ADOPTION

ADOPTION

Sore itu hujan deras di luar gedung. Diruangan yang tidak terlalu besar.  Presenter adalah  pendiri lembaga bimbingan tes Primagama. Ada hal yang sangat menarik mengenai cara memutuskan membuka cabang baru.  Perlu riset rumitkah mengenai jumlah anak di usia sekolah dan kemampuan orang tuanya membiayai mengikuti bimbingan tes ? Tidak perlu. Keputusan tempat membuka cabang baru hanya didasarkan pada riset murah, yaitu : apakah ada cabang bank BCA di wilayah tersebut ? Buka saja di dekat cabang bank BCA. Mudah dan murah.

Saat ini pun kalau kita berpergian jalan darat di banyak provinsi, kita dengan mudah menemukan gerai Indomaret dan Alfamart berdampingan. Sengajakah ? Iya, pasti. Tentu lebih murah ikut daripada meriset jumlah penduduk sekitar, rata-rata disponsible income mereka, dan produk-produk yang diinginkan. Cukup ikuti saja keputusan Indomaret membuka cabang di suatu daerah. Buka saja disebelahnya. Mudah dan murah.

Pola penentuan lokasi dengan mengikuti pesaing yang mungkin adalah market leader adalah strategi yang dilakukan oleh follower. Kloning lokasi ini bisa saja menguntungkan, paling tidak mengurangi biaya riset lokasi. Dan juga, meningkatkan awareness bahwa ada mini market di daerah tersebut.

Strategi mengikuti perkembangan pasar yang disebut dengan follower  terdiri dari 4 tahap. bisa Dimulai dengan tahap (1) pemalsuan, (2) kloning, (3) peniru, dan atau (4) adopsi. Sebaiknya bisa mengarahkan pada level adopsi, dimana dilakukan pengembangan dari sisi produk, iklan, saluran distribusi, dan atau promosi lainnya. Pada konteks ini,  Adoption dalam kamus didefinisikan sebagai the action or fact of choosing to take up, follow, or use something (aktifitas atau fakta untuk memilih mengambil, mengikuti, atau menggunakan sesuatu).

Innovative immitation bisa menguntungkan” kata Theodore Levitt, sang penulis, Inovasi dalam Pemasaran. Ya, jika level pemalsu/kloning/peniru tidak mendapatkan somasi dari pemilik aslinya. Mobil X5, Serie BMW yang sangat laris di seluruh Eropa tiba-tiba memiliki adik kembar yang sudah diimport dan telah tiba di pelabuhan Roterdam, Belanda. Mobil itu buatan sebuah perusahaan di China. Tuntutan hukum dimenangkan perusahaan aslinya. Putusan pengadilan memerintahkan untuk menghancurkan mobil tersebut karena meniru sama persis. Pelan pelan digerogoti air asin karena tak bisa kunjung keluar dari pelabuhan untuk dipasarkan.

Dalam konteks pemasaran, adopsi adalah proses paling lanjut strategi follower, yaitu peniru yang mengembangkan banyak sisi dari produk yang diikuti. Kunci dari hal ini adalah pengembangan. Proses lanjut dari peniruan ini akan menghasilkan pembeda dengan produk aslinya sehingga terhindar dari tiruan sama dan sebangun.

Ada sebuah tempat makan di sebuah kota yang menjual soto dengan label Sokaraja. Pasti penjualnya  orang Sukajara. Bukan.

“Pak, kok rasanya gak seperti soto Sokaraja yang asli Sokaraja ?”

“Iya pak, namanya saja yang sama. Resepnya kami kembangkan sendiri. Ini adopsi soto Sokaraja” jawab pemiliknya. Tentu hal ini mengecewakan pembeli yang tertarik dengan brand Sokaraja tetapi rasanya berbeda. Walaupun sebenarnya rasa soto tersebut tergolong enak. Namun demikian, proses adopsi menjadi gagal.

Segala jenis produk bisa ditiru. Hampir semua yang baru adalah adopsi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Ada yang melalui perubahan kecil dan sedikit demi sedikit, tetapi ada perubahan yang signifikan atau fenomenal sehingga hasilnya seolah-olah baru.  Ditengah mudahnya mencari informasi mengenai produk apapun, kita punya kesempatan untuk mengembangkan produk baru dengan variasi yang tak terbatas.

Banyak orang telah memulai membuat sesuatu dan menjadi pemimpin pasar. Perhatikanlah pemimpin pasar di katagori produk tertentu. Apapun katagorinya. Itu adalah sumber ide. Cari celah pengembangannya. Jangan menjadi pemalsu, pengkloning, atau peniru. Jadilah adopter. Setujukan anda ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.