OBSOLETE

OBSOLETE

Penjualan buku Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi, meledak. Tidak hanya dipasar domestik tetapi juga terbit di 120 negara dan bahkan telah dialih-bahasakan ke 40 bahasa asing. Kemudian, dibuatlah filmnya dengan judul sama dengan latar belakang Pulau Biliton yang mempesona. Visualisasi dalam bentuk film ini tidak seberhasil penjualan bukunya. Imajinasi dengan membaca memberikan ruang lebih besar dan luas tak terbatas.

Seri drama radio berjudul “Saur Sepuh” juga memberikan ruang imajinasi tak terbatas dibandingkan filmnya yang dibuat belakangan. Saat mendengarkan, kita bisa membayangkan gerakan-gerakan silat yang dilakukan oleh suara pemerannya. Kadang ikut berteriak. Kadang juga terbentur tiang tempat tidur kamar kita.

Jurus  silat yang satu dikalahkan oleh jurus silat terbaru. Berikutnya akan dikalahkan lagi oleh jurus silat baru berikutnya. Jurus silat tertinggi akhirnya dikalahkan oleh ilmu kanuragan (tenaga dalam). Ilmu kanuragan tertinggi tidak terkalahkan dalam waktu lama. Pada akhirnya berputar, bisa dikalahkan oleh jurus silat biasa. Jurus silat terbaru bisa menjadi kuno. Obsolete.  Di atas langit ada langit.

Di era China kuno, semasa Kaisar Wu (157 – 87 SM) ditemukan bahan peledak. Kombinasi antara 75% Potasium Nitrat, 15 % Arang, dan 10% Belerang. Menghasilkan ledakan dan percikan berupa kembang api. Berkat kemajuan teknologi, tercipta senapan, meriam dan bom nuklir. Senjata pemusnah masal ini sangat ditakuti, bahkan oleh negara yang juga memiliki dan mengembangkannya. Akankan senjata terbaru ini suatu saat akan menjadi obsolete?

Imajinasi terbaru dari suatu perusahaan masa depan  menunjukkan bahwa perang  tidak lagi memerlukan nuklir. Cukup dengan drone kecil berukuran nano. Muat dalam satu pesawat, dijatuhkan, dan akan mengejar setiap individu yang telah dipetakan pola berpikirnya. Pemetaan ini berdasarkan akun media sosial yang dimilikinya. Drone nano bisa menancap di kepala dan melumpuhkan secara tiba-tiba. Teknologinya sudah ada dan tinggal disempurnakan.

Kemungkinan teknologi yang begitu rumit dari senjata nuklir akan dikalahkan  drone. Teknologi pembuatan drone ini sudah merambah ke berbagai bidang. Tidak berbeda dengan jurus silat biasa yang mengalahkan ilmu kanuragan. Obsolete dalam kamus didefinisikan sebagai ‘no-longer produced or used’ atau ‘out of date’. A product or idea become obsolete by replacing it with something new.

Ilmu manajemen juga mengalami perkembangan luar biasa. Teori dan praktik lama menjadi obsolete dan digantikan teori dan praktik yang baru. Selalu berkembang, walaupun yang baru belum tentu lebih kompleks. Marketing-pun diramalkan akan menemui kematian. Marketing is dead. Menurut tulisan di majalah HBR, traditional marketing – temasuk advertising, public relations, branding, dan corporate communication – akan mati.

Bagaimana dengan divisi penjualan termasuk peran salesman di dalamnya? Akankah akan mati dan tidak diperlukan lagi dimasa depan?  Dengan menyadari bahwa semua hal mungkin akan menjadi obsolete, maka salesman pun haru selalu punya cara untuk melakukan hal yang baru dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Cara lama yang tidak sesuai, harus ditinggalkan.

Inti dari bisnis apapun sebenarnya adalah hubungan antar manusia. Salesman adalah bagian tak terpisahkan dari lingkaran hubungan timbal balik antara perusahaan dan pelanggan. Maka, keberadaan salesman akan tetap diperlukan. Hubungan dengan pelanggan melalui tatap muka mungkin akan berkurang. Mungkin digantikan bentuk media sosial yang akan baru lagi dimasa mendatang.

Adalah suatu keharusan untuk selalu mencoba untuk tidak berpikir linier, lupakan kejayaan masa sebelumnya, dan merubah strategi secara berkelanjutan. Salesman jatuh dan tidak berhasil di suatu kurun waktu tertentu itu sudah biasa. Yang luar biasa adalah jika salesman jatuh, berdiri lagi. Jatuh, berdiri lagi. Jatuh lagi dan berdiri lagi. Salesman is never dead!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *