampung tentunya banyak kenangan kenakalan khas anak kampung, ambil manga tetangga , main di sungai yang kotor, main bola di Alun–Alun kota yang selalu di uber uber hansip Pemda, ambil tebu dari truk yang mengangkut ke pabrik gula saat lampu merah menyala.

“Saat ini saya sudah berkeluarga dan di karuniai 6 orang anak. Di dalam mendidik anak anak saya selalu mencontoh apa yang sudah diajarkan orang tua  saya. Sejauh jauhnya saya pergi untuk bekerja, keluarga yang paling utama. Selalu saya luangkan waktu di hari libur untuk berkumpul bersama dengan mereka. Pergi bersama, makan bersama, silaturahmi ke saudara saudara yang masih ada, agar tidak terputus hubungan kekerabatan,” ujar Teguh.

Sebagai orang tua tentunya Teguh sangat berharap akan kesuksesan anak anaknya. Modal Pendidikan dan perilaku yang mulia menjadi modal yang utama dalam membesarkan anak – anak.

  • Nama : Teguh Winarno
  • Head Of Shrimp De Heus Indonesia
  • Griya Kendal Asri 1 Kav 10 Langenharjo Kendal 51314 Jawa Tengah
  • Karir :
    • 1999 – 2008 Manager Company Commercial Pond PT. CPB (CP Prima)
    • 2008 – 2017 GM Plasma Pond PT. Wachyuni Mandira (CP Prima)
    • 2017 – 2019 GM Shrimp Production PT. Intraco Agroindustri – Medan
    • 2019 – Sekarang Head of Shrimp De Heus Indonesia

Pendidikan Sekolah :

  • SDN Patilor 1 Pati
  • SMPN 02 Pati
  • SMAN 01 Pati
  • Kelautan – Universitas Diponegoro Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *