Olah Limbah, Jadi Berkah

Ahmad Arif

Siapa nyana founder dari Juara (perusahaan bio teknologi), Ahmad Arif, ternyata memiliki background otomotif, bahkan dirinya juga masih tergabung di Garansindo yakni Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) pabrikan kendaraan besar seperti diantaranya Chrysler, Jeep, Dodge, FIAT, Alfa Romeo dan Ducati.

“Juara saya dirikan tahun 2012, sebagai perusahaan bio teknologi, saat itu saya memang belum fokus di Juara,” ungkapnya kepada Redaksi Majalah Info Akuakultur.

Sampai saat ini pun dirinya masih menjabat di salah satu BUMN yaitu PT. Wika Industri Manufaktur, yang mana memproduksi motor listrik nasional pertama dengan merk Gesits, dirinya menjabat sebagai Direktur Operasional, Pada tahun 2012 Juara didirikan karena ada peluang mengolah limbah salah satu perusahaan nasional dan untuk memberi kesempatan teman-temannya untuk berkreasi.

“Kami membuat probiotik untuk mengolah limbah organik, 2013 Juara diberi kepercayaan untuk mengerjakan secara nasional yaitu 10 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia, 2014 dimana produksi limbahnya meningkat pesat, dari 100 ton menjadi 500 ton perhari, disitulah masalah dimulai,” ungkapnya.

Komplain deras dari seluruh nusantara datang kepada dirinya. Namun, Arif dan tim Juara menganggap itu adalah sebuah tantangan, riset mengenai enzym sendiri telah mereka lakukan sejak 2012.

“Baru 2014 itu ketika riset belum benar-benar selesai kita paksakan untuk diaplikasikan, dan ternyata berhasil. 2015 kita masuk ke dalam budidaya karena kami melihat bahwa budidaya ini permasalahan utamanya adalah limbah,” tukasnya.

Setelah melakukan modifikasi tentunya formulasinya karena ada beberapa enzym keras yang tidak mungkin dimasukkan ke petakan budidaya, sekali lagi semua orang sudah tahu intinya adalah keseimbangan, namun mungkin konsep selama ini adalah muatan penuh yaitu penggunaan probiotik dan sebagainya.

Menurut pandangan Arif, jika lingkungan sendiri belum baik, aplikasi apapun tidak akan berdampak signifikan. Saat ini banyak sekali penyakit dalam budidaya, masalah utamanya adalah limbah. “Konsep kami justru berbanding terbalik, yang kita pelihara adalah udang, kami tidak terlalu tertarik untuk membuat permainan bakteri atau plankton,” kata Arif.

Lebih jauh Arif juga menuturkan, bagaimana caranya agar proses pengolahan limbah baik itu dekomposisi dan nutrifikasi dapat berjalan cepat dengan sedikit mungkin mikrobiologinya sehingga DO yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.

“Selama budidaya mampu mengatur dengan baik limbah dan kandungan DO statisnya, kami rasa budidaya akan lebih mudah dijalankan,” ujar Arif.

Juara di Masa Depan

Juara dapat bertahan hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras tim yang solid, bagi Arif tim tak ubahnya seperti keluarga, “Kami selalu menentukan bersama aturan main yang membuat semua happy. Kerja dengan hati tentunya semua output kerjaan akan luar biasa. Rapat mingguan dan bulanan adalah wajib karena dari situ kita bisa bareng bareng mengevaluasi tanpa menyalahkan. Rasa memiliki dan rasa bangga terhadap perusahaan itu yang harus dimiliki semua tim, karena kami yakin bahwa kamilah sang JUARA,” tuturnya.

Banyak rencana yang sedang Juara rencanakan agar terus berkambang di masa depan, salah satunya kini sedang mengajukan ijin edar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ketika semua perizinan lengkap, tentunya Juara juga akan melakukan ekspansi. Dengan target di setiap pulau akan ada minimal satu kantor cabang juara.

“Kami masih melakukan trial ke beberapa petambak dan alhamdulillah hasil capaian dapat dibilang memuaskan,” kata Arif.

Dirinya juga berharap Juara dapat memberikan manfaat kepada petambak di manapun berada, dan kami tidak akan berhenti sampai disini, kami akan kembangkan untuk bidang lain juga seperti peternakan, pertanian dan yang jelas PT Juara Biolife Solution akan membawa warna baru dalam segala aspek kehidupan.

Cinta Keluarga

Arif bersama keluarga

Arif ternyata sosok family man, yang ingin selalu dekat dengan keluarga, terbukti pada Oktober 2019 lalu, dirinya putuskan untuk mengundurkan diri dari seluruh pekerjaannya, Arif merasa hanya di Juara dirinya bisa mendapatkan waktu yang fleksibel untuk keluarga tercinta, Meskipun sampai saat ini belum di-ACC karena masih menunggu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Keinginanya untuk meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarga tidak terlepas dari kesibukannya selama ini yang membuatnya selama tujuh tahun belakangan hanya bisa bertemu keluarga pada saat akhir pekan saja.

“Saat ini saya bisa antar jemput anak, bisa nonton bareng anytime dan yang pasti ini yang saya tidak dapatkan selama 7 tahun belakangan. Ada hal-hal sederhana yang membuatnya terharu ketika melihat anak-anak bisa beribadah tepat waktu,” katanya sambil tersenyum.

Arif juga mengaku dirinya sering melakukan test secara nyata kepada anak-anaknya. “Bukan hanya teori, tapi lebih ke praktik. Sampai sampai anak saya bisa menuliskan quote: Bahwa orang kaya itu bukan dilihat dari kemampuan membeli, tapi dari kemampuan memberi. “Semoga dapat dipraktekkan ketika mereka beranjak dewasa,” harapannya.

Melihat perkembangan buah hatinya yang mulai beranjak remaja, Arif menelisik kisahnya kala muda ternyata dirinya juga pernah bolos dan dihukum ketika masih duduk di bangku SMA.

“Waktu SMA saya nakalnya mentok, Saya ikut bolos bersama teman-teman lalu taruhan sepak bola, pas seru-serunya ada guru sekola lain datang, kok kebetulan kenal mukanya, alhasil dilaporin lah kita dan besoknya seharian dijemur dilapangan,” kenangnya sambil tertawa

Nabi Muhammad Rosullulah SAW, merupakan panutuannya, bahkan dalam berbisnis, “Saya masih jauh dari apa yang Rosullulah SAW ajarkan, namun paling tidak saya berusaha sebaik mungkin untuk selalu memegang prinsip dan etika ketika kita bersosialisasi. Apapun hubungan kita sebisa mungkin kita menjaga hubungan baik pada siapapun. Berbisnis juga, dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai, biarkan konsumen menentukan mana yang akan cocok dan bermanfaat,” jelasnya. (Vira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.