Meningkatkan Kualitas Pakan Udang

Meningkatkan Kualitas Pakan Udang

Pada tambak udang sistem semi intensif, intensif, atau supra intensif pertumbuhan udang bergantung pada pakan yang diberikan untuk mencapai bobot target. Akhirnya pakan menjadi komponen terbesar dalam biaya produksi budidaya udang, yaitu hingga 60%.

Saat ini, naiknya harga bahan baku pakan bukan hanya disebabkan oleh menguatnya USD terhadap Rupiah. Namun sudah dimulai sejak tahun lalu, yaitu ketika kenaikan harga transportasi.

Di awal tahun ketika terjadi perang antara Ukraina dan Rusia membuat harga bahan baku juga semakin naik, karena kita tahu Ukraina adalah salah satu penghasil bahan baku pakan untuk kebutuhan Eropa. Sehingga dengan terjadinya perang, Eropa harus mencari source atau substitusi dari tempat lain, hal ini mengganggu supply dan demand secara global.

Menguatnya USD semakin memperparah situasi, dengan kejadian ini kita dapat melihat bahwa di market saat ini, para petambak mulai dan sudah menggunakan  pakan dengan protein rendah untuk mensiasati tingginya harga pakan. Otomatis para petambak pasti akan mengalami terjadinya terhambatnya pertumbuhan.

Menurut Nasional Sales Manager Jefo Nutrition Inc, Didi Dic Widjaja bahwa meningkatkan kualitas pakan ataupun menurunkan cost pakan (tergantung cara pemakaiannya). Didi menyarankan menggunakan Jefo Protease, dimana produk tersebut mampu meningkatkan kecernaan bahan baku pakan sumber protein.

Lanjutnya, riset yang baru saja kami lakukan di Indonesia, dengan menggunakan bahan baku pakan PKM di dalam formulasi, membuktikan bahwa udang mampu mencapai pertumbuhan maksimal sama dengan yang tidak pakai PKM.

Selain itu jika ditambahkan di pakan protein rendah di ikan Nila dan lele, pertumbuhannya pun sama dengan pakan protein tinggi. Tentu saja hal ini sangat membantu para petambak dan juga para produsen pakan untuk menurunkan cost pakan.

Tingginya harga pakan, para penggiat akuakultur harus mulai menggunakan bahan baku pakan lokal sehingga kedepannya tidak hanya bergantung pada bahan baku impor, dan menggunakan feed additive yang mampu meningkatkan kecernaan bahan baku lokal tersebut.

Mengurangi  penggunakan bahan baku impor dengan cara meningkatkan kecernaannya sehingga penggunaannya lebih sedikit didalam formulasi pakan. Kelompok feed additive yang dapat secara langsung meningkatkan kecernaan adalah enzim.

Terkait penyakit tambah Didi, nomor satu yang harus diperhatikan adalah menjaga kualitas air, jika kualitas air dapat dijaga maka sudah pasti penyakit akan jauh berkurang, secara tidak langsung enzim protease dapat mengurangi cemaran air akibat protein yang terbuang kedalam air.

Selain itu sudah banyak di pasaran yang dilakukan untuk mencegah penyakit, golongan asam organic, probiotik, prebiotic, minyak essential dan beberapa produk baru bermunculan yang bisa membantu untuk pencegahan penyakit, namun karena masalah teknis dan sering kali costnya belum mampu diterima oleh pabrik pakan, sehingga para petambak harus menambahkannya sendiri.

“Seluruh pelaku akuakultur masih harus menggali dan mencoba produk apa yang paling tepat yang secara cost dan efektifitasnya terbukti, dan kualitas air yang baik adalah pencegahan nomor satu,” pungkasnya.(Resti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *