Kembali mengingat masa sekolah dulu. Sungguh beruntung, sebagian besar dari kita selalu naik kelas.Dengan berbagai sebab yang berbeda, ada juga yang tidak naik kelas. Apapun situasinya, setiap orang selalu punya keinginan untuk naik kelas.
Begitu juga saat bekerja. Memulai dari posisi paling bawah. Banyak dari kita juga ingin naik kelas. Kenaikan kelas secara struktural adalah yang paling mudah dilihat. Apakah kenaikan kelas secara struktural itu cukup ? tentu saja tidak. Selain naik kelas secara struktural, John Maxwell dalam 5 level leadership memilah kelas seorang pemimpin berdasarkan kemampuan memberikan inspirasi dan kontribusi kepada kesuksesan timnya.

Posisi pemimpin harus meningkat dari Tingkat 1 (Position) ke Tingkat 2 (Permission), dan selanjutnya naik ke Tingkat 3 (Production). Saat seseorang berada di Tingkat 1, akan otomatis menjadi pemimpin saat pertama kali berada di posisi managerial. Pada posisi ini, timnya kemungkinan besar mau ikut karena terpaksa. Jika anda pemimpin Tingkat 1, anda akan sering/selalu menggunakan posisi yang tertera di kartu nama anda untuk meminta tim bekerja.
Saat seseorang pada tingkat 2, pemimpin telah memiliki relationship. Sehingga ada hubungan personal. Jika anda pada posisi ini, tim anda akan melakukan pekerjaannya karena ingin ikut, bukan terpaksa ikut. Anda akan bisa menginspirasi tim anda untuk bekerja keras memberikan hasil optimal.
Sedangkan pada tingkat 3, kata kuncinya adalah menghasilkan. Mencapai apa saja yang merupakan tujuan unit organisasi. Keberhasilan menghasilkan ini menciptakan alasan tambahan agar timnya mengikutinya. Tidak hanya punya posisi tertera di kartu nama, tidak hanya dekat dengan timnya, tetapi juga produktif.
Ada 3 hal yang harus secara konsisten harus dilakukan oleh Leader level Three agar dapat memimpin tim dan organisasinya, yaitu :
(1) Lead by example. Harus memberikan contoh bekerja yang menghasilkan. Pemimpin tidak bisa seperti agen perjalanan, yang mengatur kemana-mana tetapi belum pernah kesana. Pemimpin harus menunjukkan bahwa dirinya punya pengalaman melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
(2) Create momentum. Organisasi memiliki momentum gerak yang bisa menerobos halangan berat. Jika tidak bergerak, tidak ada momentum, halangan setipis kertas pun akan menjadi masalah. Jika anda memimpin organisasi, harus mampu melihat celah dan menciptakan momentum pergerakan tersebut. Terus mendorongnya sehingga momentumnya semakin besar.
(3) Attract better people. Pada posisi ini, pemimpin akan dapat menarik orang-orang dari luar organisasi untuk bergabung. Hal ini penting untuk mempertahankan keberlangsungan pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Banyak orang yang sangat bagus prestasinya saat bekerja sendiri tetapi gagal bekerja sebagai pemimpin tim. Kebutuhan seorang pekerja individual berbeda dengan kebutuhan untuk posisi pemimpin. Untuk menghindari kegagalan seperti itu, pengembangan diri dan berusaha naik kelas dari pemimpin Tingkat 1 ke Tingkat 3 adalah kuncinya.

Kemungkinan kekeliruan bisa terjadi saat memutuskan untuk memberikan promosi dan naik kelas secara struktural kepada seseorang. Yaitu tidak mempertimbangkan kemampuan beradaptasi dan kerjasama. Akibatnya, dengan kemampuan memimpin yang selalu berada pada Tingkat 1, akan sulit memberikan contoh, menciptakan momentum, dan menarik orang-orang berprestasi dari luar.
Setiap kita yang berada diorganisasi, dibagian apapun, boleh menjadi pribadi yang menyenangkan dan disukai atau berada di Tingkat 2. Tetapi, disukai saja tidaklah cukup. Posisi tertera di kartu nama saja tidak cukup. Harus menghasilkan dan membuat organisasi berkembang.
Berusaha selalu minimal berada pada Tingkat 3 akan memberikan kredibilitas yang cukup. Memberikan gambaran mengenai track record yang baik. Hal ini tentu akan memberikan inspirasi yang lengkap kepada anggota tim untuk mencapai hasil yang terbaik saat ini dan saat mendatang. Berada pada Tingkat berapakah anda saat ini?

