BETERNAK LELE DI KOLAM TERPAL

IMG_4173Dalam perjalanan ke berbagai tempat, Info Akuakultur menjumpai peternak lele yang memelihara ikan ini dalam kolam terpal. Sebuah upaya praktis dan ekonomis yang patut untuk ditiru. Bagaimana teknis dan keberhasilan usaha ini? Info Akuakultur pilih dua contoh, di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Jombang. Keduanya di Jawa Timur.

Lele Kolam Terpal Bojonegoro

Lebih dikenal dengan nama Didik Sangkuriang, Didik Setiawan (22 tahun) dari Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro dengan Kelompok Tani “Regas” berhasil membudidayakan ikan lele jenis Sangkuriang. Sejumlah 30 orang anggota Regas memelihara ikan lele di pekarangan rumah masing-masing dengan media terpal untuk kolam berukuran 4 x 2 meter persegi untuk 1000 ekor lele.

Didik sendiri memiliki 9 kolam dan masih mengembangkan lagi menjadi 12. “Terpal dibeli di pasar seharga sekitar Rp 140.000 untuk tipe A5 (4 x 6 meter persegi). Dengan demikian membutuhkan lahan seluas kebutuhan,” katanya.

Dia mengaku, bibit ikan lele dibeli dari tetangga bernama Heri Setiawan salah seorang yang pernah ikut pelatihan dan pemegang sertifikat pemijahan ikan lele Sangkuriang di perikanan Abah, Jawa Barat. Heri sendiri yang sebelumnya pelayar tertarik bidang ini berkat pengaruh kakaknya.

Selanjutnya diungkap peternak ikan yang juga guru komputer SMK Ngambon ini, harga seekor bibit lele sepanjang 4-6 cm adalah Rp 150. Dengan demikian 1000 ekor bibit untuk satu kolam dibutuhkan dana Rp 150.000.

Tahap pemeliharaan membutuhkan waktu 3 bulan. Guna pembuatan kolam, tanah seluas 4 x 2 meter persegi digali sedalam kurang lebih 40 cm, diratakan. Setiap sudut diberi bambu penahan, dibuat pagar atau dinding dari bambu berkeliling. Terpal digelar dan ujung-ujungnya dilipat sesuai tinggi pagar sehingga terbentuk kolam.

Air sumur diisikan ke dalam kolam terpal setinggi 40 cm tersebut, diberi larutan herbal. Larutan ini tidak diperjualbelikan dan dirahasiakan formulanya namun diberikan secara cuma-cuma jika membeli bibit pada pemilik sertifikat “Sangkuriang” tadi. “Supaya kami dapat bersilaturahmi,” kata Heri pemegang sertifikat di Ngambon.

Selanjutnya pupuk kandang berupa kotoran kambing dalam karung zak dimasukkan ke dalam kolam, dibiarkan selama seminggu. Tujuannya keluar jentik-jentik, plankton dan zooplankton guna pakan ikan lele.

Setelah seminggu, pupuk kandang diangkat, bibit dimasukkan, lalu dibiarkan 1-2 minggu. Baru kemudian air ditambahkan. Masuklah pada tahap pemeliharaan.

Pada tahap pemeliharaan, setiap hari ikan diberi makan berupa pellet (Jawa: wur) yang sudah difermentasi. Pellet ini dibeli di toko perikanan/ peternakan/ poultry shop. Fermentasi dilakukan oleh Didik selaku peternak sendiri sesuai pengajaran oleh Heri.

Dalam fermentasi itu, 10 mililiter enzim xylase dicampur dengan 10-20 mililiter tetes tebu dalam 1 liter air. Pakan ternak direndam secukupnya pada campuran itu sampai terfermentasi. Ditunggu beberapa saat sampai siap ditaburkan sebagai makanan ikan.

Pemberian pakan tersebut dilakukan sehari empat kali, sampai tiga bulan masa panen. Besaran pellet disesuaikan dengan umur ikan. Sekali pemberian pakan menghabiskan satu baskom bulat. Untuk ukuran Lele 3-4 cm, selama 3 bulan habis pakan sejumlah 60 kilogram. Harga pakan adalah Rp 263.000 untuk satu zak (berat bersih 30 kilogram). Pakan ini dibeli di kecamatan kota, Bojonegoro. “Di peternak belum ada,” akunya.

Setelah tiga bulan, masa panen pun tiba. Satu panenan habis 1 zak pakan. Satu kolam menghasilkan paling sedikit 70 kilogram. Satu kilogramnya ada delapan ekor lele. Sejumlah 30 orang anggota kelompok tani sudah merasakan hasil panen Lele Sangkuriang itu. Panen dijual ke konsumen langsung, tengkulak, pesanan atau di pasar.

“Bila dibeli borongan satu kolam, per kilogramnya dihargai Rp 13.500. Bila dibeli eceran, per kilogramnya dihargai Rp 17.000-Rp 18.000,” ungkap Didik Sangkuriang.

Kini Didik sedang menjajagi kerjasama dengan instansi sekolah yaitu kantin. Keinginannya ke depan adalah mengembangkan wisata kuliner alternatif di Kecamatan Ngambon. “Ngambon identik dengan Lele Sangkuriang,” katanya tentang harapannya.

Anggota jejaring sosial Blogger Bojonegoro yang dikenal sebagai satu-satunya Blogger yang memperkenalkan kegiatan beternak lele ini pun menambahkan, “Karena tren saat ini orang memilih makan jauh dari kota dengan suasana yang nyaman. Dengan Lele Sangkuriang dan suasana demikian, kami siap menyediakan.”

 

Lele Kolam Terpal Jombang

 

Di Desa Sidowaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, kolam lele milik Ali Mochtar ada tiga berupa kolam terpal. Masing-masing berukuran 2 x 3 meter persegi, 1,5 x 3 meter persegi, dan 1,5 kali 2,5 meter persegi. Bibit lele baginya yang diluar beternak bekerja serabutan termasuk mahal, per ekor Rp 3000-4000.

Pakan lele itu adalah ayam yang sudah mati, dibakar sampai bulunya hilang dan direbus. Kalau membeli pakan pabrik menurutnya kurang menguntungkan karena mahal. Untuk 1 sak seberat 30 kilogram saja harganya Rp 270.000. Bandingkan dengan harga bangkai ayam yang per ekornya cuma Rp 2000. Maka diapun lebih suka membeli ayam mati, bisa sampai 10, tergantung di kandang peternakan ayam terdekat yang mati banyak atau sedikit.

Biasanya satu kali panen dari 1000 ekor lele bisa dapat 60-70 kilogram, saat peliputan ini hanya 10-25 kuintal. (Yonathan)

Incoming search terms:

  • takaran pakan lele 1000 ekor
  • jenis pakan lele berdasarkan umur
  • kebutuhan pakan lele untuk 1000 ekor
  • pemberian pakan lele berdasarkan umur
  • jumlah pakan lele per 1000 ekor
  • ukuran pakan lele sesuai umur
  • takaran pemberian pakan lele
  • takaran pakan lele
  • ukuran kolam terpal lele 1000 ekor
  • ukuran kolam lele 1000 ekor

4 Comments on BETERNAK LELE DI KOLAM TERPAL

  1. thanks gan buat cara bertenak lele yang tepat..

  2. Bagus banget infonya,thanks

  3. jual bibit lele stok 400rb ekor/bulan
    jalan wandyopranoto joho sukoharjo
    081904752217 XL
    085291272817 AS
    uk 3 rp110
    uk 4 rp130
    uk 5 rp160
    uk 6 rp180

  4. Gan. Angka kematian nya 44 %
    70kgx8ekor/kg=560 ekor
    440/1000=44%
    Coba gan perhatikan lg. Makasi

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



Artikel menarikclose