“Pikiran hebat mendiskusikan ide, pikiran rata-rata mendiskusikan
kejadian, sementara pikiran kecil, mendiskusikan orang”- Eleanor Roosevelt
Sama seperti awal mula tercetusnya pasar udang yang lahir dari generasi muda berbakat, bermula dari sebuah ide ketika Jason CEO dari pasar udang terjun dalam dunia pertambakan udang di tahun 2015.

“Saat itu adalah kali pertama saya mengenal
dunia pertambakan udang. Dari situ saya melihat bahwa dunia pertambakan
sangatlah konvensional dan inefisien. Melihat apa yang teknologi telah disrupt
di banyak industri seperti gojek di layanan transportasi, traveloka di layanan
hotel, saya rasa sudah saatnya untuk industri pertambakan udang mengalami
hal-hal ini. Pertama kali saya datang ke tambak, saya lihat bahwa setiap business process dari pertambakan
sangatlah inefisien dan tidak traceable, mulai dari pembelian produk,
pencatatan, pemberian pakan, hingga penjualan udang itu sendiri. Melihat semua
proses yang kurang efisien, terbentuklah Pasar Udang,” ungkap Jason.
Pasar udang sendiri merupakan aplikasi yang dapat diunduh secara gratis melalui
playstore untuk android dan disusul dalam waktu dekat untuk pengguna Ios. Tim
dibalik pasar udang terdiri dari Jason sebagai CEO, Rizky Darmawan (cofounder),
Arrival Dwi Sentosa (cofounder) .
Jason dan Arrival Dwi Santosa kebetulan pernah sama-sama menempuh pendidikan Computer
Science and Technology di Beijing Institute of Technology, bahkan Dwi juga
telah mengikuti dan menjuarai beberapa kompetisi IT di tingkat nasional hingga
internasional. Sementara Cofounder terakhir a Rizky Darmawan, beliau adalah
petambak, buyer udang, serta Ketua Petambak Muda Indonesia dan Ketua SCI
Sumbawa.
Melihat kenyataan bisnis budidaya udang yang
arusnya masih naik turun, Jason pun turut menuturkan pandangannya, “Perkembangan
bisnis udang kurang maksimal. Lembaga-lembaga keuangan di Indonesia belum bisa
dan kurang berani memberi bantuan modal kepada petani pengusaha udang. Oleh
karena itu pelaku budidaya masih harus mengandalkan dana sendiri untuk memulai
usaha. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan produksi udang di Indonesia
tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti India dan
Equador. Dengan adanya perkembangan teknologi dan pendataan yang lebih baik,
diharapkan kedepannya usaha tambak udang bisa lebih menarik untuk perbankan
maupun investor.”
Untuk memperkenalkan pada masyarakat, Pasar Udang sudah melakukan soft lunching
di Banyuwangi bertepatan dengan simposium nasional budidaya udang vaname 2019
di bulan February, “ini adalah first
appearance kami di dunia pertambakkan, lalu kami launch core product kami dan menjadi speaker di acara PMI Bali Bound di bulan Agustus 2019, banyak juga yang
sedang menantikan diluncurkannya product kami untuk versi web dan IOS. Beberapa
petambak sudah mencoba untuk mengimplementasikan di tambaknya masing-masing.
Kami sedang menunggu feedback dari
petambak.” ungkap Jason.
Aplikasi PasarUdang terdiri
dari tiga fitur, yaitu Pasar Udang Marketplace, PasarUdang Farmbook dan Pasar
Udang Hub. Fitur pertama yakni PasarUdang Marketplace bertujuan untuk
menghubungkan petambak dengan supplier product seperti pabrik pakan,
obat-obatan, probiotik, HDPE dan kebutuhan tambak lainnya. Fitur kedua ada PasarUdang
Farmbook bertujuan untuk membantu petambak dalam mengelola pengoperasian tambak
mereka sehari-harinya dan melihat aktifitas-altifitas tambak mereka secara realtime. Fitur ketiga, PasarUdang Hub
bertujuan untuk menghubungkan petambak dengan buyer-buyer udang di seluruh
Indonesia.
Dalam beralih dari petambak konvensional ke era digital, tentu tidak mudah
dalam mengedukasi mengenai teknologi di dunia pertambakan memang bukanlah hal
yang mudah, namun Jason sangat optimis
lambat laun masyarakat akan mulai menerima dan merasakan manfaatnya.
“Tantangan terbesarnya adalah mindset dari petambak-petambak sendiri , ibarat
seperti tokopedia di awal-awal tahunnya. Untuk mengenalkan teknologi ke
petambak sangatlah tidak mudah karena belum merasakan dampaknya dan awareness mengenai teknologi di dunia
pertambakan masih sangat minim,” tukasnya.
Jason juga berharap dengan adanya app PasarUdang dapat membantu petambak mengelola
operasi pertambakan mereka agar lebih efektif dan efisien dan dapat membantu
petambak untuk upscale tambak-tambak mereka.
